
Implementasikan Visi dan Misi, DPP-DPC Gema Sadhana Provinsi Bali Gelar Bakti Sosial Bersih-Bersih Lingkungan di Desa Sumberklampok, Buleleng
SINGARAJA (CAHAYAMASNEWS.COM). Dalam rangka mewujudkan Visi dan Misi Gerakan Masyarakat Sanathana Dharma Nusantara (Gema Sadhana) Tim Kerja DPP, DPC Gema Sadhana Provinsi Bali melakukan kerja nyata berupa kegiatan ‘Mareresik Bhuana Agung’ (bersih-bersih lingkungan-red) bekerjasama dengan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Segara Indah, Desa Adat Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng pada rahina Redite Paing Wuku Dungulan (Minggu, 20 April 2025). Pada kesempatan itu juga dilaksanakan pembekalan tentang cara pengolahan sampah plastik menjadi barang kerajinan bernilai ekonomi dengan teknik dan alat khusus, oleh narasumber dari Desa Punggul, Abian Semal Badung yang sudah berhasil menyulap sampah menjadi berkah.
Sebelum menuju lokasi Tim Kerja DPD GEMA SADHANA Provinsi Bali yang dipimpin langsung Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Masyarakat Sanathana Dharma Nusantara (GEMA SADHANA) Provinsi Bali Ida Bagus Putu Madeg, S.H.,M.H., menyempatkan waktu untuk melaksanakan persembahyangan di Pura Rambut Siwi guna memohon keselamatan dan kelancaran perjalanan sekaligus kegiatan di lokasi.

Rombongan disambut ketua bersama seluruh pengurus dan anggota DPC Gema Sadhana Kabupaten Buleleng, pengurus dan ratusan anggota Pokdarwis Segara Indah Desa Sumberklampok. Kegiatan juga dihadiri Bendesa Adat, Perbekel, Babinkantibmas, unsur Kodim, Tim Pembina/Penasehat, Pengurus Harian, Bidang Budaya, Adat dan Agama, Bidang Lingkungan dan Pariwisata, Bidang UMKM, serta Bidang Penggalian Dana GEMA SADHANA.
Selain bakti sosial bersih-bersih lingkungan, pada kesempatan itu masyarakat juga diberikan bekal pengetahuan dan wawasan tentang cara penanganan dan pengolahan sampah, utamanya sampah non organik dengan mengundang narasumber yang ahli dibidang pengolahan sampah, dan langsung mendemokan cara kerja alat khusus pengolahan sampah plastik yang telah disiapkan.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GEMA SADHANA Provinsi Bali Ida Bagus Putu Madeg, S.H.,M.H., mengapresiasi ketua bersama seluruh pengurus dan anggota DPC, Gema Sadhana Kabupaten Buleleng yang telah menginisiator kegiatan bakti sosial yang diberi jargon ‘Mareresik Bhuana Agung’ (bersih-bersih lingkungan).
Kegiatan tersebut merupakan bakti sosial berupa bersih-bersih lingkungan dari sampah plastik yang diprakarsai oleh DPC (Dewan Pimpinan Cabang) GEMA SADHANA Kabupaten Buleleng. Pun sekaligus melakukan sosialisasi maksud dan tujuan berdirinya GEMA SADHANA termasuk visi dan misi serta program-program strategis yang akan diimplementasikan untuk kesejahteraan masyarakat. Disamping juga untuk mencari masukan, harapan, keluhan, dan masalah yang dihadapi masyarakat Desa Sumberklampok, yang nantinya GEMA SADHANA akan berusaha semaksimal mungkin agar bisa memfasilitasi/menjembatani mencarikan solusinya.

Dalam pertemuan yang dihadiri ratusan peserta itu, berbagai usulan dan harapan terungkap seperti pemanfaatan pelaba pura untuk membuat ‘Bumi Banten’ seperti penanaman sarana upakara utamanya pohon kelapa. Dimana selama ini sarana upakara seperti kelapa, janur didatangkan dari luar Bali sehingga pada hari-hari tertentu harganya melambung. Bila pelaba pura ini yang luasnya kurang lebih 9 hektar itu bisa ditanami kelapa, maka masyarakat tidak lagi membeli dari luar, dan bahkan mungkin bisa menjual ke luar Desa Sumberklampok ini.
Terkait usulan, saran, dan masukan yang disampaikan masyarakat, Ketua DPD GEMA SADHANA Provinsi Bali bersama tim kerja akan berupaya semaksimal mungkin untuk memfasilitasi, menindaklanjuti, dan mengusulkan ke pusat, sehingga harapan masyarakat bisa terwujud. Untuk itu Panglingsir Geriya Bajing, Klungkung yang senantiasa konsisten melestarikan Hindu Dresta di Bali ini, mengajak untuk besama-sama berdoa, agar apa yang menjadi harapan masyarakat bisa terwujud.
“Hal ini merupakan bagian dari kewajiban untuk mempertahankan Tradisi, Adat Budaya, dan Agama Hindu Dresta Bali,” ujarnya.
Mengingat Desa Sumberklampok memiliki potensi wisata sangat besar dan bagus untuk dikembangkan, maka sarana pendukungnya juga haruslah memadai, seperti jalan, tempat parkir, dan lainnya. Untuk itu pihaknya juga bakal mengusulkan pembangunan infrastruktur jalan dari jalan utama menuju ke lokasi pengembangan wisata yang kini kondisinya bisa dikatakan kurang layak. Termasuk pembangunan dermaga dan penataan parkir. Jika itu bisa diwujudkan maka diharapkan obyek wisata di sana akan dapat berkembang yang bermuara pada terwujudkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri.

Sementara itu untuk potensi pengembangan penangkaran ikan bandeng yang sudah berjalan sangat baik, Panglingsir Geriya Bajing yang dikenal low profile ini meminta untuk dilanjutkan dan bahkan agar dapat dikembangkan lebih maksimal lagi. Di sisi lain Tuaji meminta kepada Bendesa Adat, Kepala Desa, Kelompok Pokdarwis, dan masyarakat untuk dapat melaporkan secara berkala, terhadap Kegiatan Pengembangan aktivitas Desa Wisata ke depan, termasuk kendala / masalah yang dihadapi, sehingga nantinya dapat dicarikan jalan keluarnya.
Terkait masalah sampah, terutama sampah plastik yang kini telah menjadi ancaman serius bagi keselamatan dan kelestarian alam lingkungan yang berdampak buruk bagi kesehatan manusia dan keberlangsungan kehidupan berbagai jenis hewan, baik yang hidup di sungai maupun di laut. Karena itu, sampah plastik perlu mendapat penanganan khusus dan serius oleh semua pihak, mengingat sampah plastik membutuhkan waktu ratusan tahun untuk bisa terurai secara alami.
Saat terpapar sinar matahari dan cuaca, plastik akan pecah menjadi mikroplastik yang dapat mencemari tanah, sungai, laut dan dapat mengancam kehidupan hewan di sungai dan laut tersebut. Pun, apabila Mikroplastik ini masuk ke rantai makanan, maka sangat berisiko mengganggu kesehatan manusia.
Sesungguhnya kunci utama untuk mengatasi persoalan sampah adalah edukasi menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kebersihan dan sekaligus bahayanya sampah terhadap kesehatan bagi keberlangsungan dan kelestarian alam beserta isinya.
“Kesadaran dan perubahan perilaku masyarakat adalah kunci utama. Perubahan tidak akan terjadi hanya lewat regulasi, namun kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat sangat penting dalam menangani masalah sampah,” jelas Ida Bagus Putu Madeg yang pernah dipercaya mengemban jabatan strategis di lingkungan Mahkamah Agung Republik Indonesia dan Purnabakti sebagai Hakim Tinggi Surabaya tahun 2019 ini, seraya mengajak masyarakat untuk senantiasa membiasakan hidup bersih dengan cara mengelola sampah dari keluarga masing-masing.
Pada kesempatan itu juga diserahkan buku profil dan buku tentang upacara Ngaben kepada sejumlah tokoh yakni; Bendesa Adat, Ketua Pokdarwis, Kepala Desa, Tokoh Masyarakat.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Buleleng Jro Mangku Wayan Sariana menjelaskan, kegiatan sosial ‘Mareresik Bhuana Agung’ ini dilaksanakan dan memilih Desa Sumberklampok sebagai lokasi pelaksanaan kegiatannya dan bekerja sama dengan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Segara Indah yang ada, karena Desa Sumberklampok bakal dikembangkan menjadi Obyek Wisata, baik darat maupun laut, mengingat Desa Sumberklampok memiliki potensi wisata yang sangat besar dan bagus untuk dikembangkan.
Untuk itu, harus dipersiapkan berbagai pendukungnya seperti jalan, tempat parkir, dermaga, dan lainnya. Yang tak kalah pentingnya adalah tentang kebersihan, keindahan, dan kenyamanan lingkungan dari ancaman sampah plastik. Dimana perlu dibangun tempat pengolahan sampah non organik yang awalnya tidak bernilai bisa menjadi bernilai ekonomis bagi masyarakat.
“Untuk itu perlu metode dan alat pengolahan khusus. Untuk itu kami berusaha mendatangkan narasumber yang memiliki alat pengolahan sampah plastik menjadi tepung yang nantinya dapat digunakan untuk bahan kerajinan yang bernilai ekonomis, sehingga diharapkan ‘Sampah akan bisa menjadi Berkah’,” ujarnya.
Di samping itu, pihaknya juga ingin menggali permasalahan yang dihadapi masyarakat di desa tersebut, untuk kemudian dicarikan solusinya. Berbagai usulan dan harapan terungkap dalam kegiatan tersebut dan GEMA SADHANA akan berusaha menjembatani kepada pihak-pihak terkait, baik yang ada di daerah maupun di pusat.

Sementara itu, Ketua Harian Tim Kerja GEMA SADHANA Provinsi Bali I Wayan Dana, S.E., mengapresiasi gerakan yang diinisiator oleh DPC GEMA SADHANA Kabupaten Buleleng dan diharapkan bakal menjadi percontohan, serta bakal diterapkan di daerah/kabupaten lain. Pihaknya berharap mudah-mudahan apa yang menjadi harapan masyarakat Desa Sumberklampok untuk menjadikan desanya menjadi Desa Wisata bisa diwujudkan.
Di sisi lain, Bendesa Adat, Desa Adat Sumberkelampok I Putu Artana mengapresiasi gerakan yang dilakukan oleh GEMA SADHANA ini menyangkut masalah sampah yang sampai saat ini menjadi momok persoalan lingkungan yang harus terus diupayakan untuk diatasi bersama. Utamanya di Desa Sumberklampok, saat ini sedang giatnya untuk pengembangan obyek wisata, baik darat maupun laut.
Terkait hal itu kebersihan dan keindahan lingkungan menjadi perhatian serius yang terus dilakukan, salah satunya dengan melakukan gerakan pemilahan antara sampah organik maupun non organik.
Desa Adat Sumberklampok sendiri kata Bendesa Putu Artana, baru mampu membangun tempat pemilahan sampah, dan berharap akan mampu membangun tempat pengolahan sampah non organik yang tidak bernilai ekonomis yang selama ini menjadi kendala yang dihadapi. Sementara sampah non organik yang bernilai ekonomis dikirim ke Bank Sampah yang ada di Kota Singaraja.
“Kami di Desa Sumberklampok sendiri kerap mendapat kiriman sampah yang terjadi pada bulan-bulan tertentu. Ketika itu terjadi, maka kami cukup kerepotan menangani dan mengolah sampah-sampah non organik yang tidak bernilai ekonomis. Kami bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh Tim Kerja GEMA SADHANA yang telah memilih desa kami sebagai tempat menyelenggarakan kegiatan edukasi penanganan dan pengolahan sampah, utamanya sampah non organik. Kami berharap melalui kerja sama dan kegiatan ini dapat memberikan solusi terhadap persoalan yang kami hadapi selama ini,” ujar Bendesa Adat Putu Artana sembari berharap, apa yang menjadi visi dan misi mulia dari GEMA SADHANA yang menurutnya sangat mulia dan bermanfaat ini, bisa diwujudnyatakan untuk kemaslahatan masyarakat.
Kegiatan tersebut ditutup dengan foto bersama dan demo pengoperasian alat pengolahan sampah plastik menjadi tepung yang kemudian dapat dimanfaatkan sebagai bahan membuat berbagai kerajinan seni seperti bokor, patung, lukisan dan lain sebagainya.
Selanjutnya Tim Kerja GEMA SADHANA melakukan kegiatan Audensi dengan Ketua DPD Laskar Prabowo 08 yang diketuai oleh Bapak l Nengah Tamba (mantan Bupati Jembrana) di Gilimanuk, dan dilanjutkan bertemu dengan Ketua DPC Gerindra Kabupaten Jembrana yang kini menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Bali (I Kade Darma Susila). *** CMN=Tim/Andi.









Facebook Comments