September 10, 2026
News

Kepala BNN RI Puji Kepemimpinan Gubernur Wayan Koster: Bali Etalase Indonesia, Siap Perkuat Sinergi Perangi Narkotika

DENPASAR (CAHAYAMASNEWS.COM). Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Komjen Pol. Marthinus Hukom, memuji kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster yang dinilainya luar biasa dalam menjaga Bali tetap aman, tertib, dan bersih dari ancaman narkotika. Ia juga menyebut Bali sebagai “Etalase Indonesia” yang berhasil pulih cepat dari dampak pandemi dan tetap menjadi daya tarik utama pariwisata dunia. Demikian disampaikan Komjen Marthinus dalam acara ramah tamah di Kerthasabha, kediaman Gubernur Bali, Senin (14/7/2025) malam.

Bali adalah rumah kedua bagi saya. Kepemimpinan Bapak Gubernur sangat luar biasa dalam menjaga citra Bali di mata dunia. Tapi kita juga harus waspada, karena ancaman narkotika kini makin canggih dan masif,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Kepala BNN RI hadir bersama istri dan jajaran pimpinan tinggi BNN, dan disambut oleh Gubernur Koster beserta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bali, termasuk Wakil Gubernur Bali, Ketua DPRD Bali, Kepala BNNP Bali, para Kepala BNNK se-Bali, serta kepala perangkat daerah di lingkungan Pemprov Bali.

Momentum ini sekaligus menegaskan komitmen bersama antara Pemprov Bali dan BNN dalam menjaga Bali dari ancaman peredaran narkotika yang semakin kompleks dan terorganisir.

Komjen Marthinus memaparkan data survei BNN tahun 2023 yang mencatat 3,3 juta penduduk Indonesia terlibat penyalahgunaan narkoba. Namun angka tersebut diyakini lebih tinggi karena adanya “angka gelap” (dark number) yang belum terdeteksi.

Ia juga menyingkap bahwa sindikat narkotika internasional kini menggunakan teknologi canggih seperti aplikasi rahasia, transaksi kripto, dan titik koordinat tersembunyi untuk menyimpan barang haram tersebut. Bahkan, jaringan dari negara-negara konflik seperti Rusia dan Ukraina turut terlibat dalam jaringan gelap ini.

Bali harus tetap aman. Kami siap bersinergi dengan seluruh unsur di Bali agar tidak menjadi target jaringan narkotika global,” tegasnya.

Selain sindikat narkoba, Marthinus juga menyoroti keberadaan geng motor internasional yang berpotensi mengganggu keamanan publik karena keterlibatannya dalam kejahatan terorganisir seperti penyalahgunaan narkoba dan kekerasan. Ia menekankan bahwa kolaborasi dan kepercayaan antarlembaga penegak hukum menjadi kunci untuk menghadapi persoalan tersebut.

BNN siap memberikan dukungan penuh bagi Pemprov Bali untuk menjaga Bali tetap aman dari bahaya narkotika,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Gubernur Bali Wayan Koster mengungkapkan bahwa Bali kini berada dalam fase pemulihan ekonomi yang sangat positif. Tahun 2024, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 6,4 juta orang, melampaui angka sebelum pandemi. Ia optimistis pada tahun 2025 kunjungan akan meningkat hingga 7 juta wisatawan asing.

Kontribusi Bali terhadap pariwisata nasional juga sangat signifikan, menyumbang 44 persen dari devisa nasional atau sekitar Rp.107 triliun. Selain itu, Bali mencatatkan tingkat pengangguran dan kemiskinan terendah secara nasional, serta pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional.

Namun Gubernur Koster tak menutup mata terhadap tantangan yang dihadapi, termasuk kemacetan, alih fungsi lahan, perilaku menyimpang wisatawan asing, dan terutama ancaman penyalahgunaan narkotika.

Masalah narkoba menjadi perhatian serius kami. Kami akan terus bersinergi dengan BNN, Polda Bali, dan Kejati Bali untuk menjaga Bali tetap aman dan bersih,” tegas Gubernur Wayan Koster.

Dalam pertemuan ini, Kepala BNN juga mendorong penguatan regulasi di tingkat daerah guna mendukung pencegahan dan penindakan penyalahgunaan narkotika. Edukasi publik dan peran serta masyarakat dinilai krusial dalam melindungi generasi muda Bali dari bahaya narkoba.

Gubernur Koster menyambut positif dukungan dari BNN RI dan menyatakan siap memperkuat kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan Bali sebagai destinasi dunia yang aman, bersih, dan berintegritas. *** CMN=Tim/HmsPemprov.

Facebook Comments

error: Content is protected !!