September 10, 2026
News

Pemberdayaan Masyarakat Desa Kluwut Melalui Workshop Budidaya Hidroponik Berbasis Ramah Lingkungan

MALANG, (CAHAYAMASNEWS.COM)—Dalam usaha meningkatkan pendapatan Masyarakat, Desa Kluwut makin maju lewat workshop budidaya hidroponik ramah lingkungan yang diselenggarakan mahasiswa PMM Universitas Muhammadiyah Malang untuk masyarakat Dusun Mulyosari pada tanggal 06/08/2025 lalu. Workshop ini mengenalkan sistem hidroponik wick yang metode mananam tanaman tanpa tanah yang sangat sederhana dan cocok untuk pemula.
Sistem ini digunakan untuk mengangkut larutan nutrisi dari wadah penampung ke media tanam, yang kemudian diserap oleh akar tanaman. Karena sifatnya yang pasif (tidak memerlukan pompa atau listrik), sistem wick menjadi pilihan populer bagi mereka yang ingin Mayoritas warga Dusun Mulyosari memiliki mata pencaharian sebagai bertani (farming). Mereka terbiasa menggunakan teknik bercocok tanam tradisional dan kini mulai dikenalkan dengan metode budidaya modern seperti hidroponik wick.
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan bertani dengan cara yang lebih efisien dan ramah lingkungan, supaya hasil panen dan kesejahteraan warga juga makin meningkat. Mereka antusias mempelajari cara baru yang lebih efisien dan ramah lingkungan ini, meski awalnya terbiasa bercocok tanam langsung di tanah. Adapun mahasiswa yang ikut dalam kegiatan ini yakni Luh Desytha Maharani, Lira Aurora Verina, Nadila Martian, Abilio Purnama Putra dan      Satrya Mukti Lukito dengan narasumber seklaigus dosennya Anis Zubaidah.
Antusiasme warga yang terlihat dari keaktifan mereka dalam praktik dan belajar teknik ini. Selain aspek teknis bercocok tanam, peserta juga dibekali ilmu manajemen usaha dan strategi pemasaran hasil panen agar usaha hidroponik bisa berkelanjutan dan membuka peluang ekonomi baru tanpa merusak lingkungan.
Teknik modern ini membantu warga menghemat air, mengurangi limbah, dan memaksimalkan hasil panen dengan lahan terbatas. Pelatihan tak hanya fokus pada teknis bercocok tanam, tapi juga cara mengelola usaha dan memasarkan produk agar usaha hidroponik bisa berkelanjutan dan menguntungkan.
selain peningkatan keterampilan teknik hidroponik, workshop ini juga membuka wawasan warga tentang pentingnya menjaga lingkungan. Mereka diajak memahami bagaimana teknologi pertanian modern bisa sejalan dengan pelestarian alam tanpa perlu mengorbankan ekosistem. Pendekatan ini membuat desa tetap hijau dan sumber daya alam terjaga.
Kegiatan ini juga memperkuat solidaritas komunitas Dusun Mulyosari. Para warga bekerja sama berbagi pengalaman dan saling membantu dalam proses belajar dan praktik. Hal ini memupuk rasa kebersamaan dan menyemangati seluruh kelompok untuk sukses bersama.
Dengan segala potensi dan dukungan yang ada, desa Kluwut berharap bisa jadi contoh desa hijau dan maju di wilayahnya. Langkah ini sudah membuka jalan bagi transformasi pertanian tradisional ke arah yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan. Semoga makin banyak desa yang terinspirasi.
mencoba hidroponik dengan biaya minimal. Adapaun metode – metodenya  nya meliputi laruatan nutrisi AB Mix ( campuaran pupuk A dan b yang dilarutkan dalam air ) disimpan dalam wadah atau reservoir, sumbu biasanya menggunakan kain flannel ditempatkan di dalam wadah nutrisi dan Sebagian lagi berada di media tanam, melalui daya kapilaritas sumbu menyerap larutan nutrisi dari wadah dan membawanya ke media tanam. Tanaman – tanaman yang cocok untuk system wick yaitu sayuran daun seperti sawi, selada, pakcoy, bayam, kangkong adapaun tanaman – tanaman herbal seperti basil, daun mint, seledri .
Metode ini sangat cocok untuk lahan terbatas, pemasangan nya yang mudah, biaya terjangkau dan mendukung prinsip pertanian yang menjaga kelestarian alam desa Kluwut. Selain praktik langsung, panitia juga menghadirkan narasumber yang juga seorang mahasiswa Angkatan 22 di universitas muhammadiyah yang memberikan materi lengkap mulai dari teknik instalasi, pengelolaan nutrisi, sampai manajemen budidaya secara interaktif. Warga Dusun Mulyosari aktif bertanya dan berdiskusi agar mereka semakin memahami dan bisa langsung mengaplikasikan ilmu sesuai kondisi setempat.@@@MNB/NT.

Facebook Comments

error: Content is protected !!