September 10, 2026
News

Bupati Sanjaya Hadiri Uleman Karya Dewa Yadnya di Desa Kaba-Kaba, Tegaskan Komitmen Pelestarian Adat dan Budaya

TABANAN (CAHAYAMASNEWS.COM)=Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., menghadiri Uleman Karya Mupuk Pedagingan lan Mepedudusan di Merajan Kawitan I Gusti Ngurah Keladian Perti Sentana Sira Arya Belog, Desa Kaba-Kaba, Kecamatan Kediri, Selasa (4/11/2025). Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menjadi wujud nyata pelestarian adat, agama, dan tradisi di tengah kehidupan masyarakat Tabanan.

Suasana penuh makna spiritual dan kebersamaan menyelimuti pelaksanaan Uleman Karya Mupuk Pedagingan lan Mepedudusan di Merajan Kawitan I Gusti Ngurah Keladian Perti Sentana Sira Arya Belog, Desa Kaba-Kaba, Kecamatan Kediri, Tabanan, Selasa (4/11/2025).

Hadir langsung dalam kesempatan tersebut, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., didampingi jajaran perangkat daerah terkait. Turut hadir pula perwakilan Anggota DPR RI, Anggota DPRD Provinsi Bali, Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Perbekel dan Bendesa Adat setempat, serta krama pengempon pura yang dengan penuh rasa bhakti melaksanakan upacara Dewa Yadnya ini.

Upacara yang diempon oleh 85 Kepala Keluarga (KK) dan melibatkan 55 dadia dari berbagai wilayah di Bali dan Lombok ini menjadi contoh nyata semangat gotong-royong, persatuan, dan kebersamaan yang masih kuat di tengah masyarakat Tabanan.

Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas terselenggaranya karya agung tersebut. Ia menilai bahwa kegiatan yadnya seperti ini merupakan bentuk nyata pengamalan nilai-nilai Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yakni menjaga kesucian dan keharmonisan alam, budaya, serta spiritualitas masyarakat.

“Ngaryaning upakara ngenteg linggih niki becik pisan lan bagian dari aktualisasi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Inilah konsep agama Hindu dalam melestarikan alam lingkungannya, budayanya, lan bhakti ring Ida Betara Kawitan. Dengan demikian, alam menjadi seimbang dan harmonis secara sekala niskala,” ujar Bupati Sanjaya.

Lebih lanjut, Bupati Sanjaya menegaskan komitmennya sebagai Murdaning Jagat Tabanan untuk terus mendukung pelestarian nilai-nilai budaya dan spiritual di masyarakat. Ia menekankan bahwa pembangunan di Tabanan tidak hanya menyentuh aspek fisik (sekala), tetapi juga aspek spiritual (niskala), yang menjadi kekuatan moral dan jati diri masyarakat Bali.

“Pelestarian adat, agama, dan budaya adalah fondasi penting dalam mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM). Melalui yadnya seperti ini, kita tidak hanya memuliakan leluhur, tetapi juga menjaga keseimbangan hidup secara menyeluruh,” imbuhnya.

Pelaksanaan Karya Dewa Yadnya di Desa Kaba-Kaba ini menjadi bukti kuat bahwa semangat kebersamaan dan gotong-royong masyarakat Tabanan masih terpelihara dengan baik, sejalan dengan visi besar daerah dalam menjaga harmoni antara manusia, alam, dan spiritualitas. @@@ CMN= Prokopimtabanan,-

Facebook Comments

error: Content is protected !!