September 10, 2026
News

AA MADE KOSALIA CUCU RAJA KARANGASEM DIKUKUHKAN MENJADI KELIAN DESA ADAT KARANGASEM 2025-2030 (Terulang Kembali  Sejarah Kepimimpinan Desa Zaman Kerajaan Tahun 1849).

 Penulis, Pasek Antara/Supandhi.

AMLAPURA (CAHAYAMASNEWS.COM)=Tokoh Puri Karangasem Anak Agung Made Kosalia, SH, 57 tahun, cucu terakhir Raja Karangasem Ida Anak Agung  Agung Anglurah Ketut Karangasem  beserta prajuru desa lainnya dikukuhkan menjadi Kelian Desa Adat  Karangasem terpilih  masa bhakti 2025-2030. Prosesi pengukuhan dan acara ritual mejaya-jaya digelar  Soma Kliwon Uye. Senin, (2/2/2026) pagi bertepatan dengan Purnama Sasih Kawulu, tempat Pura Puseh/Bale Agung desa adat setempat Jalan Gajah Mada Amlapura.

Upacara mejaya-jaya dipuput dua orang sulinggih Ciwa-Budha Ida Pedanda Gede Putra Tamu dari Geria Jungutan Banjar Lebah Sari, Desa Bungaya, Kecamatan Bebandem, Karangasem  dan Ida Pedanda Gede Swabawa Karang Adnyana dari Geria Karang, Banjar Tri Wangsa  Desa Budakeling, Kecamatan Bebandem, Karangasem.

Dikukuhannya AA Made Kosalia menjadi Kelian Desa Adat Karangasem seperti dijelaskannya  disela-sela acara persiapan pengukuhan di Jaba Pura Puseh/Bale Agung Sabtu (30/1/2026), sejarah kepeminpinan Desa Adat Karangasem akhirnya terulang kembali sejak zaman kerajaan tahun 1849 lalu.  Desa Adat Karangasem dibangun oleh Ida Anak Agung Kalih yakni A A Gede Putu dan A A Gede Oka pada tahun 1849. Beliau berdua disebut sebagai Sang Hamawa Bhumi. Setelah A A Gede Putu dan A A Gede Oka wafat, maka AA Bagus Jelantik diangkat menjadi Stadehoulder 1 pada tahun 1908 sehingga secara otomatis AA Bagus Jelantik menjadi Sang Hamawa Bhumi. Kini jumlah krama Desa Adat Karangasem sekitar lima ribuan kepala keluarga terbagi ke dalam empat tempek.

Ketua Panitia Ngadegang Kelian dan Prajuru Desa Adat  Karangasem yang juga Pantia Pengukuhan Prajuru Desa Adat Karangasem I Gusti Ngurah Susila mengatakan, Sabtu (31/12026) kemarin di Jaba Pura Puseh/Bale Agung Desa Adat Karangasem di sela-sela persiapan acara pengukuhan. Rencana pengukuhan oleh Bendesa Madya Majelis Desa Adat Kabupaten Karangasem, I Komang Sujana. Sebanyak 17 orang Prajuru Desa dikukuhkan meliputi 3 orang Petajuh, 2 orang Penyarikan, 3 orang Baga Prahyangan, 3 orang Baga Pawongan, 3 orang Baga Palemahan. Diantaranya 3 petajuh prajuru muka-muka lama. Petajuh Bidang Parahyangan Cokorda Alit Surya Prabawa yang juga Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia Pemerintah Kabupaten Karangasem, Petajuh Bidang Palemahan   I Wayan Supandi mantan birokrat eselon II Pemkab Karangasem, dan Petajuh Bidang Pawongan I Komang Jawi Keliang Banjar Belong. Penyarikan I-II Ketut Jenek Aryanta dan  I Wayan Sekerta.  Petengen I-II Ida Wayan Cakra Wedha Kusuma dan Anak Agung Made Karang. Baga Parhayangan I-III  Jero Mangku Gede Wastika Sutadewa, Ida Bagus Nyoman Gopala Narayana, dan I Ketut Putra Sentana. Baga Pawongan I-III I Komang Budiasna, I Made Putu Juniada, dan I Ketut Pasek Jaya Semara. Baga Palemahan I Made Arnawa, I Wayan Putu Ardana , dan Wayan Putu Yasa.

Pengukuhan disaksikan  300 orang yakni Bupati Karangasem yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Karangasem, Manggala Puri Karangasem dan pengelingsir Puri se Kabupaten Karangasem Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Karangasem, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karangasem, Kepala Kantor Kementerian Agama, Bandesa Madya MDA Kabupaten Karangasem, Pimpinan Umat Beragama Kabupaten Karangasem, Tokoh Masyarakat lintas agama, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Karangasem, Bandesa Alitan MDA Kecamatan Karangasem, Kelian Desa Adat Susuan, Tampuagan, Subagan, Tmbu, Ujung Hyang, Jasri dan Bukit, Unsur Tripikel karangasem, Prawartaka Ngadegang Kelian dan Prajuru Desa Adat Karangasem, Prajuru Desa Adat Karangasem yang lama dan yang baru dikukuhkan serta perwakilan krama 35 banjar se- Desa Adat Karangasem.

Rangkaian acara pengukuhan diawali dengan upacara Mejaya-jaya di Pura Puseh/Bale Agung Desa Adat Karangasem, pembacaan Surat Keputusan  Pengukuhan Majelis Desa Adat Provinsi Bali oleh Bandesa Alitan MDA Kecamatan Karangasem I Made Salin, S.Pd, M.Pd. Lanjut Pengukuhan Kelian dan Prajuru Desa Adat terpilih oleh Bendesa Madya Desa Adat Kabupaten Karangasem I Komang Sujana. Dilajutkan  penandatanganan fakta integritas prajuru desa adat,  panyematan PIN Kelian Desa Adat Karangasem terpilih, penandatangan Berita Acara Pengukuhan Prajuru Desa Adat dan penyerahkan Surat Keputusan  Pengukuhan MDA Provinsi Bali kepada Kelian Desa Adat terpilih.

AA Made Kosalia lahir  di Amlapura 12 Agustus 1969 tinggal di Puri Agung Maskerdam Jalan Gajahmada Amlapura, putra dari pasangan suami-istri Anak Agung Gde Anom Kusumajaya  dengan Mekele Suratmi.  Anak Agung Gde Anom Kusumajaya  adalah putra langsung Raja Karangasem terakhir  Ida Anak Agung  Agung Anglurah Ketut Karangasem. AA Made Kosalia beristrikan Anak Agung Ayu Dewi Girindrawardani dengan 2 putra. Kini sukses sebagai Kepala Badan Pengelola Obyek Wisata Taman Tirta Gangga Karangasem. Sebelumnya, dirinya pengalaman pernah aktif bekerja selama 20 tahun di dunia pariwisata, 14 tahun di  Hotel The Ritz Carlton Bali dan selama 6 tahun Hotel Mulia Bali. Juga di kelembagaan adat AA Made Kosalia dipercaya sebagai Prawartaka Merajan Agung Puri dan Pura Bukit, serta Ketua Baga Pawongan Puri Agung dan Puri se-jebag Karangasem.

Membawa Desa Adat Karangasem lima tahun kedepan tahun 2025-2030, AA Made Kosalia bersama jajaran prajuru desa memiliki visi-misi dan program strategis. Visi : terwujudnya kesukretan (ketentraman dan kesejahteraan) krama secara sekala dan niskala, berlandaskan filosofi Tri Hita Karana. Misinya: Menjalin Sinergitas Antara Desa Adat dengan Puri, Pemerintah, dan tokoh-tokoh masyarakat dan lintas agama. Sedangkan program strategis 1) Menyusun Perarem sebagai landasan hukum dibidang pemberdayaan pendapatan desa untuk menunjang kegiatan upacara keagamaan di Tri Kahyangan Desa, 2) Menata Tri Kahyangan Desa sebagai pusat utama krama Hindu desa adat untuk melakukan bakti dan puja memohon keselamatan dan kesejahteraan, 3) Menghidupkan kembali Lembaga Perkreditan Desa sebagai roda perputaran keuangan dan perekonomian masyarakat kecil, 4) Meningkatkan produktivitas aset aset tanah desa yang kurang produktif, 5) Membina dan menjaga hubungan baik antara desa-desa terdekat dan 6) Meninjau kembali status tanah-tanah milik desa dan menyelesaikan sengketa tanah tanah desa yang bermasalah dengan sistem kekeluargaan untuk menjaga kedamaian.

Dalam sambutan perdananya, AA Made Kosalia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bandesa desa adat yang lama atas dedidikasi sudah mejalankan tugas-tugas sebagai bandesa. Dirinya menyadari tugas sebagai kelian sangat berat, tidak bisa kerja sendiri karena pemimpin baru, dan mengharapkan tuntunan dari para sesepuh, pengelingsir desa dan semua karma  Desa Adat Karangasem. Dirinya berkomitmen mengabdi secara tulus iklas menjaga dan melestraikan budaya Bali, mejalankan roda organisasi stas dasar awig-awig dan perarem Desa Adat Karangasem. Terkait dengan jalainan kerja sama antarlembaga, pihaknya akan bersinergitas dengan pemerintah, pihak puri dan desa adat guna mewujudkan Desa Adat Karangasem yang  Santhi dan Jagadhita.   Terakhir, dia mengajak semua pihak agar tetap kokoh menjalankan kehidupan desa ada, sukreta bidang parahyangan, sukreta bidang pawongan dan sukreta bidang palemahan.

Turut memberikan sambutan Bendesa Madya Kabupaten Karangasem I Komang Sujana, yang dalam sambutannya menekankan agar Prajuru Desa Adat Karangasem yang baru mengoptimalkan potensi desa untuk kesejahteraan krama, Lembaga Perkreditan Desa agar dihidupkan Kembali, dan meminimalisir masalah di desa adat. Dia optimis Desa Adat Karangasem akan lebih maju setelah mendengar komitmen Kelian Desa Adat yang baru untuk bersinergi dengan puri dan pemerintah.

Sambutan Pengelisir Puri Agung Karangasem A.A. Parta Wijaya, menekankan agar prajuru yang baru tidak hanya bersinergi dengan puri dan pemerintah saja tetapi juga bersinergi dengan geria, pimpinan umat beragama dan tokoh-tokoh masyarakat. Manggala Puri Karangasem juga menyampaikan terima kasih atas pemberian nama Taman Budaya Karangasem menjadi Taman Budaya Kapten A.A. Made Karang Chandra Buwana

Bupati Karangasem yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Karangasem I Ketut Sedana Merta dalam sambutannya menekankan agar Desa Adat Karangasem bisa memberikan pengayoman kepada semua krama desa adat, krama tamiu maupun tamiu. Desa Adat Karangasem agar mempedomani awig-awig, pararem, uger-uger Bali Mawa Cara dan Negara Mawa Tata. Mengakhiri sambutannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Karangasem juga minta agar Desa Adat Karangasem senantiasa mendukung program Pemerintah Kabupaten Karangasem demi terwujudnya Karangasem yang AGUNG.

AA Made Kosalia terpilih melalui musyawarah mufakat dari 3 calon usulan dari 35 banjar se-Desa Adat Karangasem menggantikan IDG Ngurah Surya Y Anom penggantian atarwaktu (PWA) dari Bendesa Adat sebelumnya I Wayan Bagiartha, SH., MH., yang mengundurkan diri September 2024 lalu karena gangguan kesehatan. Dua  calon lainnya Bendesa Adat Karangasem Pergantian Antara Waktu (PAW) IDG  Ngurah Surya Y Anom, Keliang Banjar Belong I Komang Jawi.

Ketua Panitia Ngadegang Kelian dan Prajuru Desa Adat Karangasem I Gusti Ngurah Susila menjelaskan. Proses ngadegang Kelian dan Prajuru Desa Adat Karangasem telah dilakukan melalui musyawarah mufakat Sabtu (28/12/2026) lalu sesuai ketentuan pasal 29 ayat (2) Peraturan daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Desa Adat di Bali tanggal 28 Mei 2019. CMN-Red.

Facebook Comments

error: Content is protected !!