November 2, 2026
News

Menteri Pariwisata RI Hadiri  Penyineban Karya Agung Panca Wali Krama di  Pura Hulundanu Batur

BANGLI (CAHAYAMAS-NEWS.COM)=Menteri Pariwisata Republik Indonesia  Widiyanti Putri Wardhana menghadiri  Penyineban Karya Agung Manca Wali Krama di  Pura Hulundanu Batur, Desa Songan, Kecamatan  Kintamani Selasa (6/10/2026). Hadir dalam acara tersebut Bupati Bangli – Sang Nyoman Sedana Arta, KadisparProv. Bali – I Wayan Sumarajaya, Kadispar Kab. Bangli – I Wayan Dirga Yusa, Tetua Adat – Guru Kubayan Muncuk, Pengrajeg Karya A. A. Gede Wiraguna, Koordinator Panitia Upacara Agung Manca Wali Krama – I Nyoman Alit Adiana.

Disambut oleh tarian Hanoman sambil follow sampai venue Bale Panjang Utara diiringi Balai Ganjur selanjutnya menuju Utama Mandala  menuju Pelinggih Ratu Dewi Danu  dilanjutkan Penandatangan Pengeling-eling. Dalam sambutannya Menteri Pariwisata Republik Indonesia Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan, atas nama Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto dapat hadir dalam acara Penyineban/Penutupan upacara Tawur Agung  Manca Wali Krama. Presiden juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh masyarakat Desa Adat Songan sebagai pengempon Pura Hulundanu Batur.

“Upacara sepuluh tahunan ini adalah bukti ketulusan bhakti, kebersamaan dan gotong royong yang selalu dijaga secara turun temurun dalam menjaga kelestarian Danau Batur,” ujarnya.

Bagi Kementrian Pariwisata seperti ditulis dalam naskah Pangeling Eling Pura Hulundanu Batur makna yang terkandung dalm konsep Pradana Tirta Amerta beserta juga Purusa dalam pelaksanaan upacara Tawur Agung Manca Wali Krama menjadi nilai-nilai dasar yang menjaga budaya warisan geologi serta keanekaragaman hayati Danau dan Gunung Batur.

Geopark Batur dilindungi dalam kawasan yang ditetapkan sebagai kawasan salah satu Unisco Global Geopark sejak tahun 2012. Kementrian Pariwisata hadir bersama masyarakat Desa Songan dalam menjaga kesucian Gunung dan Danau Batur serta mengembangkan pariwisata berbasis budaya yang lestari, bermanfaat bagi masyarakat.

”Semoga upacara ini membawa kerahayuan , kesejahtraan dan keharmonisan bagi Bali  dan seluruh Indonesia,” ucapnya.

Senada dengan tema “Mementum Penyucian Alam, Pelestarian Gunung dan Danau Batur Serta Penguatan Kehidupan dan Kesejahtraan Masyarakat Bali. Disinggung harapan yang telah diselenggarakannya upacara ini, Putri Wardana mengatakan, Pemerintah pusat sangat pengapresiasi dilestarikannya budaya dengan diselenggarakannya upacara sepuluh tahun sekali dilaksanakan selama 25 hari, ini sangat penting guna melestarikan budaya dan juga alam.

“Sementara dibidang pariwisata budaya sangat sejalan dengan Pariwisata berkwalitas berkelanjutan, berharap upacara ini diselenggarakan secara berkelanjutan,” harapnya. *** CMN=NT///Tim.

Facebook Comments

error: Content is protected !!