September 10, 2026
Bali

PHDI Bali dan Majelis Desa Adat Provinsi Bali, Gelar Upacara Peneduh Bumi di Empat Penjuru Bumi

AMLAPURA (CAHAYAMASNEWS). Bertepatan pada rahina Buda Pon, Tilem Sasih Kedasa, Rabu, (22/4/2020), PHDI Bali dan Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali melaksanakan upacara Peneduh Bumi atau Penegep Jagat di Pura Besakih, serta secara serempak di empat penjuru bumi yakni di Timur, Barat, Selatan, dan Utara. Menurut Ketua Majelis Desa Adat Provinsi Bali, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, bahwa sesuai Lontar Roga Sangara Bumi, sekarang upacaranya secara serentak diselenggarakan nyatur segara bumi.

Ketua Majelis Desa Adat Provinsi Bali, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet menjelaskan, jika upacara Peneduh Bumi atau Penegep Jagat ini merupakan upacara tambahan atau penyempurna dari seluruh rangkaian upacara yang telah digelar mulai dari upacara Tilem Sasih Keenam, Kepitu, Kaulu, kemudian peneduh jagat sampai Tawur Kesanga. Ini merupakan upacara peneduh jagat, peneduh bumi, agar rangkaian Sasih Keenem, Kepitu, Kaulu, dan Kesanga, sampai Kedasa menjadi sempurna, karena sasih Kedasa saat ini merupakan Ngunye Kesanga.

“Sasih Kedasa sekarang itu Ngunye Kesanga, dimana para butha kala utamanya Sang Panca Maha Butha, sane meduwe kalangan kita Somia-kan. Dengan Somia-nya butha kala itu melalui upacara ini, dan perilaku kita semua, baik perkataan, pikiran, dan perbuatan, dan dengan upacara-upacara peneduh jagat, peneduh gumi, dan Tawur Kesanga, kita mendoakan agar alam semesta ini damai,” terangnya. Dimana lanjut Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet, Somia itu artinya berubah dari karakter butha yang kira-kira akan menimbulkan banyak bahaya, wabah, penyakit, wereng, gering, sasab, seperti wabah virus corona ini, setelah Somia kemudian menjadi dewa, penolong, pengasih, dan penyayang, dan wabah itu diharapkan akan hilang.

Terkait adanya Pandemi Covid-19 yang mana sudah merambah ke Bali ataupun segala penyakit lainnya diharapkan dapat dituntaskan dengan adanya Panca Maha Butha yang Somia ditambah lagi pada Purnama Kedasa yang merupakan puncak karya Ida Bhatara Turun Kabeh, dan Ngusaba di Ulun Danu Batur. “Tujuannya adalah agar Nemu Sukerta Santhi Jagat Dhita. Semoga masyarakat kembali bisa bekerja mencari nafkah untuk keluarga mereka,” ujarnya.

Dengan tetap menerapkan social distancing, upacara tersebut hanya dihadiri beberapa pemedek saja yang mengikuti persembahyangan yang dilangsungkan di Padma Tiga, Penataran Agung, dan di Pura Besukian, di antaranya; Bupati Karangasem, IGA Mas Sumatri, Wakil Bupati yang juga Ketua Majelis Desa Adat Karangasem, I Wayan Artha Dipa, Ketua Majelis Adat Provinsi Bali, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, serta sejumlah pejabat lainnya. *** Cahayamasnews.com/Tim-02.

Facebook Comments

error: Content is protected !!