September 9, 2026
Pendidikan

Renungan Mendalam “Brata Semesta”, Cara Tuhan Menuntun Umat-Nya

Istilah “Brata semesta” ini dimunculkan akibat renungan di balik misteri menghadapi makhluk halus yang bernama virus Corona yang saat ini sedang mewabah di seluruh Negara di dunia. Tampaknya Tuhan melalui virus Corona menuntun dan mengajak kita semua melakukan “Brata semesta”, mengendalikan diri, tinggal di rumah meredakan dan memperkecil sementara ruang gerak aktivitas di dunia material.

Memfokuskan perhatian dan menjaga stabilitas emosi, nafsu, dan ego personal secara bersama-sama di seluruh dunia, agar lebih mengutamakan kesehatan. Karena kesehatan dalam konteks kehidupan, merupakan yang paling vital nan esensial. Berpikir dan melangkah ke arah itu, sesuai anjuran-anjuran dan juga ketegasan pemerintah adalah karma kebajikan, ini merupakan “Praktek brata” yang terkondisi dalam perilaku, yang bisa menyelamatkan diri dan juga meringankan beban pemerintah dan masyarakat (karma rajasika terkendali sifat sattwam).

Selanjutnya bila perilaku kebajikan (Karma sattwan) diarahkan dengan penuh kesadaran dan bisa terkondisi dengan penuh keyakinan, melaksanakan puja dan memuliakan-Nya secara teratur, serta sadar mohon pengampunan, itu artinya bangkitnya sifat-sifat atman nan suci menuju sumber-Nya yaitu: Brahman, merupakan puncak kebahagiaan sejati.

Ketika sefat-sifat ketenangan dan kebahagiaan ini mengalir, meresapi pikiran, rasa, nafsu, dan ego, maka segela kegelisahan perlahan menjauh menjadi wiweka. Wujudnya kreativitas perilaku melihat sumber-sumber kehidupan lain yang tersedia di alam semesta yang wajar di gali dengan penuh hormat dan bhakti. Tidak seperti selama ini ambisius material hingga tidak sadar lagi dengan penderitaan orang lain akibat ulah buruk kita.

Meracuni makanan, memperkosa alam, menjauh dari nilai toleransi, menghinakan diri atas pengetahuan karena ambisi panggung dan lain-lain. Arena kegelapan ini mesti mulai disadari dengan “Brata semesta”, agar kita kembali ke pangkuan kasih-Nya, agar terampuni oleh kemarahan-Nya dan terlindungi dalam keselamatan bersama. “Brata semesta” sesungguhnya sudah riil saat ini penurunan energi material dunia diserap oleh penanggulangan makhluk halus Corona ini.

Itu artinya, sadar tidak sadar, mengeluh, gelisah mesti diserahkan kepada-Nya, dalam prinsip  logika manusiawi dan keyakinan kepada kuasa-Nya. Semoga “Brata semesta”  ini kita semakin sadar, bahwa Tuhan selalu mencibir dengan penuh kasih membawa kita kembali kepada-Nya, semoga menjadi renungan dan refleksi. Bersambung. *** Cahayamasnews.com. Sri Guru Hasta Dhala (Pendiri & Pemilik Ashram Vrata Wijaya, Denpasar).

Facebook Comments

error: Content is protected !!