
Perbaikan Jalan di Desa Wisata Penglipuran Jadi Prioritas Tahun 2021
BANGLI (CAHAYAMASNEWS). Perbaikan kerusakan jalan di Desa Wisata Penglipuran, Kelurahan Kubu, Bangli bakal di prioritaskan tahun 2021. Sementara tahun ini perbaikan belum memungkinkan lantaran anggaran tersedot ke penganan Covid 19. Hal itu diungkapkan Sekdis Dina Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bangli I Made Soma, Selasa (02/06/2020). Pihaknya tak menampik kalau jalan menuju Desa Wisata Penglipuran mengalami kerusakan. Hal ini diakibatkan banyak kendaraan yang bertonase tinggi masuk ke Desa Wisata Penglipuran, akibatnya jalan menjadi rusak. “Kita telah melakukan pengcekan kondisi jalan dan memang rusak, khusunya perbatasan badan jalan dengan bahu jalan,”papar pria asal Gianyar itu.
Jelas dia, pihaknya bakal memprioritaskan perbaikan jalan di Desa Wisata Penglipuran tahun 2021. Dimana, perbaikan akan diambil mulai pintu masuk dari jalur Bangli-Kintamani ke arah selatan hingga di ruas jalan menuju Makam `Pahlawan, Kubu. Selain peningkatan kapasitas hotmix, juga akan dilakukan pelebaran jalan dan perbaikan saluran drainasenya. “Saat ini jalan memang relatif sempit, kalau bus besar masuk otomatis macet. Saat situasi wisata normal jalan ini banyak dilalui bus wisata,” ucapnya.
Sebelumnya, Ketua Pengelola Desa Wisata Penglipuran I Nengah Moneng, mengeluhkan ruas jalan yang menghubungkan Desa Wista Penglipuran, Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli dengan Banjar Buungan, Desa Tiga, Kecamatan Susut, Bangli mengalami kerusakan yang cukup parah, sehingga sangat mengganggu kenyamanan para wisatawan yang akan menuju terminal 2. Padahal Desa Wisata Penglipuran sebagai penghasil PAD kedua setelah Kintamani. Terkait kondisi jalan rusak ini, Pengelola Desa Wisata Penglipuran meminta pemerintah agar segera melakukan perbaikan. “Kalau memang tahun ini perbaikan bisa dianggarkan, sebaiknya saat ini diambil, saat desa wisata ditutup. Pasalnya, kalau nanti pas dibuka dikerjakan dikhawatirkan akan menimbulkan kemacetan,” ujar
Ruas jalan yang menghubungkan Penglipuran degan Banjar Buugan, adalah jalan kabupaten, maka pihakna tidak berani menyentuhnya. Karena itu, pihaknya berharap agar pemerintah segera melakukan perbaikan, semasih kondisi desa wisata masih sepi. Dikatakan, kerusakan jalan terjadi di sejumlah titik. Hal ini disebabkan, selain lantaran sering dilalui kedaraan besar seperti bus dan truk, juga akibat kelembaban. “Apapun penyebabya, kita harap perbaikan dilakukan. Karena nanti bisa memberikan image negatif pada wisatawan yang berkunjung ke Penglipuran,” ujarnya. *** Cahayamasnews.com/Tim-Agung Natha.









Facebook Comments