
Potong Pohon Albesia Setinggi 20 Meter, Waktu Terjatuh Meninggal Dunia
BANGLI (CAHAYAMASNEWS). Nasib naas dialami seorang tukang tebang pohon I Nyoman Waktu asal Banjar/Desa Sulahan, Kecamatan Susut, Senin (27 /07/2020) sekitar pukul 10.30 Wita di Tegalan milik Sang Nyoman Puriawan, tepatnya di sebelah utara Pura Dalem Banjar Adat Juukbali, Desa Susut, Kecamatan Susut. Akibat tersenggol dahan yang dipotongnya korban jatuh dengan ketinggian pohon albesia sekitar 20 meter.
Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhasi saat dihubungi Senin, (27/07/2020) membenarkan adanya peristiwa meninggal karena jatuh dari pohon sekitar pukul 09.30 Wita korban I Nyoman Waktu bersam saksi I Ketut Sudarsana (38), alamat Banjar Susut Kaja, Desa Susut, Kecamatan Susut dan I Made Giri Apriana yang tinggal di banjar yang sama.
Keduanya menuju TKP untuk menebang pohon albesia di tegalan milik Sang Nyoman Puri di sebelah utara Pura Dalem Banjar Adat Juukbali. Sebelumnya korban memanjat pohon untuk memotong dahan, sekitar pukul 10.30 Wita, korban terjatuh diduga akibat tersenggol dahan yang dipotongnya. Melihat kejasian itu, I Ketut Sudarsana berusaha menolong korban, sedangkan Made Giri Apriana menghubungi orang tuanya untuk menyampaikan bahwa korban terjatuh dari pohon dan mohon segera mengirim mobil untuk membawa korban ke RSUD Bangli guna mendapat pertolongan medis.
“Dari hasil pemeriksaan dokter jaga RSUD Bangli, korban dinyatakan meninggal dunia. Selanjutnya kejadian tersebut dilaporkan ke Poksek Susut guna penanganan lebih lanjut,” jelasnya. Sulhadi menambahkan, dari hasil pemeriksaan luar dokter jaga RSU Bangli, dr. Ayu Arpiliani, menerangkan bahwa: korban pada saat sampai di rumah sakit Bangli sudah dalam keadaan lemas dan tidak sadarkan diri, mengalami luka benjolan di dahi kiri sebesar 5 cm. “Diduga, patah tulang leher mengakibatkan korban meninggal,” ujarnya. *** Cahayamasnews.com/Tim-Agung Natha.









Facebook Comments