
Peduli Korban Kebakaran Rumah, Anggota DPRD Bersama Plt. Ketua DPD Golkar Karangasem Berikan Bantuan
AMLAPURA (CAHAYAMASNEWS). Anggota DPRD Kab. Karangasem I Gusti Ngurah Gede Subagiartha, dan Plt. Ketua DPD Golkar Karangasem, bersama – sama mengunjungi korban kebakaran rumah dan dapur, di Banjar Dinas Darma Winangun, Desa Tianyar Timur, Kecamatan Kubu Karangasem, untuk memberikan bantuan sembako dan santunan. Seperti diketahui, pada Minggu 26 Juli 2020 lalu, korban usia lanjut I Nyoman Danta Mudana (77) tahun, mengalami musibah. Dimana bangunan miliknya hangus terbakar hingga rata dengan tanah. Bangunan dengan 2 kamar tidur yang terbakar hingga api mejalar ke bangunan lain, yakni bangunan dapur yang berbahan bedeng dan atap ilalang serta 1 unit bangunan gudang tempat penyimpanan, tak luput dari amukan api.
I Gusti Ngurah Gede Subagiartha, anggota DPRD Karangasem yang juga Ketua Fraksi Nasdem, saat dikonfirmasi via telpon, Rabu (29/7/2020), mengaku, kehadirannya bersama I Gusti Ngurah Setiawan, setelah mendengar dari teman di organisasi Karang Taruna Karangasem. Begitu mendengar ada korban kebakaran, kami berdua langsung turun ke lokasi Senin (27/7/2020).
“Kunjungan kami ke rumah korban kebakaran adalah sebagai bentuk kepedulian sebagai anggota DPRD dan sudah menjadi kewajiban untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Sebagai bentuk rasa prihatin, kami menyerahkan bantuan sembako dan satuanan untuk sekadar membantu meringankan beban hidupnya. Ini murni sosial kemanusiaan, tidak ada muatan politik. Selain untuk memberikan bantuan kami berdua juga bertujuan untuk memberi support kepada korban,” ungkapnya.
Plt. DPD Golkar Karangasem I Gusti Ngurah Setiawan, mengaku sangat prihatin dengan nasib korban pasca rumahnya terbakar. Hal itu dilakukan untuk memberikan sekadar bantuan. Mudah-mudahan bisa sedikit meringankan beban dari keluarga korban, dan kembali ditegaskan, ini murni gerakan kemanusiaan, tidak ada muatan politiknya.
“Jangan dilihat besarannya, semoga korban segera dapat perhatian dari pemerintah. Mengingat korban kebakaran rumah itu, tinggal bersama istri dan dua cucunya yang masih SD kelas 3 dan kelas 2. Kebetulan orang tua dari kedua cucunya bercerai, sehingga sang kakeklah yang mengasuh keseharian kedua cucunya, dengan tempat tinggal seadanya dan tanpa memiliki pekerjaan tetap, melainkan hanya mengandalkan hasil yang tidak seberapa dari kebun dengan kondisi tanah lahar, untuk melanjutkan hidupnya,” ujarnya seraya menambahkan bahwasannya atas peristiwa itu korban sekarang tidak memiliki apa – apa. *** Cahayamasnews.com-Tim-01.









Facebook Comments