September 10, 2026
News

Jaga Roh Kesenian dan Kreatifitas Seniman, Pemprov Bali Kembali Gelar Festival Seni Bali Jani ke-II

PEMPROV BALI (CAHAYAMASNEWS). Di tengah pandemi COVID-19, Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Kebudayaan Provinsi Bali tetap berkomitmen untuk menyelenggarakan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) II guna tetap menjaga ‘roh’ kesenian Bali berikut elan kreatif para seniman dan pekerja seni lintas bidang. Festival ini sedianya akan berlangsung pada 31 Oktober-7 November 2020, disajikan secara virtual di kanal youtube Disbud Prov. Bali. Menurut Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Prof. Dr. I Wayan ‘Kun’ Adnyana, S.Sn., M.Sn., festival kali ini mengusung tagar utama #Bali Arts Virtual, dimana seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui media virtual, dan/atau gabungan pergelaran langsung (luring) dengan virtual (luring), dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan sebagai bagian dari ketentuan pelaksanaan.

Format festival ini kata I Wayan ‘Kun’ Adnyana, diharapkan dapat menjangkau seluas-luasnya kemungkinan kreatif atas pengolahan virtual sebagai konsep (merujuk upaya elaborasi dan eksplorasi terkait estetik, stilistik, teknik artistik dan tematik), serta wahana atau media (penggunaan berbagai piranti media baru (digital) dalam proses dan penyajiannya). Festival Seni Bali Jani yang kali pertama digelar tahun 2019 ini, merupakan kegiatan apresiasi budaya untuk pemajuan kesenian modern, kontemporer, dan kesenian yang bersifat inovatif.

“Penyelenggaraan yang kedua kalinya, pada tahun 2020 ini merupakan implementasi dari Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, serta Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali,” ujar I Wayan ‘Kun’ Adnyana seraya menambahkan, bahwasannya format penyelenggaraan festival secara virtual ini, merupakan sebentuk transformasi sosial bagi masyarakat Bali. Ada proses alih pengetahuan dan keterampilan yang terjadi serentak di Bali, yakni terkait proses persiapan dan produksi suatu pementasan karya seni komunal secara daring, termasuk bagaimana cara publik menikmati serta meng-hikmati sajian tersebut.

Ini bukan semata festival kesenian, melainkan juga sebuah upaya bersama menjaga optimisme masyarakat di tengah rundungan berita tentang COVID-19. Melalui program seni yang berkesinambungan secara terencana, terkelola, dan terlaksana dengan baik, diharapkan mampu menumbuhkan solidaritas masyarakat agar peduli pada sesama. Sigap tanggap dalam menghadapi kesulitan dan problematik sosial. “Seni bukan hanya menghadirkan keindahan, melainkan juga seruan kesadaran,” imbuh Kun Adnyana yang dikenal juga sebagai perupa yang kerap berpameran di dalam dan luar negeri.  *** Cahayamasnews.com/Hms-Tim.

Facebook Comments

error: Content is protected !!