September 10, 2026
News

Tergerus Air Bah, Jalan Tegalalang-Tambahan Putus, Warga Bangun Jembatan Darurat

 

BANGLI (CAHAYAMASNES.COM). Dampak  hujan deras yang mengguyur daerah Bangli  jalan penghubung Lingkungan Tegalalalang, Kelurahan Kawan, Kecamatan Bangli dengan Banjar Tambahan, Desa Jehem, Kecamatan Tembuku paska kembali diterjang banjir, akhirnya putus Sabtu (16/01/2021) sore. Akibatnya, akses jalan kedua wilayah menjadi macet. Atas kejadian itu, warga setempat yang dimotori Kelian Subak  Tegalalalang Sang Ketut Recana dan anggota polisi Dewa Ketut Rencana, Minggu (170/1/2021), membangun jembatan dadurat dengan menggunakan bahan bambu.

Jembatan dengan panjang 6 meter dengan kelebaran 1,5 meter tersebut dibuat secara gotong royong oleh warga. “Jembatan ini kami buat dengan swadaya, baik bahan, konsumsi maupun tenaga,” jelasnya. Kata dia, dengan terputus jalan tersebut otomatis  akses masyarakat menuju lahan garapan mereka terhambat, walau ada jalan alternatif menuju lahan di seberang, namun harus memutar dengan jarak tempuh yang cukup jauh. Karena kondisi tersebut, dirinya bersama Dewa Rencana, yang seorang polisi mengkoordinir warga untuk membuat jembatan bambu. “Kami dari pagi lakukan gotong royong. Astungkara hingga siang kemarin, jembatan sudah bisa dimanfaatkan oleh pengendara sepeda motor,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan, lahan garapan warga di Tegalalalang sebagian besar ada di wilayah timur, yakni mencapai 22 hektar. Dimana, lahan tersebut digarap sekitar 60 KK. Makanya, dengan putusnya jembatan otomtis masyarakat tidak bisa membawa sarana prasarana pertanian, pakan ternak dan lainnya. “Jalan ini juga merupakan jalan pintas masyarakat di lima dusun di wilayah Jehem seperti Dusun Tambahan Bakas,Tengah, Kelod, Dusun Pembungan dan Dusun Pasekan menuju Kota Bangli,” katanya.

Pihaknya berharap Pemkab Bangli melalui BPBD bisa melakukan perbaikan atas jalan putus ini. Dia kembali menyebutkan, kalau tidak bisa dibangun jembatan di lokasi,  untuk menghindari air meluap bisa dibangun terowongan dengan diameter yang lebih besar. Kalau musim hujan volume air sangat besar, sehingga terowongan tidak mampu menampungnya,” harap Rencana. *** Cahayamasnews.com-NT.

Facebook Comments

error: Content is protected !!