September 10, 2026
News

Yakinkan Peserta Bebas Covid-19, Rapat Rutin Pemkab Karangasem Diisi Acara Rapid Antigen

AMLAPURA (CAHAYAMASNEWS). Guna memastikan semua undangan/peserta yang mengikuti rapat rutin terbebas dari Covid-19, Pemerintahan Daerah Kabupaten Karangasem  melaksanakan Rapid Tes Antigen, Rabu (20/01/2021, ditengah pandemi Covid-19 yang sampai saat ini juga belum usai, Rabu 20/1/2021. Undangan yang hadir berjumlah sekitar 64 udangan lebih, yakni seluruh OPD, Intansi terkait, dan seluruh camat se-Karangasem, bertempat di wantilan kantor bupati.

Pada kesempatan yang sama, staf bagian di lingkungan Setda Karangasem yang memiliki mobilitas tinggi mendampingi Pimpinan juga melakukan Rapid Tes Antigen guna mengetahui kemungkinan bila terindikasi Covid-19. Seperti bagian humas, ajudan, sekpri, patwal dan sopir. Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri menjelaskan, melaksanakan Rapid Antigen ini  guna memastikan seluruh peserta rapat, bebas virus Covid-19. Dalam waktu 20 menit, hasil rapid antigen dapat diketahui.

Bupati Mas Sumatri mengimbau, meskipun hasil yang keluar negatif, tapi dimohon untuk tetap menegakkan protokol kesehatan.  Untuk itu peserta rapat tetap diminta disiplin melaksanakan Prokes Covid-19. Sementara itu Sekda Kabupaten Karangasem, I Ketut Sedana Merta mengungkapkan, dimana pada prinsipnya disamping menggelar giat rapat rutin. Pihaknya juga melihat kluster perkantoran walaupun dari sisi jumlah masih terukur, tapi dengan ini menjadi tahu siapa-siapa yang terindikasi.

“Kalau tidak dia akan semakin hati-hati kita ingin lihat juga memberi contoh, bahwa dengan dirapid kita juga proses awal mengamankan pelayanan pemerintah.,” ujarnya. Intinya, lanjut Sekda Sedana Merta, kalau pemerintah banyak yang nanti positif, masyarakat juga akan tidak bisa terlayani. “Dengan proses waktu akan pelantikan bupati yang baru, kan kita juga memberikan momen. Sebenarnya ini rapat rutin cuman dikombinasikan dengan giat swab antigen,” jelas Sekda Sedana Merta.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem, I Gusti Bagus Putra Pertama mengatakan, ini dalam rangka untuk screneng jadi dengan berkembangnya sekarang kan cluster,  selain kluster upacara adat, kluster keluarga, perkantoran, adalah salah satu penyebab naiknya kasus pandemi ini.  “Kita pemerintah daerah berupaya untuk menekan supaya tidak ada cluster perkantoran, salah satunya dengam screneng ini. Jadi kalau sudah Rapid Tes Antigen dan hasilnya negatif  paling tidak pimpinan perangkat daerah yang kontak di kantor dijaminkan,” jelasnya. *** Cahayamasnews.com/Tim-01

Facebook Comments

error: Content is protected !!