
Tim Tanggap Bencana Golkar Karangasem Sambangi Rumah Duka di Seraya, Berikan Bantuan dan Santunan
Amlapura (Cahayamasnews). Tim tanggap bencana bentukan partai golkar Kab. Karangasem senin, 1/3/2021 menyambangi keluarga (Almarhum) korban meninggal dunia di Banjar Suluban Desa Seraya Barat, Karangasem. Tim dipimpin oleh Ketua DPD Golkar Kab. Karangasem bersama AMPG, KPPG dan beberapa anggota fraksi Partai Golkar yang duduk di kursi dewan. Tim diterima oleh orang tua korban I Made Masdita.
Pantauan di rumah duka tampak suasana sedih dan sangat kehilangan atas kepergian almarhum I Wayan Nuri Astawa (kenek) usia 34 tahun, bekerja di toko sembako di Karangasem. Korban meninggal akibat tertimpa pohon tumbang yang terjadi di Dusun Telaga, Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem Minggu (28/2/2021) pukul 14.45 wita. Saat korban bersama rekannya I Kadek Juliawan, 30 tahun (sopir) asal Banjar Dukuh, Desa Bebandem, mengalami luka pada pelipis, dan dirawat di Puskesmas Bebandem, sedangkan korban Nuri Astawa meninggal di tempat kejadian mengalami luka bagian perut dan hidung mengeluarkan darah.
Menurut orangtua korban jenasah hari ini dikebunikan di setra desa setempat. Akui anaknya sangat rajin dan ulet bekerja juga bertanggung atas keluarga terutama terhadap istri Ni Ketut Citra, tampak masih sangat sedih atas kepergian suaminya meninggalkan 3 putri yang masih kecil. Yakni anak petama masih duduk di bangku SD kelas 6 dan anak kedua kelas 3 SD. I Made Masdita orang tua korban mengucapkan terima kasih kepada tim tanggap bencana Partai Golkar Karangasem telah datang dan sekaligus memberikan bantuan.
Sementara Ketua DPD Golkar Kab. Karangasem I Gusti Ngurah Setiawan mengatakan, turut berbela sungkawa. “Bantuan berupa sembako dan santunan ini sekadar dari Partai Golkar Kab. Karangasem sebagai komitmen kepedulian kemanusiaan,” ujarnya seraya berharap kepada pemerintah segera bertindak bersama dinas terkait, sebab sudah banyak pohon besar dan tua, akarnya juga sudah lapuk selain itu akibat hujan yang terus mengguyur mengakibatkan tanah menjadi tergerus oleh air yang membuat rawan terjadinya pohon tumbang.
Sebagai bentuk antisipasi terhadap bencana alam, diharapkan jalur Sibetan menuju Selat yang banyak pohon tua agar segera mengkoordinasikan dengan dinas terkait untuk segera bertindak. Rekannya Ni Luh Supartini mengakui memang almarhun sangat rajin dan bertanggung jawab terhadap pekerjaannya. Juga almarhum sangat humoris dan sering bercanda gurau bersama rekan kerjanya. Dia merasa sangat kehilangan atas kepergian almarhum.
Pemilik toko beras Ricky, juga merasa sangat kehilangan almarhum. Ya memang Ricky sangat senang memiliki karyawan seperti almarhum. Diceritakan sebelum merengut nyawanya, almarhum bersama sopir mengirim sembako ke Selat dan sekitar pukul 14.00 Wita, almarhum sempat melakukan komunikasi, bahwa dirinya sedang perjalanan pulang ke toko. Kemudian Ricky kembali menghubungi almarhum dan tidak bisa dihubungi lagi. “Begitu mendengar informasi bahwa mobil box mengalami bencana ditimpa pohon. Langsung kami urus sampai mengatarkan jenasah ke rumah duka, dan juga memberikan bantuan untuk kelengkapan prosesi pemakaman almarhum,” katanya. *** Cahayamasnews.com/Tim-01









Facebook Comments