
Harga Salak Anjlok, Bupati Ajak Masyarakat Gunakan Buah Lokal Saat Upacara Keagamaan
AMLAPURA (CAHAYAMASNEWS). Menanggapi harga salak pasca panen raya yang harganya anjlok, bahkan ada sejumlah petani yang sampai enggan memanen hasil kebunnya untuk mengurangi kerugian lebih banyak, Bupati Karangasem I Gede Dana, S.Pd., M.Si., mengaku belum bisa berbuat banyak melainkan hanya bisa mengimbau kepada masyarakat Karangasem untuk menggunakan buah lokal pada saat hari raya, seperti momen hari raya Nyepi yang akan datang ini. Demikian disampaikan Bupati Karangasem usai membuka acara rapat di wantilan Senin (13/3/2021).
“Di tengah pandemi sampai saat ini masih berlansung yang berdampak terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, saya belum bisa berbuat banyak untuk membantu masyarakat. Ke depan saya berkeinginan agar hasil perkebunan salak di Karangasem, bisa dijual lintas kabupaten. Kepada masyarakat Karangasem khususnya, untuk bisa membantu para petani salak dengan cara lebih mengutamakan menggunakan buah local terutama buah salak pada saat hari raya,” ujar Bupati Gede Dana.
Ditambahkan Gede Dana, untuk jangka panjang pemerintah akan membuat usaha milik daerah untuk mengolah buah salak menjadi menjadi kripik dan waine yang sudah pernah diproduksi terutama di saat musim panen raya. Merosotnya harga salak saat ini juga diakui oleh seorang pengepul Gede Oki asal Desa Duda Timur, Kecamatan Selat.
Pengepul tersebut sering mengirim buah salak ke pulau Lombok. Dia menjelaskan harga salah saat ini, harga di petani berkisar Rp. 3.000,- sampai Rp. 4.000,- perkilo dan biasa dijual dengan harga Rp.7.000. Sedangkan untuk salak gula pasir perkilo Rp. 11.000 hingga Rp. 12.000,- dan dijual dengan harga Rp. 15 000,- perkilo. *** Cahayamasnews.com/Tim-01









Facebook Comments