
Krama Desa Batur Gelar Bhakti Pepranian Sebelum Ida Bhatara Mesineb.
BANGLI (CAHAYAMASNEWS). Sebagai kelanjutan rangkaian dari Karya Pujawali Ngusaba Kedasa, di Pura Ulun Danu Batur, Kintamani, Bangli, masyarakat Desa Pakraman Batur, Jumat (09/04/2021) hanya terbatas ngaturang bhakti Pepranian. Acara yang dipusatkan di areal Madya Mandala Pura Ulun Danu Batur, diikuti oleh puluhan krama (masyarakat) setempat. Bhakti Pepranian ini juga dihadiri oleh Asisten 1 Setda Provinsi Bali didang Pemerintahan dan Kesra I Gede Indra Dewaputra didampingi Karo Kesra I Ketut Sukranegara, Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta,Wakil Bupati I Wayan Diar., Dandim 1626 Bangli Letkol Inf I Gde Putu Suwardana, S. I.P., Ketua DPRD Bangli I Ketut Suastika dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Bangli.
Manggala karya, Jro Gede Batur Duhuran didampingi Jero Gede Batur Alitan pada kesempatan itu menjelaskan, tujuan dari pelaksanaan bhakti pepranian adalah sebagai wujud syukur sekaligus permohonan maaf ke hadapan Ida Bhatara, bilamana selama Ida Bhatara nyejer, ada kekurangan yang tidak sengaja kita perbuat. “Sebagai manusia, tentu kita tidak bisa lepas dari kesalahan. Apalagi Pujawali Ngusaba Kedasa merupakan karya yang besar. Tentu ada saja kekurangan atau yang terlewatkan. Jadi bhaktipepranian merupakan sarana kita memohon maaf kepada beliau, seraya memohon agar Ida Bhatara memberikan keselamatan dan kesejahteraan untuk alam semesta beserta isinya,” jelasnya.
Sambung Jro Gede Batur Duhuran, sebelum bhakti pepranian, dilaksanakan dengan bhakti Tari Baris perang-perangan disini makna peperangan bukan adu pisik melainkan maknanya perang melawan kebodohan, kelaparan, kesengsaraan, kemelaratan, tarian ini uniknya setelah bertanding menggunakan tombak kemudian saye (juri) sudah menyediakan makanan untuk dimakan bersama berarti sudah berakhirnya peperangan. Dalam Bhakti ini, Tarian Baris dimainkan oleh dua orang. Dimana kedua penari bergerak dari arah yang berlawanan (utara dan selatan). Makna dari perang-perangan ini adalah kalau kita mencari mertha, kita harus berperang dulu.
“Di sini perang yang dimaksud, bukan perang yang sebenarnya. Hanya perang simbolis saja. Bahwa untuk mencari kesuksesan harus berproses dengan kerja keras,” katanya.
Dijelaskan juga, setelah Bhakti Perang-Perangan, dilanjutkan dengan Bhakti Matiti Suara. Matiti suara sebenarnya merupakan bisama atau pituah dari Ida Bhatara. Inti dari pituah ini adalah masyarakat diminta selalu berbuat baik. Pesannya kalau kita berbuat baik, pasti hasil yang akan kita terima juga baik. Adapun potongan pituah dalam Bhakti Matiti Suara ini, kata Jro Gede Batur “Krama desa lan umat hindu sami. Pirengin becik becik ngih. Mule kliki mule biyu, mule akidik mupu liyu.Kriya uapayane anggen “artinya daya upaya dipakai jangan melakukan hal tidak baik. Balik masuriak, ngih”.
Siapapun disana yang bilang ngih (ia) kalau dirumah berkata lain. Itu hukumannya dari sana (Ida Bhatara). “Ini kan semua pituah yang termuat ring purana Pura Ulun Danu Batur. Kami masyarakat Batur sangat meyakini ini,” katanya. Kemudian dilakukan acara titi (jalan) menuju keamanan warga negara dengan melemparkan beras kuning berisi uang kepeng yang artinya, semoga apa yang dilakukan atau dikerjakan mendapat keberhasilan dan kemakmuran serta akan menemukan merta{makanan yang melimpah)”jelasnya.
Lanjut Jro Gede Batur, dalam pelaksanaan bakti pepranian tetap melaksanakan protokol kesehatan. Sedangkan para pemedek, jika telah usai melaksanakan persembahyangan pemedek diharapkan agar langsung pulang ke rumah masing-masing untuk mengurangi kerumunan, pemedek diwajibkan mengikuti aturan yang ditetapkan panitia penyelenggara, pemedek harus tetap menjaga imunitas masing-masing dengan tetap menjalankan pola hidup bersih dan sehat. Mari bersama-sama menjaga diri sendiri dan masyarakat. Mari bersama-sama memohon ke hadapan Ida Bhatara-Bhatari agar Covid 19 segera berakhir,” harapnya.
Berdasarkan laporan dari Sekretaris Panitia Karya Pujawali Ngusaba Kedasa, di Pura Ulun Danu Batur, Kintamani, Bangli menghabiskan biaya diluar sumbangan berupa material sebesar Rp 959.791.000 sedangkan (sumbangan) yang masuk sebesar Rp. 3.257.546.000 sehingga masih ada saldo sebesar Rp.2.297.755.000.berupa uang cash, dikurangi utang pembangunan tahun 2020 hingga April 2021 sebesar Rp. 1.079.720.000, sehingga masih sisa Rp. 1.218.035.000. *** Cahayamasnews.com/Tim-NT.









Facebook Comments