November 7, 2026
News

Rumah Merta Nadi Tertimpa Longsor, Anak Bungsunya tak Dapat Diselamatkan

AMLAPURA (CAHAYAMASNEWS). Isak tangis mewarnai keluarga I Putu Merta Nadi warga Banjar Dinas Pejeng, Desa Menanga, Rendang, Karangasem. Pasalnya, ia kehilangan dan sekaligus harus merelakan kepergian buah hatinya yang baru berusia 5 tahun akibat musibah tanah longsor dan menimpa rumahnya pagi tadi Selasa (3/8/2021) sekitar pukul 05.00 wita.

Tanah longsor yang menimpa korban tersebut dengan ketinggian 25 meter berjarak 8 meter dari rumah korban. Saat peristiwa itu terjadi satu keluarga masih tidur di kamar. Sementara saat dihubungi Kapolsek Rendang, Kompol. I Made Sudartawan, ikut turun ke TKP  mengatakan, longsor kemungkinan disebabkan oleh kondisi tanah yang labil akibat curah hujan tinggi yang turun di wilayah  Kecamatan Rendang sejak beberapa hari trakhir ini, dan sejak kemarin hujan cukup deras hingga pagi hari.

Menurut pengakuan korban sebelum kejadian pemilik rumah mengaku sempat mendengar suara gemuruh, saat itu mereka sedang berada di dalam kamar, semunaya terkena reruntuhan tembok yang jebol tertimpa tanah longsor. “Semua korban telah  dievakausi ke Puskesmas Rendang, istrinya  Merta Nadi mengalami patah tulang dan satu anaknya yang paling kecil dinyatakan meninggal dunia,” ujar Kapolsek.

Korban yang sedang berada di dalam kamar saat kejadian yakni Putu Merta Nadi  (33 tahun) dan istrinya Ni Putu Eka Jayanti (31 tahun) beserta tiga orang anaknya yakni; Ni Luh Anggi Darmayanti (10 tahun), Kadek Adi Saputra (8 tahun) dan Komang Putra Adnyana (4 tahun).

“Putu Merta Nadi dan putrinya Anggi Darmayanti beserta Adi Saputra selamat dan hanya mengalami luka ringan. Sedangangkan istrinya Jayanti mengalami patah pada pergelangan kaki dan anak bungsunya Merta Adnyana tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia saat dibawa ke Puskesmas Rendang,” terang Kapolsek Rendang.

Datangi Rumah Korban, Bupati I Gede Dana Intruksikan Segera Beri Bantuan

Sementara itu, begitu mendengar informasi tersebut, Bupati Karangasem I Gede Dana didampingi Sekda I Ketut Sedana Merta dan Asisten 1 I Wayan Purna, langsung mendatangi rumah korban. “Semoga keluarga tabah mengadapai musibah ini dan berharap kepada perangkat daerah yang membidanginya, segera membantu untuk mengusulkan bantuan ke Provinsi Bali, seperti mendapatkan santunan bagi korban korban,”  pinta Gede Dana.

Pada kesempatan itu, Bupati Gede Dana juga meminta kepada masyarakat yang bermukim di daerah perbukitan, di saat musim hujan untuk selalu waspada dan berhati – hati. Kepada seluruh perangkat daerah sampai tingkat desa, diminta agar cepat tanggap dengan warganya jika ada warga yang tinggal di daerah berisiko, untuk dipindahkan sementara sampai cuaca bersahabat. Perbekel Desa Menanga I Wayan Suartana mengatakan, peristiwa tersebut terjadi akibat hujan deras yang mengguyur daerahnya sejak Senin (2/8) kemarin hingga membuat tanah menjadi labil. Terlebih, di sekitar rumah korban terdapat tebing-tebing yang menjulang cukup tinggi, sehingga cukup rawan terjadi bencana longsor saat hujan turun cukup deras.

“Peristiwa tersebut terjadi pada pagi hari dan suasananya juga masih cukup gelap, sehingga korban tidak sempat untuk menyelamatkan diri karena kejadiannya sangat cepat. Selain itu, saat kejadian juga sedang turun hujan yang cukup deras,” ungkap Suartana.*** Cahayamasnews.com-Tim-01.

Facebook Comments

error: Content is protected !!