Hari Perdamaian Sedunia Dirayakan Lewat Festival Film Perdamaian Perayaan Hari Perdamaian Sedunia yang jatuh pada tanggal 21 September dirayakan di Bali, tepatnya di Ballroom Banjar, Kutabex-Kuta Heritage Hotel-Kuta Bali, Jumat 21 September 2018. Festival film perdamaian terbesar;
Prosesi Pasupati Petapakan Ratu Gede Sakti Puseh Dasar Senganan Kanginan di Pura Luhur Pucak Bukit Sari Oleh: Ni Wayan Eko Yuliyastuti, S.Pd Bertepatan rahina Anggara Paing Medangkungan, Selasa (31/7/2018) pukul 14.00 wita, warga Desa Pakraman Pacung, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, mendak Petapakan Ratu Gede Sakti Puseh Dasar Senganan Kanginan, Kec.
SEJUMLAH ORGANISASI SIAP SUKSESKAN GEMA PERDAMAIAN 2018 Perdamaian akan terwujud bila adanya sikap saling menghormati, dialog dan kerjasama secara terus-menerus antar semua pihak, tanpa membedakan perbedaan agama, suku, budaya, dan lainnya. Seluruh komponen masyarakat harus menyadari arti penting perdamaian sehingga dapat mengupayakannya bersama-sama. Demikian pula para
“Lawan rakwa tayeka panghilanga pataka saka ri kadibyan ing manah, apan nguni ya hetu ning manemu pataka manah atidusta durjana, mangkang arddha matoya rakwa karana nya hilang ika ya toya nirmala, sangsipta nya wisoswatiki kita tan para purihen i duhka ning hidep. Artinya; Sesungguhnya; hanyalah pikiran mulia yang bisa digunakan menyingkirkan pikiran yang
Burungnya Para Dewa, Pengantar Roh ke Swarga Loka Manuk Dewata adalah salah jenis burung yang disakralkan umat Hindu. Pasalnya, dalam upacara ritual Pitra Yadnya burung ini digunakan sebagai Manuk Dewata berfungsi sebagai sarana ‘Pengubes-ubes’saat upacara Pitra Yadnya yakni pada saat mengantar jenasah ke kuburan yang diyakini sebagai pengantar sekaligus pembuka jalan
Oleh: I Nengah Rasmiati Sebelum membahas tentang jenis, bentuk, dan makna ketupat upakara, marilah kita terlebih dahulu menengok ke belakang kapankah munculnya ketupat dalam Hindu. Kita telah ketahui bersama, sebagai umat Hindu hendaknya senantiasa menjalankan ajaran agama Hindu jangan sepotong-sepotong. Dalam Tri Kerangka agama Hindu ada disebutkan Tattwa yakni
MANGGALA MAJELIS ALIT DESA PAKRAMAN KUTA UTARA, BADUNG MENGUCAPKAN HARI RAYA GALUNGAN DAN KUNINGAN. (Dumogi sareng sami ngamolihang kerahayuan lan kerahajengan).
Dikutip dari buku “Jejak Manusia dan Negara Singa” karya Ngurah Paramartha NUANSABALI.COM – Kawista atau dikenal pula dengan nama Bulian (Bulih – asal – awal – kemulan) merupakan lokasi istana Wangsa Warmadewa yang memerintah dari abad ke-10 hingga akhir abad ke-12, dengan raja-raja tercatat dalam prasasti: Kesari Warmadewa (Ugrasena Warmadewa),
Pura Alas Arum Batur, demikian krama pangempon lan panyungsung menyebutnya. Pura ini terletak di Desa Pakraman Batur, Kintamani, Bangli. Lokasinya berdekatan dengan Pura Ulun Danu Batur, tepatnya di bagian timur (luan), berdampingan dengan Pura Pande Batur dan Palinggih Ida Ratu Mbah Api. Pura yang wali atau piodalan-nya jatuh setiap panglong ping kalih Purnama









