“EKSPRESI SENI BERKEKUATAN ESTETIK DAN BERKESADARAN SPIRITUAL” Oleh : I Ketut Murdana (Kamis:04 Juni 2026). MANGUPURA (CAHAYAMASNEWS.COM)=Seni sejak jaman dahulu kala telah hadir “memberi” kepada insan-insan duniawi. Apa yang telah diberi tiada lain adalah nilai-nilai
Seni dan Budaya
“SENI DALAM NILAI-NILAI KESEJAGATAN”. Oleh: I Ketut Murdana (Selasa, 02 Juni 2026). MANGUPURA (CAHAYAMASNEWS.COM)=Seni hadir berproses dari masa ke masa membentuk karakter jamannya. Artinya seni hadir berkarakter mengisi jamannya. Lalu berkembang kuat, menjadi ciri yang mensejarah. Semua itu dilakukan untuk memenuhi selera dan standar kebutuhan jasmani, untuk
“Seni Menggugah Selera Menjernihkan Nilai-Nilai Kehidupan” Oleh: I Ketut Murdana (Rebo, 27 Mei 2026). MANGUPURA (CAHAYAMASNEWS.COM)=Seni hadir merefleksikan sifat dan nilai-nilai kehidupan yang “menyempurna” mencapai sundharam. Teks dan konteks dari semua itu berhubungan dengan sifat-sifat Keilahian, Kemanusiaan dan Alam Semesta lingkungannya.
“SENI PEMBANGKIT RASA ESTETIK, MENYELARAS HARMONI” Oleh: I Ketut Murdana (Senin, 25 Mei 2026). MANGUPURA (CAHAYAMASNEWS.COM)=Seni sejak “kehadirannya”, telah memberi dan membangkitkan rasa keindahan, menuju kesadaran hidup, yang disebut kesadaran spiritual setiap insan. Rasa indah yang membangkitkan itu, merefleksikan kecerdasan estetik memasuki
“BHAKTI MENYENTUH JIWA” Oleh : I Ketut Murdana (Minggu: 24 Mei 2025). MANGUPURA (CAHAYAMASNEWS.COM)=Bhakti merupakan persembahan Karma Jnana yang tulus. Sebagai refleksi kesadaran yang menyucikan semua bentuk harapan, berkembang menjadi kewajiban tulus, hingga pada saatnya menjadi misi hidup yang sesungguhnya. Pelajaran hidup dalam kehidupan inilah,
“BANGKIT BERSAMA MEMBANGUN NEGERI” (Memaknai Hari Kebangkitan Nasional) Oleh: I Ketut Murdana (Rebo, 20 Mei 2026). MANGUPURA (CAHAYAMASNEWS.COM)=Jiwa-jiwa yang disadarkan oleh “pengetahuan” mewujudkan kesejahteraan material dan kesadaran spiritual rasa “damai” yang membahagiakan. Meresap ke dalam diri sendiri, lalu merefleksikan
Sadarilah…Ego tidak selalu tampil sebagai kesombongan yang kasar atau nafsu yang terang-terangan. Justru yang paling sulit dikenali adalah ketika EGO yang Menyamar, memakai “Topeng Kesadaran”, Ia tampil seolah bijaksana, suci, rendah hati, atau merasa sudah tercerahkan. Di situlah bahayanya. Seseorang bisa merasa: “Aku sudah Sadar.” “Aku lebih Paham dari Orang Lain.” “Aku
“JIWA-JIWA YANG BANGKIT MENGENAL KEWAJIBAN” Oleh: I Ketut Murdana (Senin, 18 Mei 2026). MANGUPURA (CAHAYAMASNEWS.COM)=Jiwa-jiwa yang sedang bangkit bergairah, bergelora untuk menemukan “obyek cinta kasih” untuk berlabuh sebagai “pujaan, memuliakan dan penyatuan”. Dambaan itu merupakan kesadaran yang bergerak, menggerakkan langkah,
“Menembus Kabut Kejiwaan” Oleh: I Ketut Murdana (Jumat, 15 Mei 2026). MANGUPURA (CAHAYAMASNEWS.COM)=Memang tak mudah menemukan kebenaran sejati yang penuh rahasia itu, tanpa lahirnya kesadaran untuk belajar mengenal dan memahami jiwa dan kejiwaan itu sendiri. “Jiwa” sebagai sifat esensial nan hakiki berada dalam diri setiap insan, yang hidup dan
“KEBENARAN SEJATI BEKERJA DI RUANG SUNYI” Oleh: I Ketut Murdana (Rabu, 13 Mei 2026). MANGUPURA (CAHAYAMASNEWS.COM)=Penguasa Alam Semesta “selalu bekerja” melalui Kuasa Sunyi Senyap-Nya, menciptakan keadilan untuk semua ciptaan-Nya. Kekuatan yang maha sakti itu, amat tajam menerobos segala bentuk keangkuhan egoistik insan-insan berjiwa asura, yang












