April 29, 2026
News

Ditinggal Kedua Orang Tua, Dua Bocah di Kintamani Bertahan Hidup dari Uluran Tangan Warga

BANGLI (CAHAYAMASNEES.COM)=Nasib memilukan dialami Juni Sugiarta (9) dan adiknya, Agus Sentana (7). Kedua bocah asal Banjar Bukit Tuntung, Desa Songan B, Kecamatan Kintamani ini harus menjalani hidup tanpa kehadiran orang tua, setelah ibu mereka, Ni Nyoman Sedeng, meninggal dunia beberapa tahun lalu, disusul sang ayah, I Ketut Budi, yang wafat pada 1 April 2026. Kini kedua bocah polos itu dipaksa bertahan hidup dari bantuan warga serta keluarga terdekat. Seperti disampaikan Kepala Dusun Bukit Tuntung, I Ketut Nadi, saat dikonfirmasi Rabu (29/4/2026).

Lebih lanjut Ketut Nadi mengungkapkan, bahwa keluarga tersebut sejak awal tergolong kurang mampu. Kedua orang tua mereka semasa hidup bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu.

“Memang dari dulu keluarga ini masuk kategori kurang mampu di dusun kami,” ujar Nadi.

Cobaan berat mulai menimpa keluarga ini sekitar empat tahun lalu, tepatnya saat sang ibu meninggal dunia. Sejak itu, kedua anak tersebut diasuh oleh ayahnya. Namun, musibah kembali datang ketika rumah mereka diterjang angin puting beliung sekitar setahun lalu, menyebabkan bangunan rusak parah dan hingga kini tidak bisa dihuni.

Seiring waktu berlalu, penderitaan Juni dan Agus pun semakin bertambah, setelah sang ayah meninggal dunia akibat mengonsumsi arak oplosan dalam sebuah acara pernikahan. Sejak saat itu, keduanya diasuh oleh paman mereka yang juga hidup dalam keterbatasan ekonomi. Untuk kebutuhan pendidikan, Juni yang saat ini berusia 9 tahun, masih bersekolah dengan bantuan dari pamannya. Sementara itu, Agus belum mengenyam pendidikan formal karena mengalami keterlambatan pertumbuhan akibat stunting sejak balita.

“Kami sangat berharap adanya perhatian dari para donatur maupun relawan untuk membantu meringankan beban kedua anak ini,” tambah Ketut Nadi.

Selama ini, bantuan dari pemerintah belum banyak menyentuh kehidupan kedua bocah tersebut. Namun, Dinas Sosial Kabupaten Bangli dikabarkan telah turun langsung memberikan bantuan awal. Kepada Dinsos Bangli, Ketut Nadi mengaku langsung mengajukan permohonan program bedah rumah, agar Juni dan Agus dapat memiliki tempat tinggal yang layak.

Demi menjamin masa depan keduanya, Selain itu kami juga mohon bantuan biaya untuk kelangsungan biaya pendidikan dan kebutuhan sehari-hari untuk keduanya, sehingga kedua bocah malang ini bisa mengenyam Pendidikan maupun hidup yang layak,”  ujarnya.

Kondisi ini menjadi pengingat akan pentingnya peran bersama antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait dalam memastikan anak-anak yang kehilangan orang tua, tetap mendapatkan perlindungan dan hak-haknya secara layak. *** CMN=Tim/NT.

Facebook Comments

error: Content is protected !!