Bali

Sebagai Pilot Project, Subak Dawan Dikemas Jadi Kawasan Pertanian Ramah Lingkungan

SEMARAPURA (NUANSA BALI). Bertempat di Bale Subak Dawan, Desa Dawan Kelod, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta membuka kegiatan Pencanangan Kawasan Ramah Lingkungan (Wastamangan) Menuju Pertanian Organik dan Agro Wisata Sabtu (10/8). Bupati Suwirta hadir bersama Ny Ayu Suwirta setelah sebelumnya mengikuti kegiatan pelepasan funbike di depan Monumen Puputan Klungkung. Turut hadir, Kadis Pertanian Ida Bagus Juanida, Forkopicam (forum komunikasi pimpinan kecamatan) serta para krama dan kelian subak Dawan.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dalam arahannya menyampaikan, agar pencangan ini tidak hanya menjadi wacana saja. Dinas Pertanian dengan para kabid harus mengawalnya dengan baik  Pilot project ini. Dengan luas lahan yang mencapai 50 hektar,  konsepnya tidak boleh main-main karena sangat berimbas kepada para petani itu sendiri.  Pertanian Ramah Lingkungan Menuju Pertanian Organik dan Agro Wisata dari hulu sampai hilirnya harus tertata dengan rapi, serta perencanaan yang matang sesuai potensi yang ada. Pertanian bisa dikolaborasikan dengan pariwisata, sehingga menjadi Agro Wisata. Ada banyak hal yang harus diperhatikan, pertama yakni pada pintu masuk, kesan pertanian yang organik harus sudah terasa saat tamu atau wisatawan datang berkunjung ke Subak Dawan. Fasilitas lain seperti hiburan atau atraksi juga harus ada, seperti aktivitas membajak sawah, menanam/memanen hasil sawah dan sebagainya. Semua aktivitas itu nantinya dapat dijual menjadi paket wisata, sehingga dengan fasilitas itu para wisatawan juga bisa langsung terjun melakukan aktivitas tersebut.

“Dengan fasilitas tersebut wisatawan pasti berniat untuk mengambil foto dan diunggah ke sosial media, sehingga akan menjadi sarana promosi gratis bagi tempat wisata ini nantinya. Untuk kenyamanan pengunjung dan wisatawan, di Subak Dawan juga harus dibuatkan Bale Bengong untuk beristirahat para wisatawan, dagang yang menjual hasil pertanian maupun kerajinan tangan khas Dawan serta yang tidak kalah pentingnya adalah toilet harus disiapkan,” ujarnya.

Kadis Pertanian Ida Bagus Juanida dalam laporannya menjelaskan, pencanangan Subak Dawan akan Menjadi Kawasan Pertanian Ramah Lingkungan Menuju Pertanian Organik, yang mana segala aktivitas terkait dengan pengelolaan produksi dan aktivitas pertanian dilakukan untuk menuju kepada pembentukan kawas organik ramah lingkungan. “Melalui program ini kami harapkan akan menghasilkan produk pertanian yang bebas dari zat kimia, sehingga ini berpengaruh terhadap kualitas hasil pertanian menjadi meningkat yang bermuara pada meningkatnya pendapatan para petani,” katanya seraya menjelaskan, terkait sector pariwisata, pemerintah desa diharapkan mampu memanfaatkan program ini dengan potensi desa yang ada agar menjadi tempat agro wisata, sehingga nantinya subak Dawan menjadi Daya Tarik Tujuan Wisata yang berkonsep pertanian. *** Nuansabali.com/HmsKlgk/bor.

Facebook Comments