News

Pastikan Ketersediaan Pasokan Air di Bangli, Bupati Bangli  Getol Lakukan Pendataan Sumber Mata Air

BANGLI (CahayamasNews). Bupati I Made Gianyar kini mulai getol melakukan pendataan sumber mata air di bumi sejuk Bangli, guna mematangkan tuntutan Kabupaten Bangli agar mendapatkan kontribusi sumber daya air dari kabupaten lain di Bali. Tak tanggung-tanggung, langsung turun ke lokasi. Terutama ke sumber air, yang selama ini banyak dimanfaatkan oleh kabupaten lain di Bali. Salah satunya, sumber air di Tukad Krisik, Banjar Tembuku Kelod, Desa Tembuku, Rabu (09/10/2019) yang aliran airnya menuju Kabupaten Klungkung. Tindak lanjut dari itu, Bupati Bangli segera akan mengirimkan surat kepada Bupati Klungkung agar bisa diberikan kontribusi timbal-balik atas pemanfaatan sumber daya air tersebut.

Di sela-sela pendataan sumber mata air itu, Bupati Bangli Made Gianyar menyampaikan, untuk mengatasi persoalan yang selama ini terjadi dalam APBD Bangli, salah satu upaya yang mesti dilakukan adalah mengoptimalkan PAD Bangli dari sumber daya air. “Persoalan yang selama ini terjadi, ketika Bangli akan membangun hotel berbintang dari investor terganjal oleh Perda RTRW. Sebab, Bangli ditetapkan sebagai daerah konservasi, sebagai daerah penyangga tidak boleh alih fungsi sekaligus melakukan penebangan pohon-pohon. Karena itu, ketersedian air di Bangli selalu ada. Airnya besar dan bersih,” ungkapnya.

Air lanjut Made Gianyar, merupakan salah satu sumber kemakmuran sesuai UUD 1945 pasal 33 ayat (3). Dimana air merupakan sumber kemakmuran dan sumber kebahagian. Sementara di daerah hilir, air ini yang dipergunakan untuk  berbagai kepentingan masyarakat dan untuk pertanian. Dari hasil pemantauan tersebut, Bupati Bangli menyebutkan untuk sumber air Krisik I dan Krisik II, ini tertampung di Dam Giri yang selama ini dipergunakan untuk pengairan persawahan di Kabupaten Klungkung “Nah sekarang ketika kita bicara pasal 33, Kabupaten Bangli yang notabene sebagai penghasil air, untuk mencapai kemakmuran harus mengacu PP 46 tahun 2017 terkait instrument ekonomi lingkungan. Yang didamalamnya ada kewajiban yang diatur dalam PP tersebut, bahwa kabupaten lainnya yang memanfaatkan jasa lingkungan dari Bangli agar memberikan kontribusi sebagai imbal jasa,” jelasnya.

Lanjut disampaikan, yang belakangan ini terkenal dengan ancaman akan mengurug panggung/sungai yang mengalir keluar Kabupaten Bangli, mencakup imbal jasanya dari air, dari penyerapan karbon, dari keindahan alam, dan sebagianya. “Untuk saat ini, saya hanya berbicara salah satu yang harus diberikan imbal jasa atau kontribusi yakni air bersih,” tegasnya. Dalam kesempatan ini, Bupati Bangli tak lupa menyampaikan ungkapan terima-kasih  kepada Bupati Gianyar beserta seluruh masyarakat Gianyar khususnya, yang memanfaatkan air dari Kabupaten Bangli dan telah mewacanakan akan memberikan bantuan Rp. 10 miliar pada tahun 2020.

Selama ini untuk pemanfaatan air Bangli ke kabupaten lain, sudah ada memang melakukan kerjasama antar desa. “Namun ada juga yang tidak. Ada juga yang telah memberikan kontribusi seadanya kepada desa. Karena ini merupakan penguasaan negara dan sudah diatur oleh PP 46, sehingga Kabupaten Bangli telah menyampaikan kepada Gubernur karena jadi daerah konservasi,’ jelasnya. Untuk itu, Bupati Made Gianyar pun berkomitmen akan terus turun ke sumber-sumber air yang tercatat dimanfaatkan kabupaten lain. Dimana kunjungan tersebut dimaksudkan untuk memastikan ketersedian sumber air Bangli untuk kabupaten lain dan memantapkan kembali agar Bangli mendapat kontribusi dari Propinsi, dari kabupaten/kota lainnya.

Tindak lanjut dari kunjungan tersebut,  Bupati Bangli Made Gianyar memastikan setelah datanya lengkap akan menyurati Bupati Klungkung. “Dalam surat itu, kita menyampaikan sumber-sumber air dari Bangli yang dipergunakan Kabupaten Klungkung, baik untuk sawah, untuk PDAM dan yang dipergunakan oleh desa secara langsung. Ini untuk membangun kesadaran, bahwa air sekarang sudah menjadi barang ekonomi. Bukan barang bebas lagi. Karena sudah menjadi barang ekonomi, tentunya tidak ada istilah gratis lagi,” tegasnya. Selain Klungkung, Bupati juga berencana akan menyurati kabupaten lain yang memanfaatkan air dari Kabupaten Bangli, seperti Karangasem, Gianyar, Singaraja, Denpasar, dan Badung,” pungkasnya. *** Cahayamasnews.com/Agung Natha.

Facebook Comments