News

Tak Termuat Dalam RAB Kegiatan Finishing, Nama Pasar Loka Carana Belum Dilengkapi Aksara Bali

BANGLI (CAHAYAMASNEWS). Sejauh ini penjabaran Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 80 tahun 2018 perihal Pelindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali. Pergub Nomor 80 Tahun 2018 tersebut hadir dengan pertimbangan, bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 7 ayat (4), Pasal 11 ayat (2), Pasal 12 ayat (3), dan Pasal 15 ayat (2) Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2018 tentang Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali perlu menetapkan Peraturan Gubernur tentang Pelindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali, Serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali belum sepenuhnya terakomodir di daerah. Selain itu masih ada juga papan perkantoran belum menyesuaikan , begitu pula pasilitas umum yang belum dilengkapi tulisan aksara Bali.

Yang paling menyolok adalah pengenaan aksara Bali pada nama Pasar  Crana yang kini sudah ditempati oleh para pedagang kain maupun asesoris pindahan dari Pasar Kidul lantai II. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangli I Nengah Sudibia MY saat dikonfirmasi Minggu (24/11/2019) tidak menampik  kalau sejauh ini pengenaan aksara Bali pada nama Pasar Loka Crana  belum bisa dipenuhi. Hal tersebut dikarenakan dalam RAB kegiatan finising pasar dan terminal tidak termuat anggaran untuk penulisan aksara Bali “Untuk nama pasar dan terminal dalam RAB seperti yang sudah terpasang saat ini hanya tulisan latin saja,” ujar Kadis asal Banar Penglipuran, Kelurahan Kubu Bangli ini.

Namun demikian, pihaknya berencana akan melengkapi nama pasar dan terminal dengan aksara Bali. “Nanti kami anggarkan lagi untuk melengkapi pengenaan tulisan aksara Bali  pada nama Pasar dan terminal Loka Crana,” ujarnya. Lantas disinggung pemanfaatan pasar Loka Crana bagi para pedagang sampai saat ini semua sudah ada yang menempati dan semua pedagang di lantai II Pasar Kidul sudah pindah, walaupun sempat ada kendala, berkat kesadaran para pedagang dan pendekatan secara persuasif semuanya mau pindah. Dengan dibangunnya pasar Loka Crana ini diharapkan bisa mengatasi masalah pedagang yang belum memiliki tempat berjualan,” pungkasnya. Cahayamasnews.com/Agung Natha.

Facebook Comments