News

Dua Bangunan Balai di Pura Penataran Agung Nangka Roboh, Ketua DPRD Bersama Wakil Bupati Turun ke Lokasi

DPRD KARANGASEM (CAHAYAMAS-NEWS). Dua buah banguna Balai Pesantian  yang terletak di jeroan, dan Balai Pesandekan di jabe tengah di pura Penataran Agung Nangka yang terletak di Banjar Dinas Nangka, Desa Buanagiri, Kecamatan Bebandem roboh akibat diterjang angin kencang Sabtu (4/01/2020) kurang lebih pukul 24.00 wita. Terkait kejadian tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Karangasem I Gede Dana bersama Wakil Bupati I Wayan Arta Dipa didampingi Wakil Ketua I Nengah Sumardi dan I Wayan Parka, turun langsung ke lokasi melakukan peninjauan, Minggu (Sabtu (4/01/2020).

Ketua DPRD Gede Dana, politisi PDI Perjuanagan setelah melihat dua bangunan balai yang roboh dinilai kurang perencanaan. Padahal, sudah pernah salah satu balai pesantian di Pura Penataran Agung Nangka roboh, akibat angin kencang melanda wilayah Banjar Nangka yang  terletak di lereng Gunung Agung tersebut. Mengingat Pura Penataran Agung Nangka berada di ketinggian dan pada musim hujan anginnya cukup kencang, seharusnya bangunan balai itu dirancang menggunakan kontruksi beton. Wakil Ketua 1 DPRD Karangasem I Nengah Sumadi juga mengatakan, hal sama yakni semua bangunan balai seharusnya menggunakan kontruksi beton. Dia mencontohkan bangunan di Pura Pasar Agung di Desa Sibetan sangat kuat karena kontruksi tiang beton menyatu dengan dasar bangunan.

“Ketika membangun harus melihat kondisi alamnya seperti angin kencang yang terjadi setiap musim hujan tiba, juga kondisi tanahnya harus betul-betul dipastikan kondisinya,” ujarnya. Pernyataan yang sama juga dilontarkan Wayan Parka (Wakil Ketua III) DPRD Karangasen,  dimana akibat konstruksi bangunan yang tidak kuat sehingga roboh diterjang angin kencang. Seharusnya  tiang bangunan tersebut menggunakan kontruksi beton. Terkait kejadian itu Dewan berencana akan memanggil intansi terkait, untuk menggelar rapat kerja guna mencari solusi dan harus segera dibangun kembali. Bendea Adat I Ketut Oka menjelaskan, atas kejadian robohnya dua buah banguna itu, diperkirakan kerugian mencapai Rp. 600 juta. Pihaknya secepatnya menggelar sangkep (paruman/rapat) bersama Krama Adat Nangka untuk mencarikan solusi atas peristiwa tersebut.*** Cahayamas-News.com/Tim/.

Facebook Comments