News

Hindari Bencana Gelombang Pasang, Desa Kubutambahan Libatkan Polair Beri Pemahaman Warga

BULELENG (CAHAYAMAS-NEWS). Beda Desa Bungkulan Kecamatan Sawan, beda pula Desa Kubutambahan yang terdapat di wilayah Kecamatan Kubutambahan. Namun demikian kesamaan posisi di wilayah perairan Bali Utara, juga membuat permasalahan yang dihadapi tidak ada bedanya. Dalam penuturan Kepala Desa Kubutambahan Gede Pariadnyana, di daerah pesisir pantai yang menjadi kawasan Pura Segara juga tidak terlepas dari musibah bencana. Belum lama berselang, pihak Kepala Desa Kubutambahan juga sudah mengundang petugas Polair guna memberi edukasi kepada masyarakat setempat, karena antara bulan Januari – Pebruari daerah tersebut rentang bahaya gelombang pasang. Setidaknya 180 orang berprofesi nelayan saat ini mengalami masalah untuk melaut.

Pihak BMKG memang secara rutin sudah menyampaikan informasi terkini soal cuaca ekstrim yang tengah dihadapi. Namun ucap Gede Pariadnyana, adakalanya nelayan nekad untuk melaut dan tidak menggubris himbauan petugas. Letak topografi Desa Kubutambahan lebih memprihatinkan dibandingkan Desa Bungkulan. Dulu dalam situasi tertentu, pernah ada nelayan hilang berikut perahu yang dibawa saat melaut, sehingga sempat menggegerkan petugas terkait. Di wilayah pesisir dekat Pura Segara, memang banyak warga yang membuat rumah permanen. Namun terhadap rumah semi permanen, sering kemasukan air laut tatkala air meluap hingga ke daratan. Bukannya takut dengan dampak bencana, tetapi ada pula yang memandang semua itu merupakan hal biasa dan terjadi rutin. Oleh karena itulah adakalanya mereka lebih memilih untuk bertahan di daerah itu, semata-mata karena berprofesi sebagai nelayan.

PENGARUHI PERTUMBUHAN EKONOMI DESA

Akibat hujan turun secara terus menerus, yang terkadang disertai angin kencang hingga merobohkan sejumlah pohon, membuat nelayan enggan melaut. Biasanya dalam situasi aman, begitu memasuki siang hari, sudah ada warga Desa Kubutambahan yang menjual hasil tangkapan nelayan dan menjajakannya di seputar jalan dekat Pura Meduwe Karang. Pihak pemerintah desa memang sudah mengusahakan tempat untuk berjualan ikan laut segar. Hanya saja pedagang lebih suka berjualan di tepat jalan umum dengan alasan begitu cepat mendapat pembeli karena secara langsung bisa berhenti bagi yang melewati jalur Singaraja-Amlapura. Jadi dengan sepinya para penjual ikan, banyak warga yang beralih pekerjaan dan ini sangat berpengaruh terhadap perekonomian desa Kubutambahan. ***Cahayamas-News.com/DEMAL.

Facebook Comments