News

Bupati Bangli Pimpin Apel Disiplin ASN

BANGLI (CAHAYAMAS-NEWS). Apel disiplin biasanya dilaksanakan setiap tanggal 17, namun kini dilaksanakan pada hari Senin (20/01/2020) di Lapangan Kapten Mudita  Bangli dipimpin langsung Bupati Bangli I Made Gianyar. Hadir pula, Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, dan semua ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangli.

Bupati Bangli I Made Gianyar dalam sambutannya menyampaikan, peredaran narkoba di Bali sudah masuk fase mengkhawatirkan. Peredaran barang haram ini sudah masuk ke berbagai lapisan masyarakat, tidak sebatas pada orang berduit, juga kalangan PNS hingga buruh. Disamping itu, Kabupaten Bangli, adalah kabupaten teraman dan ternyaman di Bali. “Bukan hanya di Bali tetapi di seluruh Indonesia, karena kabupaten kita ini sudah mendapatkan julukan Kabupaten teraman di Indonesia,” katanya.

Maka dari itu, I Made Gianyar menekankan kepada ASN di lingkungan pemerintah Kabupaten Bangli jangan mencoreng julukan yang telah diterima ini dengan hal-hal yang tidak baik, misal berkecimpung di dunia narkoba, karena di era sekarang ini narkoba telah menjajah bangsa Indonesia. “Sebagai ASN kita harus bisa menjadi contoh yang baik di masyarakat untuk tidak menggunakan barang haram tersebut. Saya kembali ingatkan jangan lagi ada ASN di Bangli sampai terjerat narkoba. Selain merusak nama korps pegawai, juga bisa merugikan diri sendiri dan keluarga,” tegasnya.

Pada bagian lain, pria asal Desa Bunutin Kintamani memuji ASN di Bangli juga sudah mempunyai jiwa nasionalis yang sangat tinggi dan ASN Kabupaten Bangli sudah Pancasilais dilihat dari pengucapan UUD 1945 dan Pengucapan Panca Prasetia Korp Pegawai Republik Indonesia sudah bagus. “Dalam kesempatan ini, di akhir-akhir masa jabatan yang masih lagi 1 tahun lewat 11 hari, selama kepemimpinan saya dalam memimpin pemerintahan di Bangli mungkin ada perbuatan, tutur kata, perilaku yang kurang baik selama ini banyak ada yang puas dan juga ada yang tidak puas, saya minta maaf,” ujarnya. *** Cahayamasnews.com/Agung Natha.

Facebook Comments