September 21, 2021
Adat dan Tradisi

Gubernur Bali Wayan Koster, Hadiri Karya Mendem Pedagingan di Desa Adat Pedungan

Pemprov Bali (Cahayamasnews). Bertepatan pada rahina Redite Wage Tilem sasih Kewulu (Minggu, 23/02) Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Karya Mendem Pedagingan lan Lingga Tangan Prasasti ring Karya Melaspas Bumi Sudha lan Mecaru Genah Melasti Desa Adat Pedungan, Denpasar. “Tempat ini adalah tempat bersejarah, yang telah kita perjuangkan bersama-sama. Pembangunan genah melasti ini juga sebagai wujud pengimplementasian visi Nangun Sat kerthi Loka Bali, menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali, kesejahteraan krama Bali sekala dan niskala. Untuk itu setiap pembangunan di Bali harus selaras dengan alam, manusia, dan budaya,” tegas Gubernur Wayan Koster menjelaskan. 

Lebih lanjut Gubernur Wayan Koster menjelaskan, jika unsur niskalanya sudah terpenuhi, maka alam akan memberikan berkah kepada pembangunan sekalanya serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Tempat Melasti ini merupakan satu bagian dari pelabuhan Benoa yang dikembangkan dalam suatu desain. Berkoordinasi dengan dirut dan jajaran direksi pelindo III agar dibangun secara terintegrasi dan utuh, menjadi kawasan yang berkelas dunia. Sesuai diharapkan bersama yang dimiliki oleh Bali, dimana keberadaannya bisa mendukung jalannya kepariwisataan sekaligus juga mendukung pembangunan infrastruktur nasional. Desain ini telah menjalani banyak tahapan penyusunan termasuk mendengarkan pula masukan dari masyarakat Desa Adat Pedungan dan terealisasi lewat pembangunan tempat upacara Melasti ini.

“Pembangunan ini lanjut gubernur, merupakan hasil koordinasi saya dengan bapak Dirut Pelindo III dan bapak menteri BUMN. Saya berupaya betul meyakinkan beliau dan astungkara (genah melasti, red) bisa dibangun di atas lahan 1 hektar. Targetnya akhir Pebruari selesai, sebelum hari Nyepi. Ini bisa selesai dengan waktu yang tepat dan disiplin. Saya harap  ke depan bisa ditata lagi, fasilitas dan pendukungnya agar bisa harmonis dengan rencana hutan kota dan sarana lainnya dan betul-betul bisa menjadi kawasan yang baik. Untuk itu saya terjun langsung mematangkan konsep dan desain pengembangan kawasan benoa ini, melibatkan pula sulinggih, arsitek-arsitek Bali, pakar pertanian hingga menjadi pelabuhan yang mengandung nilai filosofi kearifan lokal Bali serta mengedepankan arsitektur Bali,” ujarnya.

Pelabuhan Benoa ini kata gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng ini, ke depan akan jadi pelabuhan terindah di dunia. Sudah dipresentasikan di hadapan komisi 6 DPR RI dan semuanya memberikan apresiasi. Disaksikan pula bapak Menteri BUMN, Menteri Agraria dan Menteri Pariwisata dan hanya satu di Indonesia pelabuhan indah seperti ini. Pembangunan ini sangat dibutuhkan untuk mendukung kepariwisataan di Bali, sebagai bagian dari pembangunan infrastruktur darat-laut-udara secara terintegrasi. Untuk itu, lanjut Gubernur Bali, rencana pembangunan dari pusat, harus sinkron dengan visi dan misi di Bali, agar harmonis dan sejalan dengan alam dan masyarakatnya dan Astungkara bisa dijalankan dengan baik.

Didukung pula kawasan stand untuk pengrajin dan UMKM rakyat serta dilengkapi dengan hutan kota dan ditarget selesai tahun 2023. “Mari kita sama-sama jalan dan dukung pengembangan pelabuhan benoa agar bisa selesai tepat waktu. Ini kepentingan kita bersama, semata-mata agar pembangunan pemerintah pusat bisa memberi manfaat luas. Kawasan ini juga saya harapkan bisa ‘hidup’ dengan kegiatan kesenian dan kegiatan masyarakat lainnya, bila perlu setiap hari.

Sementara itu Dirut Pelindo III, Doso Agung mengatakan, kalau semua gubernur bisa seperti bapak Gubernur Bali, pihaknya kira semua masalah di masyarakat akan cepat selesai. “Kami konsisten dalam mendukung pembangunan yang menjaga kelestarian adat dan budaya. Pelabuhan Benoa yang akan kita kembangkan, tidak hanya sesuai dengan kemajuan zaman dan teknologi, tapi juga ramah lingkungan dan berciri khas budaya Bali. Hal tersebut sesuai dengan visi bapak gubernur Nangun Sat Kerthi Loka Bali dan kita sekali lagi komitmen untuk tegak lurus dengan visi tersebut,” ujarnya.

Fasilitas yang ada diharapkan bisa dipelihara dengan baik, bisa meningkatkan kekhusyukan dalam beribadah. Dengan pembangunan ini pihaknya juga berharap secara niskala diberikan jalan yang lurus dan lancar untuk mewujudkan pelabuhan Benoa, Bali dan program pemerintah pusat lainnya di Bali. Hadir pula dalam acara tersebut, Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara, jajaran Pelindo III, Bendesa Desa Adat Pedungan, tokoh masyarakat dan krama Desa Adat Pedungan.  *** Cahayamasnews.com/Hms-Tim.

Facebook Comments