Bali

Gubernur Bali Wayan Koster Buka Lokasabha X MGPSSR, Ajak Seluruh Pengurus dan Anggota Sukseskan Visi-Misi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”

PEMPROV BALI (CAHAYAMASNEWS). Bertepatan pada rahina Redite Kliwon Pujut Sasih Kesanga, Minggu (15/3/2020) Gubernur Bali membuka Lokasabha X Maha Gotra Pasek Sapta Sanak Rsi (MGPSSR) yang dilaksanakan di Ruang Kerha Gosana Puspem Badung. Gubernur Bali Wayan Koster sangat mengapresiasi atas terselenggaranya Lokasabha MGPSSR X. Sebagai organisasi pasemetonan yang berlandaskan ajaran agama Hindu terbesar di Indonesia, ia mengajak untuk ikut berperan aktif mendukung progran pemerintah dan pembangunan Bali. “Saya berharap ikatan yang ada di dalamnya dapat memperkuat pembangunan di Bali dengan ikut menyukseskan  program-program pemerintah melalui visi misi ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’, guna mewujudkan masyarakat Bali yang sejahtera dan harmonis secara sekala lan niskala,” katanya.

“Nangun Sat Kerthi Loka Bali” kata gubernur, adalah visi yang lengkap untuk membangun Bali ke depan. Kelebihan visi ini tidak hanya mengandung nilai Pancasila, namun juga kearifan lokal serta mempertimbangkan aspek sekala dan niskala. Pada kesempatan itu Gubernur Wayan Koster mengajak generasi muda untuk ikut menjaga warisan leluhur, dan mampu membangun hal-hal baru demi generasi mendatang. Dia berharap Lokasabha X ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses serta dapat memilih pemimpin yang memiliki kecerdasan intelektuan, spiritual dan kecerdasan emosional serta mempunyai kesungguhan untuk ngayah, dan ke depan harus mampu merancang program-program yang mengupayakan kualitas sumber daya umat yang bisa bersaing di zaman yang sangat kompetitif ini.

Sementara itu Ketua Panitia Lokasabha X MGPSSR, Made Adi Djaya dalam sambutannya menyampaikan, lokasabha yang yang dilaksanakan pada hari ini adalah Lokasabha X, namun sesungguhnya Lokasabha I sampai dengan VIII dilaksanakan dalam forum Mahasabha, karena sejak awal deklarasi pembentukan organisasi pasemetonan MGPSSR pada tanggal 17 April 1957, belum satu pun terbentuk kepengurusan tingkat provinsi di luar Bali.  Karena pada saat itu, MGPSSR Pusat merangkap pula sebagai pungurus tingkat Provinsi Bali.

Namun pada Mahasabha IX, diputuskan untuk dilakukan pemisahan antara pengurus MGPSSR Pusat dan pengurus MGPSSR  Provinsi Bali dengan pertimbangan telah dapat dibentuk pengurus MGPSSR tingkat provinsi di luar Bali. Yaitu, pengurus MGPSSR Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Lampung, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, DKI Jakarta, Sumatera Selatan Kepulauan Riau dan kepengurusan MGPSSR Provinsi Jawa Tengan yang berkedudukan di Kabupaten Karanganyar.

Tema Lokasabha X ini mengambil tema “Melalui Lokasabha MGPSSR Provinsi Bali Kita Mantapkan Regenerasi Pasek Menuju Pemimpin Bali yang Visioner”. Yang mengandung maksud dalam setiap periodesasi kepengurusan perlu dipersiapkan dan dilakukan regenerasi kepengurusan dan kepemimpinan agar organisasi ini dapat berkesinambungan serta pemimpin berikutnya mempunyai visi dan kinerja yang disesuaikan dengan kemajuan dan tuntutan zaman dengan tetap menjaga dan meningkatkankehidupn beragama serta adat dan budaya.

Ketua MGPSSR Provinsi Bali Bali Wisnu Bawa Temaja mengatakan, Lokasabha X ini dihadiri lebih dari 1.500 peserta, di mana Lokasabha ini secara rutin dilaksanakan setiap lima tahun sekali, sebagai bahan evaluasi program serta konsolidasi internal dalam memperkuat ikatan kekerabatan sebagai sujud bhakti kepada leluhur. Di samping juga menyampaikan laporan pertanggung jawaban pengurus selama 5 tahun dan untuk memilih menetapkan personalia kepengurusan MGPSSR Provinsi Bali yang baru periode 2020-2025, Adapun program-program yang telah dirumuskan selam lima tahun ini menyangkut tiga bidang, yaitu: Bidang Organisasi, Kelembagaan dan Hubungan Eksternal, Bidang Kesulinggihan dan Bidang Pembangunan. *** Cahayamasnews.com/HmsPmprov-Tim.

Facebook Comments