
Yakin Wabah Corona Adalah Ujian, Gubernur Ajak Semua Pihak Introspeksi Diri Berhenti Egois
PEMPROV BALI (CAHAYAMASNEWS). Gubernur Bali Wayan Koster sangat meyakini jika saat ini alam sedang menguji umat manusia terutama di Bali untuk berhenti sombong, angkuh, dan egois. “Perlu terus introspeksi diri, bahwa selama ini kita sudah mengeksploitasi pariwisata besar-besaran dan saat kondisi seperti sekarang, dimana orang-orang yang mengambil keuntungan selama berpuluh tahun. Untuk itu saya berkomitmen untuk mengerem cara-cara yang mengeksploitasi alam Bali lewat visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, dan desa adat harus menjadi pilar utamanya,” ujarnya. Penegasan itu disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster usai mengadiri penyerahan bantuan tahap kedua di Gedung Serbaguna Desa Adat Kedonganan, Kabupaten Badung, Sabtu (9/5)
Lebih lanjut dikatakan, semenjak Covid-19 ini muncul di Bali, pertama ada satu orang positif (10 Maret 2020, red) hari itu juga saya bersama Wakil Gubernur dan Sekda memutuskan untuk memberikan status siaga darurat untuk Bali. Saat itu juga langsung dibentuk Satuan Tugas (Satgas) percepatan penanganan Covid-19 Bali. Bahkan saat itu pemerintah pusat belum menentukan dan menyatakan Indonesia dalam status siaga darurat. Bali yang pertama kali menyatakan diri dalam status siaga meskipun baru satu orang yang positif saat itu.
Tanggal 16 Maret 2020, gubernur juga membentuk Satgas Gotong Royong se-Provinsi Bali lewat surat keputusan bersama Provinsi Bali dan Majelis Desa Adat serta PHDI. Lagi-lagi ini yang pertama di Indonesia. Barulah tanggal 29 Maret Pemerintah Pusat membentuk Gugus Tugas Nasional dan nama Satgas Provinsi yang lebih dahulu terbentuk menyesuaikan namanya menjadi Gugus Tugas Provinsi percepatan Penanganan Covid-19. Seterusnya, gubernur terus mengeluarkan kebijakan dan instruksi yang anatra lain mengimbau untuk masyarakat bekerja dari rumah, melaksanakan protokol kesehatan, hingga menghindari kerumunan banyak orang. Sampai saat ini pun kebijakan-kebijakan terus disusun guna mempercepat penanganan Covid-19 di Bali, agar secepatnya terbebas dari pandemi ini.
“Kami terus berinovasi dalam upaya penanganan Covid-19 karena kondisi seperti ini belum ada yang pernah mengalami, tidak ada sekolahnya untuk belajar (menangani Covid-19, red). Negara-negara lain pun belum pernah ada yang mengalami pandemi seperti ini, semuanya baru belajar untuk menangani ini hari per hari,” ujarnya. Tugas gubernur salah satunya yang paling penting adalah membuat kebijakan, instruksi hingga imbauan untuk mengatur warga untuk mencegah penularan makin meluas, masyarakat dan juga lembaga desa adat di bawah, bertugas untuk melaksanakannya dengan baik. “Semuanya adalah bagian dari cara kita untuk menghadapi Covid-19 ini. Astungkara, SKB Pemprov Bali-MDA-PHDI tentang pembentukan Satgas Gotong Royong ini di seluruh Bali sudah dilaksanakan dengan baik di total 1.493 desa adat. Semuanya melaksanakan tugasnya dengan sangat baik, sangat tertib dan disiplin,” katanya.
Satgas Gotong Royong di desa-desa adat ini telah menunjukkan hasil nyata untuk pencegahan penularan Covid-19 di wilayah desa adatnya masing-masing. Belum ada provinsi lain yang punya kelembagaan yang dikelola dengan baik seperti di Bali. “Inilah momentum kita bersama, kebetulan pula saya membentuk Perda no 4 tahun 2019 tentang penguatan Desa Adat di Bali, dengan kewenangan yang kuat. Sehingga saat ini payung hukum dan keberadaan desa adat kita di Bali sangat baik,” tegasnya. Pihaknya mengaku sedang menyiapkan konsep menghadapi masalah-masalah seperti Covid-19 ini, bilamana terjadi lagi di masa yang akan datang. Namanya mitigasi bencana untuk menangani masalah yang tiba-tiba seperti saat ini. *** Cahayamasnews.com/HmsPemprov-Tim.









Facebook Comments