October 20, 2020
Kuliner

Bersiap Hadapi New Normal, Ny. Putri Suastini Koster Hadiri Pelatihan Membuat Jajanan Khas Bali

PEMPROV BALI (CAHAYAMASNEWS). Dalam upaya membangkitkan kreatifitas membuat jaja (kue khas) Bali, di tengah pandemi COVID-19 serta persiapan menghadapi penerapan new normal, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Bali bekerjasama dengan Perkumpulan Perempuan Wirausaha Indonesia (PERWIRA) Bali menggelar kegiatan pelatihan cara pembuatan jajanan pasar sekaligus cara pemasaran online melalui media social. Pelatihan yang digelar di Gedung Sekretariat KADIN, Jalan Mawar Nomor 3 Denpasar itu, dihadiri langsung oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster, Sabtu (30/5/2020).

Dalam arahan singkatnya di hadapan para peserta pelatihan, Ny.Putri Koster merasa bangga dan berterima kasih atas inisiatif jajaran KADIN dan PERWIRA Bali menggelar pelatihan di tengah upaya penanggulangan COVID-19. Hal ini  menandakan bahwa kedua organisasi tak berpangku tangan dalam menghadapi situasi saat ini. Terkait penanganan COVID-19, Pemprov Bali telah melakukan upaya optimal dalam pencegahan penyebaran penyakit yang ditemukan di Kota Wuhan China akhir tahun 2019 ini. Berkat dukungan kultur masyarakat yang patuh dan taat, Bali berhasil menahan laju penyebaran COVID-19 dengan tingkat kesembuhan tertinggi se-Indonesia. Capaian ini memperoleh apresiasi langsung dari Presiden RI Joko Widodo.

“Saya mengingatkan agar seluruh komponen tak terbuai dengan rasa bangga karena perjuangan menghadapi COVID-19 masih panjang. Sejalan dengan langkah-langkah di bidang kesehatan, upaya untuk membangkitkan kembali perekonomian masyarakat juga harus dilakukan. Saya mengingatkan agar upaya yang dilakukan tetap dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, demi kebaikan kita bersama dan wabah ini cepat berlalu,” ujarnya seraya menambahkan, dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, pelatihan semacam ini bisa dilaksanakan lagi di tempat lain. Sekalipun dengan jumlah peserta yang tidak banyak, ia berharap kegiatan ini bermanfaat bagi upaya mengerakkan roda perekonomian yang dimulai dari industri rumah tangga.

Lebih jauh istri orang nomor satu di Provinsi Bali ini mengatakan, Bali memiliki jenis jajanan yang khas dengan cita rasa tinggi. Bila suatu saat sektor pariwisata kembali mengeliat, saya berharap jaja Bali disuguhkan bagi wisatawan. “Suguhkan kepada mereka kuliner khas kita, jangan hanya disuguhi apa yang sudah sering mereka nikmati di negara asal. Sebagai daerah seni, saya ingin ada sentuhan seni dalam kuliner Bali, karena apapun yang didasari seni akan berhasil,” katanya.

Sementara itu, Ketua PERWIRA Bali AA. Putri Puspawati menyampaikan harapan agar kegiatan yang dilaksanakan dengan perencanaan mendadak ini bemanfaat bagi para peserta. Ia minta peserta yang telah mengikuti pelatihan dapat mengaplikasikan apa  yang mereka peroleh di rumah masing-masing. “Saya harapkan para peserta juga dapat menularkan keahlian membuat jajanan pasar kepada yang lain,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua KADIN Bali Made Ariandi, SH. Ia mendorong para peserta segera mempraktekkan apa yang mereka peroleh di pelatihan. Untuk pemasaran di tengah pandemi COVID-19, para peserta diminta memanfaatkan kemajuan teknologi. Dalam pelatihan itu, diperagakan cara membuat aneka jajanan pasar khas Bali seperti roti kukus, jaja injin, bantal, pisang rai dan lainnya. *** Cahayamasnews.com/Hms-Tim.

Facebook Comments