September 10, 2026
News

Fokus Percepat Penanggulangan Pandemi Covid-19, Gubernur Koster Tegaskan Bali Belum Buka Kran Pariwisata

PEMPROV BALI (CAHAYAMASNEWS). Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa Bali belum akan membuka kembali kran pariwisata apalagi untuk kunjungan turis internasional. Pasalnya, Bali saat ini masih berfokus pada upaya percepatan penanggulangan pandemi Covid-19 terlebih belakangan ini  kasus transmisi lokal cenderung meningkat. Penegasan itu disampaikan Gubernur Koster saat menerima kunjungan kerja Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Wishnutama Kusubandio di Restoran Bebek Tepi Sawah, Ubud, Gianyar, Rabu (17/6).

Meski begitu menurut Gubernur Koster, Pemprov Bali tetap merancang berbagai langkah protokol menghadapi tata kehidupan baru (new normal) termasuk perencanaan kapan dan bagaimana penerapan protokol saat dibukanya sektor pariwisata. “Melihat situasi di Bali secara umum, sesuai perkembangan Covid – 19 yang masih dinamis, masih cukup tinggi di beberapa wilayah di Bali, maka dari sisi kesehatan saya bersama tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengambil sikap Bali memang belum layak dan belum kondusif untuk penerapan protokol kesehatan dalam konteks sektor pariwisata. Tapi kami telah menyiapkan langkah-langkah protokol kesehatan sekiranya sektor pariwisata mulai dibuka,” tegas Gubernur asal desa Sembiran Buleleng ini.

Didampingi Wagub Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati dan Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Gubernur Koster menyampaikan soal rencana tahapan-tahapan dibukanya sektor pariwisata Bali. Di antaranya; mulai 9 Juli pariwisata akan dibuka khusus hanya untuk pergerakan masyarakat lokal Bali pada beberapa sektor tertentu. Apabila situasi kondusif, maka kemudian dilanjutkan pada Agustus untuk wisatawan domestik nusantara, dan untuk wisatawan internasional rencananya dibuka mulai September.

Saat ini Pemprov Bali beserta  Pemkab/Pemkot se-Bali menurut Gubernur Koster berkomitmen untuk fokus dalam penanganan penyebaran pandemi hingga situasi dinyatakan benar-benar kondusif tanpa ada lagi penyebaran transmisi lokal. “Satu hal terpenting yang saat ini yang harus dan wajib dilaksanakan yakni bagaimana kita menciptakan situasi Bali yang benar-benar kondusif, aman dari Covid–19. Dan itu sangat tergantung dari kedisiplinan masyarakat dalam penerepan protokol pencegahan pandemi ini, termasuk para pelaku jasa pariwisata,” pinta Gubernur.

Sementara itu Menparekraf RI Wishnutama Kusubandio menyampaikan apresiasi terhadap persiapan  protokol menyambut tatanan kehidupan baru yang sudah dirancang dan disiapkan oleh seluruh pemerintah daerah di Bali dan para pelaku sektor pariwisata, yang disaksikannya secara langsung selama kunker. Senada dengan Gubernur Bali, Menteri yang akrab disapa Wishnutama ini juga menyampaikan pentingnya menjaga kondusifitas Bali dengan tetap menjaga kedisiplinan.  “Saya salut dengan kesiapan Bali, memang harus sudah seperti itu. Disiapkan dari jauh-jauh hari, untuk diterapkan saat dibuka kembali. Kita harus bisa membangun kepercayaan wisatawan, pariwisata itu bisnis kepercayaan, kita harus bisa membangun dan menciptakan rasa aman dan nyaman para pelaku perjalanan wisata saat menikmati Bali,” jelasnya. Di sisi lain, Kapolda Bali Irjen Pol Petrus R. Golose menyatakan dukungannya terhadap segala program yang dicanangkan pemerintah pusat dan daerah. *** Cahayamasnews.com/Hms-Tim.

Facebook Comments

error: Content is protected !!