September 10, 2026
News

Hadiri Webinar Kemenparekraf bersama VITO Australia, Wagub Cok Ace Paparkan Strategi Bali Tekan Penyebaran Covid-19

PEMPROV BALI (CAHAYAMASNEWS). Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menyampaikan sambutan sekaligus sebagai narasumber dalam acara Webinar Kemenparekraf bersama Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) Australia dengan tema ‘Re- Inventing Bali – What will be better in Bali after Covid’ , di Ruang Rapat Wagub Bali, Rabu (17/6). Wagub Bali menyampaikan bahwasannya Bali pada awalnya tidak ada kasus terkonfirmasi positif hingga akhirnya per tanggal 4 Maret kasus positif Covid 19 mulai ada di Bali. Sejak saat itu, jumlah pasien terkonfirmasi positif di Bali terus mengalami peningkatan hingga 741 kasus (berdasarkan data tanggal 14 Juni 2020), dengan angka kesembuhan pasien 63, 9 %.  Angka terkonfirmasi positif di Bali hanya 1, 9% dari angka positif di tingkat nasional dengan tingkat kematian akibat Covid 19 yang sangat rendah.

Bali terus berupaya keras untuk menekan pencegahan penularan Covid 19 dengan melakukan sinergitas baik dengan pemangku kepentingan dan melibatkan peran serta dari masyarakat. Wagub Cok Ace menambahkan terdapat 3 kriteria utama dari 11 kriteria yang ditetapkan sebagai pedoman bagi suatu wilayah untuk membuka wilayahnya secara ekonomi. Salah satunya adalah penurunan konfirmasi positif hingga 50 % selama 14 hari dari posisi jumlah pasien terkonfirmasi positif sebelumnya.

Bali juga telah melakukan berbagai strategi dalam upaya menekan penyebaran Virus Covid 19. Disamping melakukan sinergitas dengan semua stakeholder yang ada, Bali juga menerapkan Gugus Gotong Royong  yang melibatkan pecalang di desa adat di Bali, dimana para pecalang ini yang mengawasi arus keluar masuk warganya serta menjaga kedisiplinan warga dalam mematuhi protokol kesehatan yang ada, termasuk melakukan pemerikasaan ketat di pintu pintu masuk Bali. Salah satunya dengan persyaratan hasil PCR negatif bagi penumpang pesawat terbang yang akan datang ke Bali.

Disamping itu penumpang pesawat juga wajib mengisi Health Alert Card (HAC) yang menggambarkan kondisi kesehatan penumpang serta orang yang dapat dihubungi dalam keadaan emergency. Pemerintah Provinsi Bali telah menyiapkan 14 rumah sakit yang siap dan terlatih dalam penanganan pasien Covid-19. Rumah sakit ini juga telah dilengkapi dengan ruang isolasi sesuai standar kesehatan yang ada. Tidak hanya itu, Bali juga memiliki 3 laboratorium yaitu laboratorium Sanglah, Warmadewa dan Udayana yang dapat melakukan lebih dari 500 PCR test per harinya.

Dari sektor pariwisata, Bali telah menyiapkan protokol kesehatan di semua bidang kepariwisataan yang terfokus pada 3 hal utama yaitu Cleanliness, Health and Safety (CHS). Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kemenparekraf Nia Niscaya menyampaikan, pemerintah telah mempersiapkan impelmentasi dari penerapan CHS di Bali, dimana Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Nusa Dua akan menjadi percontohan penerapan CHS. Persiapan penerapan CHS terus dilakukan termasuk memberikan pelatihan CHS bagi pekerja pariwisata serta simulasi penerapannya. *** Cahayamasnews.com/Hms-Tim.

Facebook Comments

error: Content is protected !!