
Anggaran Karantina PMI Bangli Capai Tiga Juta Lebih per-Orang, Dana Bersumber dari Hasil Refocusing Berbagai Kegiatan
BANGLI (CAHAYAMASNEWS.COM). Dua hotel sebagai tempat karantina Pekerja Migran Indonesia asal Bangli untuk mengantisipasi meluasnya penyebaran COVID-19 di masyarakat yang disewa oleh Pemerintah Kabupaten Bangli. Berdasarkan catatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bangli, total ada 729 Naker asal Bangli yang menjalani karantina di hotel sejak 15 April lalu. Kedua hotel yang disewa sebagai tempat karantina PMI yang datang secara bergelombang itu berlokasi di wilayah Kuta Badung. Para PMI diwajibkan menjalani karantina selama 14 hari sesuai SOP dari Pemprov Bali dan diawasi langsung oleh tim dari Gugus Tugas Kabupaten Bangli. Demikian dijelaskan Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangli I Wayan Dirgayusa, saat dikonfirmasi Rabu (01/07/2020.
Sebagian dari yang menjalani karantina di hotel sudah pulang secara bertahap sebanyak 718 dan yang masih menjalani karantina tinggal 11 orang, dimana biayai pelaksanaan karantina, Pemkab Bangli memanfaatkan dana dari pos belanja tidak terduga (BTT) untuk penanggulangan COVID-19. Pemkab mengalokasikan dana Rp. 3.250.000 per orang untuk 14 hari masa karantina. “Itu sudah termasuk biaya penginapan, makan lengkap selama 14 hari,” jelasnya.
Pemkab Bangli telah menghabiskan Rp. 28 miliar untuk penanganan covid 19 dan anggaran tersebut bersumber dari hasil refocusing berbagai kegiatan Pemkab yang tidak bisa disebutkan. “Pemkab Bangli menyiapkan anggaran Rp. 37 miliar anggaran tersebut adalah hasil penyisiran dan refocusing dari berbagai kegiatan yang dirancang dilaksanakan tahun ini seperti kegiatan pembangunan fisik kegiatan pemeliharaan dan kegiatan-kegiatan pembinaan yang pelaksanaannya melibatkan banyak orang atau semua kegiatan yang memang secara logis tidak bisa dilaksanakan pada fase pandemic ini sudah direfocusing untuk penanganan covid 19,” ungkapnya.
Dari Rp. 37 miliar itu ada tambahan dari Pemprov Bali sebesar Rp. 3 milyar hingga menjadi Rp. 40 milyar, yang sudah terserap yakni Rp. 28 miliar terhitung sejak Maret lalu anggaran diserap oleh 14 organisasi perangkat daerah untuk membiayai berbagai kebutuhan penanganan covid 19. Yang paling banyak bidang kesehatan seperti penanganan alat tes, pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) hingga biaya kebutuhan logistik di dapur umum dan logistik untuk warga yang menjalani karantina.
Sementara itu untuk perkembangan kasus sampai hari ini covid-19 Bangli, jumlah kasus aktif atau dirawat 29 kasus, sembuh 6 orang dari Abuan Kangin, Desa Abuan Susut dan 5 orang dari Desa Langgahan Kintamani, sehingga total sembuh keseluruhan sebanyak 120 orang. Sedangkan kasus terkonfirmasi secara akumulasi 149 orang. “Sementara untuk kegiatan rafid dan TC kontak PNS asal Banjar Kayubihi, jumlah 6 orang hasil non reaktif,” pungkasnya. *** Cahayamasnews.com/Tim-Agung Natha.









Facebook Comments