January 26, 2021
Adat dan Tradisi

Wabup Bangli Sedana Arta Hadiri Upacara Nangluk Merana

BANGLI (CAHAYAMASNEWS.COM). Upacara Nangluk Merana biasanya dilaksanakan pada sasih kanem oleh umat Hindu di Bali. Kenapa pada sasih kanem? Secara faktual, Sasih Kanem merupakan musim pancaroba, peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Hujan yang turun pada Sasih Kanem lebih lebat dari pada hujan saat Sasih Kalima. Musim pancaroba tentu saja berdampak pada kondisi alam dan merebaknya aneka penyakit ataupun  hama. Sehingga dengan adanya Upacara Nangluk Merana inilah diharapkan dapat memberikan keselamatan lahir dan batin. Untuk menetralisir aura negatif memasuki sasih kaenam atau yang sering disebut musim pancaroba, Pemerintah Kabupaten Bangli,  Senin (14/12/2020) menggelar upacara Nangluk Merana.

Acara yang dipusatkan di Catus Pata Bangli, dihadiri oleh Wakil Bupati (Wabup Bangli) Sang Nyoman Sedana Arta, Ketua DPRD Kabupaten Bangli Ketut Suastika, Perwakilan PHDI Kabupaten Bangli  dan sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Bangli. Sementara itu, Kabag Kesra Setda Kabupaten Bangli Jro Penyarikan Widata,S.Ag.,M.Si., kesempatan tersebut mengatakan, upacara Nangluk Mrana di Kabupaten Bangli yang tergolong upacara Bhuta Yadnya rutin dilaksanakan setiap tahun bertepatan dengan Tileming Sasih Keenam di Catus Pata Bangli. Makna dan tujuan pelaksanaan upacara Nangluk Mrana di Kabupaten Bangli, adalah untuk memohon kerahayuan dan keselanatan jagat dan sedaging jagat agar dijauhkan dari hal hal yang betsifat negatif dan malapetaka serta bencana.

Disamping juga bertujuan agar Mrana (hama termasuk virus- virus maupun penyakit lainnya) kembali ke alamnya dan sirna. Pun untuk memohon kesuburan sarwa maurip dan sarwa tinantur prasida nadi lan mawiguna bagi umat manusia. Harmonisasi alam buana agung dan buana alit secara niskala dan menetralisir kekuatan negatif. Sehingga umat manusia dapat hidup harmonis dengan sesamanya, alam beserta isinya dalam keadaan sehat jasmani rohani,” katanya.

Ditambahkan pula, upacara Nangluk Mrana hari ini menggunakan bhkati pebangkit dengan wewalungan ayam manca warna lan asu bangbungkem. Sedangkan rangkaian upacara, diawali dengan penglukatan, mecaru lan ngayabang bakti. Sementara puncaknya dilaksanakan persembahyangan bersama yang dipuput oleh Ida Pedanda  Gede Putra Sidemen Temuku, dari Griya Jaksa Banjar Pande, Bangli. Upacara Nangluk Mrana juga diiringi dengan tari rejang dan pendet,” ujarnya. *** Cahayamasnews.com-Tim-Agung Natha.

Facebook Comments