October 23, 2021
Seni dan Budaya

Yayasan Selonding Bali Gelar Festival Virtual Khusus Wanita, Diikuti 19 Sekaa se-Bali dan Enam Ditetapkan sebagai Pemenang

AMLAPURA (CAHAYAMASNEWS). Sebagai wujud kecintaan emansipasi wanita terhadap kearifan lokal Bali khususnya gamelan Selonding, Yayasan Selonding Bali dan Komunitas Selonding Bali Aga, Banjar Pande Tunggak, Dusun Pandesari, Desa Bebandem Karangasem,  berhasil menyelenggarakan festival yang bertajuk Women’s Selonding  Competition Selonding Bali Aga Festival 2021. Pemenangnya diumumkan Minggu (7/2), pagi di obyek wisata Taman Ujung Soekasada, Desa Tumbu , Kecamatan Karangasem.

Ditetapkan pemenang enam kategori terbaik yakni kategori Sekar Gadung I dan II. Terbaik I dimenangkan Seka Selonding Parwati dari Banjar Taman Sari, Badung, terbaik II diraih Sarati Svara dari Banjar Pande Tunggak, Bebandem, Karangasaem, sedangkan sekaa Asti Pradnyaswari dari Banjar Bualu Perum, Kelurahan Benoa, Badung hanya mendapatkan gelar favorit.

Sedangkan kategori rejang gucek, penyaji terbaik I di menangkan Sekaa Selonding Bumi Bajra  dari Banjar Batukandik Padang Sambian Kaja, Denpasar, penyaji terbaik II diraih oleh sekaa Semara Murti dari Banjar Celuk, Sukawati, Gianyar, dan juara favorit diraih Sekaa Gita Pingit dari Batan Ancak, Mas, Ubud, Gianyar. Panitia langsung  menyerahkan kepada para pamenang sesuai kategori dan mengacu protokol kesehatan, memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak.

Peserta diikuti oleh 19 sekaa dari beberapa kabupaten/kota di Bali. Bertindak sebagai juri festival Seloding dua orang akademisi dan praktisi seni, I Wayan Sudirana, S.Sn., M.A., Phd., dari Ubud, Gianyar Bali, dan Dr. I Komang Sudirga, S.Sn., M.Hum., asal Karangasem. Ketua pantia festival Wayan Pande Widiana, M.Sn., Minggu (7/2) mengatakan, karena masih suasana pandemi Covid-19, festival di selenggarakan tanpa tatap muka atau melelui teknologi  informasi virtual.

Pemenang mendapat hadiah kategori sekar gadung penyaji terbaik I berupa hadiah kain geringsing dan plakat lontar, penyaji terbaik II satu set panggul polos dan plakat lontar, dan penyaji  favorit mendapatkan hadiah satu set bros dan plakat lontar. Sedangkan hadiah pemenang kategori rejang gucek, penyaji terbaik I meraih hadiah kain gerigsing dan plakat lontar, penyaji terbaik II satu set panggul polos dan plakat lontar, dan penyaji favorit satu set bros dan plakat lontar.

Ketua Yayasan Selonding Bali, Drs. I Wayan Astika, Msi., yang juga Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Karagasem, mengatakan di sela sela-sela pegumuman pemenang mengatakan, Yayasan Selonding Bali  berterima kasih dan sangat mengapresiasi semangat generasi muda Bali dalam menekuni menghayati dan melestarikan seni klasik Selonding sebagai gamelan tua yang kembali hadir ditengah hegemoni seni urban  lainnya. Lanjut Astika, pada zamannya keberadaan Selonding selalu terkait dengan hal yang sakral namun era sekarang dalam upaya melakukan alih generasi perlu disertai dengan inovasi namun tidak keluar dari konvensi gamelan Selonding itu sendiri.

“Upaya pelestarian dan pembinaan melalui media lomba tentu sangat efektif untuk dikembangkan karena bisa melibatkan banyak pihak untuk mengapresiasi Selonding tersebut. Semoga ke depannya nanti festival Selonding Bali Age akan menjadi event tahunan dan sekaligus sebagai media pelestarian seni budaya yg adi luhur,” harap Astika.

Katagori lomba meliputi  Gending Sekar Gadung (wanita umur 16-22 tahun, SMA/SMK se Bali), sedangkan komposisi penyajian meliputi palet 1 (irama 1/8) diulang 5 kali kemudian menuju palet 2 /gucek (irama 1/6) diulang 4 kali. Kategori gending Rejang Gucek (versi lengkap) (wanita katagori umum se-Bali). Sedangkan, komposisi penyajiannya, palet 1 diulang sebanyak tiga kali. Pada sajian ke tiga langsung transisi ke palet dua yaitu gending Rejang Dauh Tukad. Palet kedua terdiri dari dua bagian yaitu bagian A (tempo lambat) dan bagian B (tempo sedang). Bagian A disajikan satu kali tampa pengulangan dan dilanjutkan ke bagian B yang di sajikan enam kali pengulangan.

Syarat lomba,  terbuka untuk umum di seluruh Bali. Peserta khusus hanya untuk grup selonding wanita peserta wajib mendaftarkan diri melalu form online di. Biaya pendaftaran 300 K setiap group per katagori wajib follow akun instagram @selonding_baliaga dan subscribe akun Yoetube Bali Aga Channel. Ketentuan umum lomba anggota sekaha selonding secara keseluruhan terdiri dari juru gamel wanita tata rias dan busana dipersiapkan oleh peserta masing-masing. Peserta/sekaa menggunakan busana yang sopan dan rapi saat penyajian, pakaian adat kebaya/pakaian adat madya baju kaos sekaa, pakaian gaya klasik. Makeup disesuaikan dengan masing-masing busana yang digunakan sesuai norma kesopanan berpakaian adat Bali. Hasil sajian peserta akan dipilih 3 nominasi pada masing-masing katagori.

Ditegaskan Pande Widiana, ketentuan khusus teknis barungan selonding yang digunakan mengacu pada barungan gaya Desa Tenganan Pegringsingan, Karangasem, dengan perincian tungguhan, gong ageng, gong alit, kempul ageng, kempul alit, penem petuduh, nyong-nyong ageng, nyong-nyong alit.  Kecek (instrumen tambahan). Tungguhan gong kempul boleh menggunakan versi/sistem gaya gong pulu atau versi aslinya. “Sumber diskografi/dcuan gending yang digunakan oleh peserta ialah hasil rekaman audio The Best Of Gamelan Selonding Tenganan dari Maharani Record volue  1 dan volume 2 dan Hasil Rekaman Dokumentasi Repertoar Selonding gaya Tenganan dari Komunitas Selonding Bali Aga di kanal Youtube Bali Aga Channel,” jelasnya.

Format pengiriman video peserta mengirim hasil rekaman video berupa audio visual sesuai dengan katagori yang dipilih dengan latar belakang disesuaikan dengan kebutuhan peserta. rekaman video menggunakan format landscape. Upload hasil video dengan format file MP4 dengan resolusi full HD 1080p via Google Drive. Cantumkan judul video dengan format katagori gending/nama sekaa. Kirimkan link rekaman google drive ke WA narahubung. Sedangkan penilaian lomba meliputi : Gegebug , Wirama, dan Wirasa. *** Cahayamasnews.com = Penulis, Komang Pasek Antara.

Facebook Comments