November 3, 2026
News

Loka Saba Eratkan Pasemetotan Sri Karang Buncing

BANGLI (CAHAYAMAS.COM). Setelah dilaksanakan Pra Loka saba III kepengurusan peride 2023—2028 di Banjar Nyangelan Kaja, Desa Bangbang, Kecamatan Tembuku dilanjutkan dengan Pengukuhan Kepengurusan yang dilaksanakan Kamis (20/4/2023) yang lalu di De Umah Bali Villa, Banjar Undisan Kaja, Desa Undisan Kecamatan Tembuku, Bangli  l hajatan ini menjadi momen untuk mempererat Pasemedonan (persaudaraan) keturunan Sri Karang Buncing khususnya di Kabupaten Bangli.

 Acara Loka Sabha ini dihadiri Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Artha Ketua DPRD Bangli I Ketut Suastika, Wakapolres Kompol Nyoman Gatra, SH., pasi OP Kodim 1626/Bangli Kapten Chb I Komang Gita, Ketua PHDI I Nyoman Sukra, Perwakil MDA Kabupaten Bangli, Camat Tembuku, Bendesa Adat Undisan I Made Sudiasa dan para tokoh penting lainnya.

Ketua Pengurus Pasemetonan Sri Karang buncing Kabupaten Bangli Putu Winastra yang kini terpilih untuk kedua kalinya menjelaskan Loka Sabha dilaksanakan setiap 5 tahun sekali sesuai ASD/ART, untuk memilih Ketua atau kepengurusan. Selain itu untuk mempererat antar pasemetonan di Kabupaten Bangli maupun diluar Kabupaten Bangli.

“Pasemetonan Sri Karang Buncing lebih dari 3000 jiwa tersebar dalam 9 Dadia di 4 Kecamatan yakni Banjar Nyangelan, dua di Desa Undisan, Kecamatan Tembuku, Banjar Kubu, Bunutin, Guliang Kawan, Kecamatan Bangli, Banjar Penatahan, Manuk Desa Susut, Kecamatan Susut dan Desa Kutuh Kecamatan Kintamani,” jelasnya.

Dalam acara ini juga diisi Dharma Wacana oleh  Ida Nabe Dukuh Acharya Dhaksa  dengan tema “Karuna Sarva Bhavena (Kasih Sayang Bersaudara Sepenuh Kati yang memuat tentang keberadaan pasemetonan Sri Karang Buncing Bangli pada  khususnya dan Bali pada umumnya agar semakin rumaket, karena ada bisama sangat penting dari leluhur yang harus diketahui oleh seluruh generasi Sri Karang  Buncing yang isinya “De Ngaku Sing Menyama, Sing Ngelah Tegal Carik Awake Tandurin, Dije Ja Nongos Apang Dadi Guna Desa” yang artinya kita ini adalah saudara, kalau tidak punya lahan tempalah ilmu yang setinggitingginya sehingga dapat mencari penghidupan,kami selalu diajarkan berbuat baik dan jujur dimana kita berada agar berguna dan bermanfaat bagi orang lain, nusa dan bangsa untuk bisa mendukung program pemerintah.

Sementara itu Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta dalam mengatakan bisama Sri Karang Buncing sangat relevan untuk diterapkan keberadaannya dimana kita adalah saudara “Wasudewa Kutumbaka” keberadaan Sri Karang Buncing sudah ada sejak abad ke-8 yang intinya sangat bermanfaat bagi generasi penenurus untuk selalu ingat akan leluhur.

Bupati Sedana Arta juga mengharapkan agar pasematonan ini bisa bermanfaat bagi daerahnya Bagaimana potensi SDM bisa digali sehingga dapat berpartisipasi dalam pembangunan Bangli.

“Semangat pasemetonan tentu sejalan dengan kondisi saat ini yang jengah membangun Bangli, tentu momen pasemetonan sejalan dengan visi yang tercermin dalam rangka melanjutkan pembangunan Bangli,” katanya. Pihaknya mengajak seluruh tpasemetonan Sri Karang Buncing berjalan bergandengan tangan bergotong-royong dalam semangat jengah membangun Bangli. *** Cahayamasnews.com/Tim=NT.

Facebook Comments

error: Content is protected !!