April 20, 2026
Seni dan Budaya

“AURA KASIH”

“Darsan Suci Mata Dewata”

Dipetik dari Bhagawadgita, XII, 7-10 (Tuhan dalam Saguna Icwara lebih dekat dari pada yang Nirguna). Oleh:  I Ketut Murdana (Senin:  11 September 2023).

BADUNG (CAHAYAMASNEWS.COM). Setelah Arjuna diberkati menyaksikan Darsan-Nya,  Dia bertanya lagi, apakah ada wujud lain yang dapat  disaksikat oleh para bhakti yang penuh ketekunan dan kecintaan menyembah-Mu yang abadi tak berwujud dan siapakah diantara mereka ini yang mengetahui Yoga yang mendalam.

Pertanyaan ini tidak mudah juga dibayangkan dan bila terjawabpun amat sulit dipahami bagi orang-orang yang belum mencapai kejernihan jiwa. Arjuna adalah: “gambaran kecerdasan pemahaman pengetahuan suci kerohanian”, yang beruntung dan dijadikan wahana atau juga graha pengetahuan suci kebenaran semesta yang bervibrasi. Turun memberi berkat pancerahan kepada umat manusia yang ingin dan mau berjuang mengetahui tujuan hidup dan penyempurnaan dirinya.

Gambaran berkat kasih kemurahan memberkati pemuja-Nya, melalui Darsan Suci yang panuh rahasia berwujud dan terindrawi menjadi Saguna Icwara, menjadi kejelasan terang benerang yang menguatkan keyakinan mencapai puncak kebenaran abadi. Semua itu terjadi berkat anugrah pembebasan, dari keterbatasan kemampuan mata manusia, menjadi mata dewata berenergi suci Ilahi hingga dapat menyaksikan wujud Ilahi kebesaran-Nya. Inilah anugrah yang tiada tara bagi pemuja yang penuh cinta kasih dan bhakti memuja kepada-Nya.

Pertanyaan tentang wujud lain tentang keberadaan-Nya juga dijawab yaitu wujud Nirguna, yang lebih besar kesulitannya menyaksikan kebesar-Nya hadir dalam prilaku keheningan rasa. Bagi para sewanam dharma sejati, yang telah mencapai kesucian, kehadirannya sifat kuasa-Nya benar-benar bisa dirasakan.

Mencapai kebenaran inilah wujud pembebasan bagi para bhakti, yang dibebaskan oleh kemaha-kuasaan-Nya. Dalam kontek perilaku dapat dimaknai bahwa, bhakti yang berpengetahuan suci, adalah penyerahan diri, melalui swadharma masing-masing sepenuhnya kepada Kuasa-Nya. Penyerahan merupakan proses penghalusan atau pemurnian menuju pencapaian Yang Maha Murni.

Ke arah itulah jalan swadharma, perjuangan keyakinan dan ketulusan penyerahan diri berproses sepanjang hayat. Saat-saat seperti inilah terkadang kata-kata sulit sekali bahkan tiada kata lagi untuk mewadahi nilai-nilai kemurnian itu, hanya “terdiam suntuk”, menyaksikan dan merasakan kedalam diri keberasan anugrah-Nya. *** Semoga menjadi renungan yang cerdas dan arif bijaksana, Rahayu.

Facebook Comments

error: Content is protected !!