
Perayaan HUT ke-3 Yayasan Kesatria KERIS Bali, Dirayakan Tepat Hari Rahinan Jagat Dihadiri Ribuan Anggota
TABANAN (CAHAYAMASNEWS.COM). Bertepatan pada rahina Buda Kliwon Pahang Sasih Ketiga (tepat hari Pegatwakan) (Rabu, 6/9/2023) Yayasan Kesatria KERIS Bali (YKKB) genap berusia 3 tahun. Perayaan HUT ke 3 yang dihadiri ribuan anggota ini digelar di Puri Agung Kerambitan, Tabanan. Dimana awal berdirinya Yayasan Kesatria KERIS Bali, pada tanggal 06 September 2020, di Pendopo Puri Agung Klungkung yang diresmikan langsung oleh Raja Puri Agung Klungkung, Ida Ratu Dalem Semara Putra dihadiri para Panglingsir Puri se-Bali. Untuk tanggal dan bulan awal peresmian diberikan oleh Panglingsir Puri Agung Kesiman, Anak Agung Ngurah Gede Kusuma Wardana, ketika tangkil meminta dewasa becik / tanggal dan bulan baiknya meresmikan Yayasan Kesatria KERIS Bali.
Dengan semangat awal berdiri Yayasan Kesatria KERIS Bali (YKKB) di Pendopo Puri Agung Klungkung, maka setiap merayakan ulang tahun atau hut yayasan selalu di Puri puri. Hut ke-1 di Puri Ageng Belahbatuh, Hut ke-2 di Puri Agung Kesiman, dan Hut ke-3 di Puri Agung Kerambitan, malah untuk Hut ke-4 dari Puri Agung Karangasem meminta agar dilaksanakan di Puri Agung Karangasem.
Meski tergolong baru, namun sudah mampu menarik perhatian puluhan ribu masyarakat untuk bergabung di Yayasan Kesatria Keris Bali yang awal berdirinya sarat perjuangan dan tantangan. (YKKB) berdiri kata pendirinya sekaligus ketua umumnya atas dasar ingin membalas budi Bhatara Bhatari yang sudah selalu memberikan bukti dengan terbebas dari jeratan hukum, tidak pernah lama dan di hari-hari suci umat Hindu, untuk itulah membuat (YKKB) dengan menbawa visi dan misi sosial kemasyarakat, mengedepankan bukti dan aksi nyata membantu nyama yang kesusahan dan benar-benar membutuhkan bantuan dari segala masalah dan kesusahanya, dengan prinsif berkarma. Disamping juga menjaga tradisi, adat, budaya, dan Taksu Bali.
Sejak pukul 15.00 Wita, suasana di Puri Agung Kerambitan, Tabanan, tampak memerah dipadati ratusan orang berkostum merah, putih dan hitam dengan simbol warna Tri Datu dan logo khusus KERIS yang konon dibuat di dalam penjara, pelan dan pasti pasukan merah Tri Datu berduyun-duyun memadati halaman Puri Agung Kerambitan yang menjadi lokasi digelarnya perayaan HUT ke-3 Yayasan Kesatria KERIS Bali. Kehadiran Ketua Umum Yayasan Kesatria Keris Bali I Ketut Putra Ismaya Jaya yang akrab disapa Jro Bima tampak disambut dengan kesenian Tabanan OKOKAN diiringi para pentolan dan pengurus yayasan.
Perayaan HUT tersebut diawali melaksanakan persembahyangan bersama di Merajan Puri Agung Kerabitan. Kurang lebih pada pukul 18.00 Wita, perayaan HUT dimulai diawali dengan pementasan tari penyambutan, doa, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan dilanjutkan pembagian 52 paket sembako kepada para lansia yang diwakili oleh 10 lansia yang tinggal didekat Puri Agung Kerambitan, dilanjutkan pembacaan ikrar untuk beberapa ketua wilayah yang baru pengganti ketua wilayah lama, lanjut pemberian SK penugasan baru kepada semua ketua wilayah se-Bali, selanjutnya sambutan Ketum YKKB, I Ketut Putra Ismaya Jaya.
Pada saat di atas panggung ada kejutan seorang tamu asing yang lagi menonton memberikan kejutan dengan berdonasi buat acara HUT ke-3 (YKKB) senilai Rp. 10 juta, lanjut kejutan dari Ketum buat tamu undangan Yayasan Duwe Nyame Bali (DNB) atau Dewa Nyoman Budiasa untuk diminta menjadi Pengawas (YKKB) Pusat ditandai dengan memakaikan rompi dan pemasangan PIN KERIS.

Dalam paparannya Ketua Umum YKKB I Ketut Putra Ismaya Jaya (Jro Bima) menyatakan, awal berdirinya yayasan ini penuh perjuangan dan tantangan. Lebih jauh Jro Bima menegaskan, bahwasannya yayasan ini hadir di tengah masyarakat bukan untuk menakut-nakuti, terlebih untuk membuat masyarakat resah, namun yayasan ini didirikan murni untuk tujuan dan niat tulus membantu orang-orang yang membutuhkan.
“Mudah-mudahan ke depan yayasan ini semakin diterima dan selalu ada di hati masyarakat Bali khsusnya dan nusantara pada umumnya,” ujar Ketua Umum Jro Bima berharap.
Ditanya prihal kegiatan yang telah dilakukan terkait HUT ke-3 ini, Jro Bima menjelaskan, bahwasannya Yayasan Kesatria Keris Bali tidak mengadakan kegiatan khusus terkait perayaan HUT, mengingat sudah hampir setiap hari anggota yayasan melaksanakan kegiatan kemanusiaan seperti bagi-bagi sembako, bantu kursi roda, membagikan keramik ke beberapa pura di Bali, membantu segala masalah dari perceraian, KDRT, sampai ada yang dicari-cari preman, dan donor darah membantu menyediakan darah untuk PMI di seluruh Bali, serta kegiatan sosial lainnya.
Sementara disinggung tentang kreteria atau syarat yang harus dipenuhi untuk bisa menjadi anggota yayasan, Jro Bima menegaskan, syaratnya sangat mudah yakni mau diajak ngayah ber-karma baik membantu nyama yang membutuhkan. Pihaknya juga mengaku banyak merangkul orang-orang yang dianggap tidak baik di masyarakat.
Sudah menjadi tugas dan kewajiban yayasan merangkul sekaligus merubah orang-orang yang dianggap tidak baik menjadi orang baik dan sekaligus mengajak mereka untuk berbuat kebaikan dan kebajikan. Bila ada nyama salah jalan, jangan dikucilkan namun sebaliknya rangkul, sadarkan dan ajak mereka untuk bersama-sama ber-karma baik dengan berbuat kebajikan, karna dengan mengajak orang dibilang tidak baik bisa merubah mereka menjadi baik maka disitulah ada pahala.

“Mari jadikan tubuh ini agar berguna bagi kemaslahatan orang banyak, berguna bagi tanah dan leluhur Bali. Mari lebih semangat lagi Ngayah, Ngayah, Ngayah, SUKSES!! untuk tanah Bali. Semoga Ida Bhatara-Bhatari senantiasa menuntun dan memberikan jalan terbaik. Jangan terlena atas kenikmatan dan kemewahan yang kita nikmati saat ini, tetapi mari kita pikirkan nasib keberlangsungan anak cucu sebagai generasi penerus kita. Untuk itu mari bersatu menjaga tanah dan gumi serta warisan leluhur Bali ini, dari oknum-oknum yang mau merusak dan bahkan ingin menghancurkan tanah, adat tradisi, budaya, dan taksu Bali,” tegas Jro Bima penuh semangat.
Pada kesempatan itu, mewakili semua pengurus dan seluruh anggota yayasan, Ketum Jro Bima tak lupa menghaturkan rasa terima-kasih kepada keluarga besar puri, terutama Ida Panglingsir Puri Agung Kerambitan yang telah bersedia dengan tulus meminjamkan tempat untuk pelaksanaan acara HUT Yayasan, sehingga dapat berjalan sesuai harapan bersama. Pun tak lupa ucapan terima kasih kepada para donatur yang telah memberikan rejekinya untuk suksesnya pelaksanaan HUT kali ini.
Selanjutnya Piteket Panglingsir Puri Agung Kerambitan, dengan bercerita sejarah Puri, sampai menceritakan adanya kamar khusus Bung Karno serta bagaimana kedekatan panglingsir beliau dulu. Di akhir piteket Ketum (YKKB) memberikan kenang-kenangan berupa pelakat dan pemasangan PIN kepada panglingsir-panglingsir Puri.
Setelah piteket puri dilanjutkan dengan tiup lilin ulang tahun serta pengundian hadiah yang hadir.
Di akhir acara, suasana terasa kian meriah dan mampu menyulut semangat seluruh anggota yang hadir saat digeber oleh penampilan artis Bali Ray Peni yang mengawali menyanyikan lagu berjudul “Kesatria Keris Bali”, dilanjutkan dengan lagu-lagu hits-nya. Penampilan dua artis Bali (Ray Peni dan Gus Jody) dengan suara khasnya mampu membakar semangat semua yang hadir untuk bergoyang mengikuti irama yang dinyanyikan.
Menariknya…bahkan Ketua Umum Jro Bima pun ikut berbaur di dalamnya. Tampak malam itu benar-benar merupakan malam hingar-bingar penuh sukacita dalam balutan suasana kekeluargaan dan keraketan pasemetonan, sesuai dengan slogan 3 M yang menjadi ikon dan selalu dikumandangkan “Menyama Tanpa Batas, Menyama Tanpa Identitas, dan Menyama sampai Tuntas”. *** Cahayamasnews.com = Andi=Tim.
NB: Nuansa Bali dan Cahayamasnews.com mengucapkan Dirgahayu HUT ke-3 Yayasan Kesatria Keris Bali, semoga semakin jaya dan solid.









Facebook Comments