
Pura Jagatnatha Karangasem Gelar Rembug Sastra Sewaka Saraswati
AMLAPURA (CAHAYAMASNEWS.COM). Duet pengurus baru Pura Jagatnatha Karangasem masa bhakti 2023-2027, Ketua, I Putu Arnawa – Wakil Ketua, I Wayan Astika, kali pertama gelar kegiatan sastra dikemas dalam bentuk rembug Sewaka Saraswati, kemarin malam Minggu, Sabtu (7/10/2023), tempat Pura Jagatnatha Karangasem, Jalan Ngurah Rai Amlapura.
Rembug menampilkan empat orang narasumber, tokoh pendidik Karangasem Dr. I Made Regeg, S.Pd, M.Si., Ayu Gita Cahyani, Mahasiswi semester V jurusan Pendidikan Agama Hindu, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Agama Hindu Karangasem, Dr. Ni Nyoman Supadmi, Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kab Karangasem, Kementerian Agama Kabupaten Karangasem, I Ketut Suji. Sedangkan pesertanya puluhan orang dari unsur generasi muda mahasiswa, pelajar SMA, Penyuluh Bahasa Bali dan sekaa truna-truni Banjar di seputar Kota Amlapura.
Ayu Gita Cahyani mengatakan daam makalahnya berjudul Tantangan Generasi Muda di Era Kekinian. Bahwa berkembangannya teknologi sangat berpengaruh kepada generasi muda, sehingga diharapkan tidak hanyut kedalam sisi negatif teknologi terutama media sosial dengan ajaran susila sebagaimana yang tersirat dalam karya sastra. “Generasi muda harus dirangsang kembali untuk mengenal dan menikmati karya sastra, sebab kesusastraan berperan mengasah budi pekerti. Hilangnya kesantunan dalam bertutur lewat media sosial, juga menjadi tolok ukur merosotnya ketertarikan generasi muda dengan kajian karya sastra, ”terang Ayu Gita.
Lanjut Ayu, hal itu digantikan dengan munculnya beragam konten yang dianggap lebih menarik dan menghibur. Namun, nyatanya hal itu membawa dampak yang negatif bagi daya kritis generasi muda terhadap suatu hal.
Harapnya, kemajuan suatu bangsa dijaman era digital sangat ditentukan oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimilikinya, oleh sebab itu, generasi muda sebagai generasi penerus hendaknya terus belajar sepanjang hayat, sehingga nantinya dapat berguna bagi masyarakat nusa dan bangsa.
Terkait dengan etika atau susila, dikatakan Ayu Gita, etika atau susila adalah tanda kebijaksanaan yang tak terlihat, ia adalah seperti akar yang menopang sebuah pohon besar bernama moralitas. Ketika kita menjunjung tinggi etika susila dalam setiap langkah hidup, kita akan menciptakan pribadi yang tangguh, bermartabat, dan dihormati. “Mari kita bijak, agar dapat menilai batasan dan menjaga keharmonisan dalam hubungan dengan sesama”, harapnya.
Ketua Pengurus Pura Jagatnatha Karangasem, I Putu Arnawa, mantan staf Ahli Bupati Karangasem, pensiun sejak 1 Septermber 2023 lalu, mengatakan dalam sambutannya membuka rembug sastra, bahwa dengan motivasi belajar yang tiada henti dalam hidup ini, agaimana semangat kita bisa berkreativitas lebih jauh untuk bisa membangun karakter diri masing-masing Oleh sebab itu, jadilah diri sendiri jangan jadi orang lain, sebab kita tidak akan pernah besar ketika kita meniru orang lain dan kita akan maksimal ketika tampil menjadi diri sendiri. Kemudian kegiatan ini juga dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan rasa cinta dan sikap positif generasi muda. Setelah mengenal, memahami, dan menghayati berbagai karya sastra, maka akan mampu bersikap kritis dan apresiatif terhadap karya sastra, menggairahkan minat para generasi muda dalam membaca dan mencipta karya sastra. Dikatakan Arnawa, kegiatan ini juga dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan rasa cinta dan sikap positif generasi muda. Setelah mengenal, memahami, dan menghayati berbagai karya sastra, maka akan mampu bersikap kritis dan apresiatif terhadap karya sastra, menggairahkan minat para generasi muda dalam membaca dan mencipta karya sastra.
Sementara itu, Wakil Ketua Pengurus Pura Jagatnatha Karangasem I Wayan Astika yang juga Staf Ahli Bupati Karangasem mengatakan, selanjutnya kegiatan ini akan dilaksanakan setiap bulan tepatnya setiap Saniscara Umanis. Diterangkan Astika, Sewaka Saraswati mengandung makna mengabdi kepada ilmu pengetahuan. Pura Jagatnatha tidak hanya untuk sembahnyang namun lebih dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia umat Hindu melalui berbagai aktivitas yang dikemas dalam rembug sastra Sewaka Saraswati. *** CAHAYAMASNEWS.COM=Penulis, Pasek Antara/Astika









Facebook Comments