September 10, 2026
News

Tidak Ingin Disebut Organisasi Abal-abal, DPP Semeton Bali Dwipa Resmi Sahkan AD/ART sebagai Legalitas

DENPASAR (CAHAYAMASNEWS.COM). Bertempat di Sekretariat di Jero Gede Mas Tebeng Jalan Setiabudi 75 Denpasar, Selasa (30/4/2024), Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Semeton Bali Dwipa menggelar rapat pleno membahas dan sekaligus mengesahkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagai syarat legalitas organisasi untuk bisa diproses lebih lanjut hingga final. Gerak cepat ini dilakukan karena tak ingin disebut organisasi abal-abal oleh orang-orang yang tidak sepaham dengan sepak terjang organisasi yang mulai digandrungi dan diterima di masyarakat.  Rapat dihadiri 25 orang terdiri dari pendiri, deklarator, penasehan dan pengurus harian DPP Semeton Bali Dwipa. Pada kesempatan itu juga dibahas berbagai hal, salah satunya program jangka pendek yakni berusaha menggolkan/memenangkan Calon Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Buleleng dari jalur Independen pada perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 27 November tahun 2024 mendatang.

Rapat yang dikemas dengan suasana sederhana penuh kekeluargaan itu diawali pembukaan oleh Sekretaris Umum DPP Sameton Bali Dwipa Ir. Anak Agung Kartika Putra dilanjutkan dengan sambutan-sambutan di antaranya; sambutan Ketua Umum DPP SBD, Dewa Kt Puja Suradnya, SH., dan sambutan Ketua Dewan Penasehat DPP SBD Anak Agung Wisnu Murti.

Ketua Umum DPP SBD, Dewa Kt Puja Suradnya memaparkan secara detail memaparkan historis awal lahir dan tujuan dibentuknya organisasi ini termasuk tantangan yang dihadapi. Organisasi ini lahir didasari kerisauan terhadap situasi politik saat ini. Dimana pemimpin yang lahir dari partai politik sangat sulit untuk menepati janjinya untuk memikirkan, mengayomi, dan mensejahterakan masyarakat, karena kerap ditunggangi banyak kepentingan. Jika ini dibiarkan maka akan berpengaruh pada nasib anak cucu ke depannya. Pemikiran untuk membentuk sebuah organisasi termasuk namanya, pertama  kali lahir tepat tanggal 17 Maret dalam sebuah rapat khusus yang dilaksanakan di tempat ini (di Jero Gede Mas Tebeng Jalan Setiabudi 75 Denpasar). Nama Semeton Bali Dwipa lahir dari gagasan Deklarator Bapak Morgan Made Suartha yang juga seorang pelaku spiritual.

“Berdasarkan situasi saat ini, maka dengan wadah organisasi Semeton Bali Dwipa ini tityang ingin membuat sejarah baru yakni menelorkan/mencetak pemimpin seperti bupati/walikota dan bahkan gubernur dari jalur INDEPENDEN yang diharapkan mampu memikirkan, mengayomi, dan mensejahterakan rakyat. Hal itu tidak mudah, tetapi dengan semangat dan keyakinan tulus dan komitmen kuat, tidak ada kata tidak mungkin, namun semua bisa terjadi.  Masa jabatan kepengurusan SBD adalah 12 tahun dengan berbagai pertimbangan. Tityang mengajak kepada seluruh anggota SBD untuk selalu guyub, dan bekerja keras penuh komitmen untuk mewujudkan tujuan-tujuan yang ingin kita capai,” ujarnya.

Ketua Dewan Penasehat DPP SBD Anak Agung Wisnu Murti mengajak kepada seluruh anggota untuk memanfaatkan wadah organisasi ini sebagai sarana untuk meyadnya (mengabdi) untuk kepentingan Bali dalam upaya membangun Bali yang aman, damai, sentosa, dan sejahtera.

“Marilah kita melangkah, bekerja berdasarkan landasan-landasan yang sudah kita sepakati bersama seperti yang tertulis dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Tityang berharap seluruh anggota yang tergabung di Semeton Bali Dwipa ini mampu menjadi pribadi-pribadi yang bisa dicontoh masyarakat. Menjadi individu yang penuh kesadaran, kebijaksanaan, pengendalian diri, mempunyai ciri khas/karakter yang jelas dalam melakukan pengabdian di masyarakat,” ujarnya.

Kemudian masuk pada inti acara yakni membahas AD/ART, BAB demi BAB dan PASAL demi PASAL secara detail dan teliti. Semua yang hadir urun rembug mengeluarkan pendapatnya. Pasal-pasal yang dianggap kurang relevan dan atau belum tercantum di dalam AD/ART itu langsung direvisi dan disempurnakan, termasuk logo dan simbol organisasi.

Setelah semuanya dibahas kurang lebih 1 jam, akhirnya AD/ART tersebut resmi disepakati dan disahkan dengan membubuhkan nama dan tandatangan seluruh anggota yang hadir di atas kertas kosong yang disediakan. Selanjutnya kegiaan rapat ditutup dengan acara pelantikan Ibu Ni Made Ratnadi, SE., sebagai Bendahara Umum, oleh Deklarator Bapak Morgan Made Suartha dengan cara dan ritual khusus yang berlaku di DPP Semeton Bali Dwipa. Dengan demikian lengkap sudah susunan puncak kepengurusan DPP Semeton Bali Dwipa.

Sementara itu, Sekretaris Umum DPP Sameton Bali Dwipa Ir. Anak Agung Kartika Putra usai acara menyampaikan, tepat pada hari Selasa tanggal 30 April 2024 AD/ART resmi disahkan dan selanjutnya tinggal mengurus ke Kemenhumkam. Rapat hari ini dihadiri 25 orang terdiri dari Pendiri, Deklarator, Penasehat, dan seluruh pengurus harian DPP.

Seluruh rancangan daripada AD/ART yang dibuat sedemikian rupa sesuai dengan roh daripada pemikir-pemikir (deklarator) bahwa Semeton Bali Dwipa adalah membentuk manusia yang memiliki harkat dan martabat, kemandirian yang tentu didasari atas spiritual di atas dasar etika, moral, intelektual dan integritas kejujuran yang ada dan semua sudah terakomodir ke dalam AD/ART. Gungaji berharap, mudah-mudahan nama Semeton Bali Dwipa ini belum ada yang memakai, sehingga proses selanjutnya menjadi cepat dan lancar sesuai harapan bersama.

“Kami mohon doa restu dan dukungannya dan apa yang menjadi visi ke depan, salah satu di antaranya untuk bisa melahirkan pemimpin-pemimpin independent yang memiliki integritas yang tetap bisa melahirkan cita-cita bangsa adiluhung keadilan, kemakmuran, dan kesejahteraan bisa kita wujudkan di Bali. Mudah-mudahan melalui jalur independent ini, masyarakat mendukung untuk melahirkan pemimpin yang berkualitas yang menjadi harapan kita bersama yakni mampu mengayomi, dan mensejahterakan rakyatnya,” ujarnya.  *** CMN=Andi.

Facebook Comments

error: Content is protected !!