September 10, 2026
News

Perkuat Seni Budaya sebagai Pilar Ekonomi Bali, Gubernur Wayan Koster Tambah Anggaran PKB dan FSBJ 2026

DENPASAR (CAHAYAMASNEWS.COM). Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran seni dan budaya sebagai penopang utama sektor pariwisata dan ekonomi Bali. Sebagai wujudnyata dalam memperkuat peran seni dan budaya itu maka akan dilakukan peningkatan anggaran untuk dua event budaya terbesar di Bali itu yakni; Pesta Kesenian Bali (PKB) dan FSBJ tahun 2026. Hal itu disampaikan Gubernur Wayan Koster saat acara penutupan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VII, Senin (28/7/2025), di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya, Denpasar, Bali.

Gubernur Wayan Koster lebih lanjut menyampaikan, bahwa anggaran PKB tahun depan akan dinaikkan dari Rp 10 miliar menjadi minimal Rp. 12 miliar. Sementara FSBJ akan mendapat peningkatan signifikan dari Rp 2,8 miliar menjadi Rp. 6 miliar. Menurutnya, kebudayaan adalah fondasi utama bagi pembangunan Bali. Ia menekankan bahwa pariwisata Bali bisa berkembang pesat karena kekuatan seni dan budaya lokal.

“Seni budaya adalah ruh Bali. Dari sinilah pariwisata tumbuh, ekonomi bergerak, dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” ujar Koster.

Ia juga mengutip Bung Karno, menyatakan bahwa kebudayaan adalah jiwa bangsa yang tak akan pernah mati, apalagi di Bali yang konsisten menjaga tradisi melalui ajang seperti PKB dan FSBJ. Tak hanya soal anggaran, Gubernur juga menggagas penyelenggaraan lomba menulis karya sastra untuk tingkat SD hingga perguruan tinggi dan bakal dimulai tahun depan. Ini terinspirasi dari kiprah tiga sastrawan sepuh penerima penghargaan Bali Jani Nugraha tahun ini: I Nyoman Manda, Ngakan Made Kasub Sidan, dan I Dewa Nyoman Sarjana.

“Kita butuh regenerasi. Anak muda harus mulai menulis, menggali budaya lewat karya sastra. Hadiah lomba nanti akan menarik,” ungkapnya, disambut antusiasme hadirin.

Dalam pidatonya, Gubernur Wayan Koster juga membagi peran masyarakat dalam seni budaya ke dalam empat kelas: pencipta karya (kelas I), pelaku seni (kelas II), pendukung atau penyokong (kelas III), dan penonton sebagai pemberi apresiasi (kelas IV).

“Kalau tidak bisa jadi pencipta atau pelaku seni, jadilah penonton yang menghargai,” pesannya.

Penutupan FSBJ VII turut dimeriahkan penampilan Sanggar Bala Bali yang membawakan tarian modern “Poleng” yang memukau penonton, termasuk Gubernur Wayan Koster dan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto.

“Ini setara dengan seni panggung di Prancis,” ujar Pangdam, seperti disampaikan kembali oleh Gubernur Wayan Koster.

Acara ditutup secara resmi lewat pemukulan drum oleh Gubernur Bali, Pangdam IX/Udayana, Wakil Ketua II DPRD Bali, dan Kadis Kebudayaan Provinsi Bali. Dalam kesempatan itu, tema FSBJ VIII Tahun 2026 juga diumumkan yakni: “Kembara Sukma Atma Kerthi, Pengembaraan Menuju Jiwa Maha Suci.”

Selanjutnya malam seni budaya yang sarat makna dan semangat pelestarian tersebut ditutup dan dimeriahkan olehn penampilan Lolot Band, Widi Widiana, Joni Agung dan musisi Bali lainnya. . @@@ CMN-973///Hms.

Facebook Comments

error: Content is protected !!