November 3, 2026
News

Enam Tahun Vakum, Buleleng Festival 2025 Kembali Digelar dengan Semangat Budaya dan Inovasi Lingkungan

SINGARAJA (CAHAYAMASNEWS.COM)=Setelah vakum selama enam tahun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng resmi menggelar kembali Buleleng Festival (Bulfest) 2025, sebuah perhelatan budaya akbar yang berlangsung selama enam hari, mulai 18 hingga 23 Agustus 2025. Festival ini mengusung tema “The Mask History of Buleleng: Topeng Leluhur, Jiwa Buleleng” sebagai upaya revitalisasi warisan budaya lokal sekaligus penggerak ekonomi kreatif. Bulfest dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta di depan Patung Singa Ambara Raja, depan Kantor Bupati Buleleng Senin 18 Agustus 2025 dan ditandai Ngoncang (Tradisi menumbuk padi-red ) sebagai simbol kebersamaan dan keharmonisan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama manusia dan manusia dengan lingkungannya, yang dalam ajaran agama Hindu dikenal dengan sebutan Tri Hita Karana. 

Ketua Panitia Bulfest 2025, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng, Drs. Gede Suyasa, M.Pd., menyatakan, bahwa festival ini menjadi momentum untuk mengangkat kembali kekayaan seni topeng yang selama ini belum tergali secara optimal.

“Buleleng pernah menjadi tuan rumah Konferensi Topeng Internasional pada 2010. Kami punya ragam topeng dari berbagai desa, namun potensinya belum dimaksimalkan. Untuk itu Festival ini adalah cara kami menghidupkannya kembali, sekaligus membuka ruang ekonomi untuk UMKM dan kuliner lokal,” ujar Sekda Gede Suyasa.

Lebih dari 1.000 seniman dan pelaku budaya terlibat dalam Buleleng Festival 2025. Setiap camat turut berperan menampilkan potensi seni dan budaya khas wilayahnya. Festival ini menjadi ruang kreativitas dan kolaborasi lintas sector, mulai dari seniman, pelaku ekonomi kreatif, akademisi, hingga generasi muda.

“Bulfest bukan sekadar pesta seni. Ini adalah investasi budaya dan ekonomi untuk masa depan Buleleng,” pungkas Sekda Gede Suyasa seraya menambahkan, dengan semangat pelestarian, pemberdayaan ekonomi, dan kepedulian lingkungan, Buleleng Festival 2025 menjadi simbol kebangkitan budaya Bali Utara yang relevan dan berkelanjutan.

Sementara itu, Bupati Buleleng dr.Nyoman Sutjidra, Sp.OG., dalam sambutannya mengatakan, bahwa topeng bukan sekadar karya seni, melainkan warisan tak benda yang sarat nilai dan filosofi.

“Topeng menyimpan cerita, karakter, dan nilai luhur. Mulai dari topeng sakral dalam ritual keagamaan hingga topeng pertunjukan. Ini sekaligus menjadi media edukasi budaya bagi generasi muda,” jelasnya.

Lebih lanjut Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra menjelaskan, Bulfest tahun 2025 ini berbeda dari pelaksanaan sebelumnya. Dimana Bulfest tahun ini dirancang bukan hanya sekadar sebagai pesta budaya, tetapi juga festival ramah lingkungan. Material panggung dan karya seni banyak menggunakan bahan daur ulang, termasuk patung raksasa latar panggung utama yang dibuat dari 1,7 ton plastik daur ulang.

Rangkaian acara Bulfest 2025 digelar di berbagai lokasi strategis di Kota Singaraja: Tugu Singa Ambara Raja menjadi pusat pertunjukan seni tradisional dan nasional. Sasana Budaya menampilkan seni klasik seperti Gong Kebyar Mebarung. Puri Kanginan Singaraja menyuguhkan seni hasil kurasi Dinas Kebudayaan Buleleng. Rumah Jabatan Bupati digunakan untuk Buleleng Digital Expo yang diisi dengan talkshow bertema topeng dalam perspektif ekonomi digital dan pemuda, serta berbagai lomba seperti esport, fotografi jurnalistik, dan pemrograman.

Sedangkan di Kantor DPRD Buleleng difokuskan untuk pameran UMKM olahan pangan dan kegiatan kreatif. Selanjutnya, Jalan Veteran menjadi sentra kuliner dengan 66 stan makanan khas Buleleng. Gedung Wanita Laksmi Graha menggelar seminar budaya topeng dengan menghadirkan pakar, termasuk rencana kehadiran Prof. I Made Bandem.

Selain itu, terdapat pameran topeng, replika, lukisan, serta demo pembuatan topeng langsung oleh pengrajin lokal, yang ditargetkan menghasilkan satu karya per hari. Menariknya, sebagai bentuk dukungan konkret pada pelestarian budaya, para kepala perangkat daerah direncanakan akan membeli hasil karya tersebut.

Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, yang membuka secara resmi Bulfest 2025, menyatakan komitmen Pemprov Bali untuk mendukung keberlanjutan festival akbar tahunan ini. Bahkan dalam sambutannya Wagub Nyoman Giri Prasta menegaskan, akan mengalokasikan anggaran dua kali lipat jika festival kembali digelar tahun depan.

“Kalau tahun depan Bulfest dilaksanakan lagi, kami akan memberikan anggaran yang setara, bahkan dua kali lipat dari dana APBD Buleleng saat ini,” kata Wagub Giri Prasta.

Pada moment tersebut Wagub Nyoman Giri Prasta juga menyoroti pentingnya pengelolaan sampah di tengah pelaksanaan festival. Menurutnya, sampah tidak boleh berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Pemprov mendorong setiap kecamatan dan desa/kelurahan di Buleleng untuk memiliki TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Rencana pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di tiap kecamatan juga tengah dikaji bersama Pemkab.

“Kami berharap nantinya di setiap TPA memiliki sarana-prasarana pengolahan sampah modern dan canggih, sehingga masalah sampah di Bali bisa secepatnya teratasi dan Bali menjadi pulau yang Bersih, Indah, Damai dan Nyaman, seperti yang kita harapkan bersama masyarakat,” tegasnya. @@@ MNB=Tim.

Facebook Comments

error: Content is protected !!