November 3, 2026
News

Wagub Giri Prasta Resmikan Tahap Kedua Siaran Digital Turyapada Tower KBS 6.0 Buleleng

DENPASAR (CAHAYAMASNEWS.COM)=Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, secara resmi meluncurkan siaran televisi digital dari Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali tahap kedua, Senin (18/8/2025), di Desa Adat Amertasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam transformasi penyiaran digital di Pulau Dewata, khususnya Bali Utara.

Bupati Nyoman Giri Prasta menegaskan, bahwa Turyapada Tower merupakan bagian dari jaringan Single Frequency Network (SFN) pertama di Indonesia yang mendukung program nasional migrasi dari TV analog ke digital. Infrastruktur ini tak hanya memperluas akses informasi dan hiburan, tetapi juga membuka ruang kreasi bagi konten lokal untuk dikenal di tingkat nasional hingga global.

“Kita memasuki era baru penyiaran yang lebih jernih, modern, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, khususnya di wilayah Bali Utara,” ujar Giri Prasta yang mewakili Gubernur Bali, Wayan Koster.

Menurut data Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali, jangkauan siaran digital Turyapada Tower telah mencapai 90 persen wilayah Bali Utara, melebihi target studi kelayakan sebesar 80 persen. Meski demikian, sejumlah titik seperti Seririt, Banjar, dan Kaliasem masih mengalami blank spot.

“Untuk mengatasi hal ini, akan dibangun beberapa stasiun relay (gap filler). Tahun ini, gap filler sedang disiapkan di Desa Seririt dan Tejakula,” jelas Bupati Giri Prasta.

Turyapada Tower, yang berdiri di ketinggian 1.636 meter di atas permukaan laut, sebelumnya telah menjalani uji coba siaran dengan pengawasan KPID. Hasilnya, cakupan siaran menjangkau hingga Kecamatan Gerokgak, Buleleng.

Tahap kedua ini merupakan kelanjutan dari peluncuran awal pada 18 April 2025. Pada tahap pertama, sebanyak 10 channel digital mengudara melalui Multiplexer (MUX) Viva Group, termasuk ANTV, TV One, Trans TV, RCTI, dan lainnya.

Kini, pada tahap kedua, ditambahkan 12 channel baru melalui dua MUX tambahan, yaitu: MUX Nusantara TV: Nusantara TV, Harum TV. MUX TVRI: TVRI Nasional, TVRI Bali, TVRI World, TVRI Sport, MD TV, Kompas TV, Bali TV, Jawapos TV, Garuda TV, dan Sinpo TV.

Dengan demikian, total terdapat 22 channel digital yang sudah mengudara dari Turyapada Tower, dan direncanakan bertambah menjadi lebih dari 30 dalam waktu dekat.

Dampak Langsung ke Masyarakat

Dalam uji coba siaran di tiga kecamatan yakni Kecamatan Gerokgak, Kubutambahan, dan Sawan. Masyarakat dapat menangkap lebih dari 20 channel digital dengan kualitas gambar dan suara yang jauh lebih baik dibanding sebelumnya.

“Dulu siarannya gerimis, harus pakai parabola dan banyak yang diacak. Sekarang bening dan jernih. Terima kasih kepada pemerintah,” ujar Gede Masih, warga Desa Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak.

Senada, Wayan Mangku dari Desa Gerokgak mengaku kini bisa menikmati tayangan sejarah Hindu dengan lebih jelas dan tanpa gangguan. Selain sebagai pusat penyiaran digital, Turyapada Tower juga dirancang sebagai ikon wisata baru di Bali Utara. Fasilitas seperti jembatan kaca, restoran berputar 360 derajat, skywalk, dan planetarium tengah disiapkan untuk menarik wisatawan dan menggairahkan ekonomi lokal.

Wagub Giri Prasta menekankan bahwa keberadaan menara ini tidak hanya memperkuat infrastruktur komunikasi, tetapi juga akan menjadi motor penggerak pariwisata dan ekonomi kreatif di Buleleng.

Direktur Utama LPP TVRI, Iman Brotoseno, yang turut hadir dalam acara peluncuran, menyatakan komitmennya untuk memperluas jangkauan siaran hingga ke wilayah terpencil yang selama ini sulit mengakses televisi.

“Dengan pemancar ini, cakupan siaran di Bali Utara sudah mencapai 90 persen, mendekati target maksimal 100 persen,” ujarnya.

Hadir pula dalam acara ini Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra; Wakil Ketua III DPRD Bali, I Komang Nova Sewi Putra; dan Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, yang menyambut baik langkah Pemprov Bali dalam mendemokratisasi akses informasi dan hiburan. @@@ CMN//Tim.

Facebook Comments

error: Content is protected !!