November 3, 2026
News

Setiap Upacara Usaba Goreng, Desa Adat Geriana Kangin Laksanakan Tradisi Neruna

AMLAPURA (CAHAYAMASNEWS.COM). Setiap upacara Usaba Goreng di Desa Adat Geriana Kangin, Kecamatan Selat, Karangasem. Juga dilaksanakan tradisi ” Neruna “, sebuah tradisi yang hanya boleh diikuti oleh remaja laki – laki.  Tradisi “Neruna” yang merupakan rangkaian Usaba Goreng dilaksanakan setiap tahun sekali, yakni dihari ke tiga rangkaian Usaba atau disebut juga rahina perejangan sidumun. Untuk tahun ini dilaksanakan pada Sabtu (8/10/2022). Tradisi Neruna

Jero Mangku Gede Nuragia selaku Kubayan Desa Adat Geriana Kangin, menjelaskan, tradisi neruna ini adalah tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun di Desa Adat Geriana Kangin yang dilaksanakan setiap satu tahun sekali pada saat upacara Usabe Goreng. Tujuan tradisi tersebut adalah memperkenalkan lingkungan Desa Adat setempat kepada generasi penerus, dan agar mereka tahu sampai di mana batas – batas Desa Adat serta sebagai ajang silaturahmi, sehingga mereka bisa mengetahui posisi rumah – rumah krama (warga) di Desa Adat Geriana Kangin.

Melalui tradisi ini juga dijadikan oleh pendahulu sebagai ajang untuk menjalin silaturahmi dan memperkenalkan diri, karena siapa tahu saat mengunjungi rumah warga, para sorpa (pemuda-red) bisa bertemu dengan jodohnya. Juga untuk melestarikan tradisi, ada hal yang paling penting dalam tradisi ini, yaitu sebagai penanda dimana sebelum seorang sorpa mengikuti tradisi neruna ini, maka belum diijinkan ngayah atau tedun di desa (mengikuti kegiatan) untuk mewakili orang tuanya.

“Ketika sudah neruna, barulah mereka dinyatakan berhak untuk mewakili orang tuanya saat petedunan ataupun ngayah di Pura yang ada di Desa Adat Geriana Kangin,” terang Jero Mangku Gede Nuragia.

Jadi “Neruna”, merupakan tradisi hanya diikuti oleh sorpa atau pemuda yang ada di Desa Adat. Perlu diketahui sebelum melaksanakan tradisi ini, terlebih dahulu para sorpa  berkumpul di Pura Puseh untuk mengikuti persembahyangan. Selanjutnya, para sorpa akan berjalan iring – iringan mengelilingi wilayah desa adat dengan mundut atau membawa senjata nawa sanga berupa tombak dan kober (bendera) yang diiringi dengan gambelan baleganjur.

Sorpa (pemuda) mundut dan menabuh gambelan, juga ada sorpa lainnya membawa keranjang lalu menyebar masuk ke rumah-rumah warga untuk mengambil jajan yang telah dipersiapkan oleh warga yang didatangi. Kemudian jajan yang diambil selanjutnya dibawa dan dikumpulkan di Pura Puseh. Kemudian jajan tersebut akan dibagikan kepada para sorpa yang mengikuti tradisi neruna tersebut.

I Gede Widnyana Ketua STT Yowana Giri Prawerti Desa Adat Geriana Kangin mengatakan, tradisi neruna itu diikuti sekitar 120 orang sorpa yang mengikuti pada Aci Usaba Goreng tahun 2022 ini.

“Mereka yang ikut adalah pemuda desa adat geriana kangin yang sebelumnya telah masuk atau terdaftar kedalam organisasi Seka Truna-truni Yowana Giri Prawerti Desa Adat Geriana Kangin,” katanya. *** Cahayamasnews.com=Tim-01.

Facebook Comments

error: Content is protected !!