
Mohon Restu Niskala Rencana Pembangunan Bandara Bali Utara, Paiketan Puri Sajebag Bali Gelar Upacara Napak Pertiwi Ida Topeng Gajah Mada
SINGARAJA (CAHAYAMASNEWS.COM). Bertepatan pada rahina Redite Pon Prangbakat, Minggu (26/5/2024), Puri-puri sejebag Bali melaksanakan upacara Napak Pertiwi Ida Topeng Gajah Mada dan Pusaka Ki Tunjung Tutur di Jaba Pura Kahyangan Jagat Pura Puseh Penegil Dharma, Penyusuhan yang berlokasi di Desa/Kecamatan Kumbutambahan, Buleleng. Upacara ini bertujuan untuk memohon keselamatan sekaligus restu niskala kepada Ida Bhatara-Bhatari yang berstana di Pura tersebut agar rencana pembangunan Bandara Bali Utara secepatnya bisa terealisasi.
Upacara Napak Pertiwi diawali melaksanakan upacara Mareresik. Dilanjutkan sejumlah sambutan, dan pementasan sejumlah tarian seperti tari Sekar Tunjung, dan Tari sakral Telek. Selain para panglingsir Puri sajebag Bali ini juga dihadiri oleh tokoh masyarakat, tokoh spiritual, Dandim, Kapolres, Ketua Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP) provinsi Bali dan Kabupaten Buleleng, sejumlah Organisasi Masyarakat (Ormas) serta ratusan masyarakat. Tampak hadir pula Keluarga Besar Yayasan Kesatria KERIS Bali yang dipimpin langsung Jro Bima (I Ketut Ismaya Jaya).
Prosesi Napak Pertiwi dan Nedunang Pusaka ‘Ki Tunjung Tutur’ tersebut dipimpin Ida Pedanda Gede Mandhara Putra Kekeran. Setelah semua prosesi terkait selesai dilakukan, kemudian acara puncak yakni upacara nyolahang Prerai (tapel-red) dimulai di antaranya nyolahang Prerai Ida Dang Hyang Kepaskisan, Prerai Arya Pengalasan, Prerai Arya Damar, Prerai Sri Aji Wengkar, Napak Pratiwi Maha Patih Gajah Mada dan lainnya.

Panglingsir Puri Agung Blahbatuh Anak Agung Ngurah Kakarsana mengatakan, acara napak pertiwi menyertakan beberapa pusaka dan prerai topeng yang ada di puri-puri sejebag Bali. Salah satunya pusaka Ki Tunjung Tutur, sebuah tombak pusaka Puri Agung Blahbatuh, Gianyar yang ada kaitannya dengan Kerajaan Buleleng pada masa lalu.
Lebih lanjut dijelaskan, momen sakral ini dilakukan untuk memohon restu secara niskala ke hadapan Ida Bhatara-Bhatari yang berstana di Pura Kahyangan Jagat, Pura Puseh Penegil Dharma, Penyusuhan merestui agar pembangunan Bandara Bali Utara segera dapat terealisasi. Mudah-mudahan setelah pelaksanaan upacara Napak Pertiwi yang baru kali pertama digelar ini, akan mendapatkan berkah, restu, kemakmuran serta tuntunan secara niskala.
“Semoga setelah dilakukan upacara Napak Pertiwi sebagai simbol grondbreaking niskala ini, pembangunan bandara tersebut secepatnya bisa terealisasi dan segera bisa melakukan grondbreaking secara sekala pembangunan Bandara Bali Utara yang rencananya dibangun di tengah laut,” terang A.A Ngurah Kakarsana.

Lebih jauh Agung Ngurah Kakarsana menegaskan, selain mempererat ikatan kekeluargaan, pasemetonan Puri Agung Blahbatuh dengan Puri Gede Buleleng, prosesi nedunang pusaka ‘Ki Tunjung Tutur’ dan Prerai Ida Bharata Sasuhunan dapat membuka jalan bagi harapan besar masyarakat terkait pembangunan Bandara Internasional Bali Utara yang telah menjadi kebutuhan untuk keseimbangan pembangunan sektor pariwisata di Bali Utara.
“Mudah-mudahan dengan upacara ini, restu leluhur, restu sasuhunan, membuka jalan bagi seluruh stakeholder memegang peranan bagi masyarakat, bagi tokoh-tokoh juga untuk selalu mengabdikan, mendedikasikan segala kemampuan demi bangsa dan negara Indonesia sebagaimana filosofi pusaka Ki Tunjung Tutur yang menjadi pedoman hidup seorang kesatria,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua Panitia Upacara Napak Pertiwi yang juga selaku penglingsir Puri Gede Singaraja, Anak Agung Ngurah Ugrasena menegaskan, prosesi ini juga sekaligus mengingatkan pimpinan daerah dan pemerintahan pusat tentang pembangunan Bandara Bali Utara sebagai kebutuhan masyarakat di Bali Utara.
“Kita berharap prosesi ini mampu memberikan vibrasi bagi masyarakat dan pemerintahan bahwa semangat kita luar biasa dapat dikatakan groundbreaking niskala pembangunan bandara di Bali Utara, dan setelah ini mudah-mudahan groundbreaking secara sekala secepatnya bisa terwujud,” ungkap Anak Agung Ugrasena.
Selain untuk alasan pemerataan pembangunan di Bali Selatan dan Utara, Bandara Bali Utara sangat diperlukan masyarakat. Terlebih kondisi Bandara Internasional Ngurah Rai sudah overload. Menurutnya, Bandara Bali Utara ini tidak hanya akan berdampak untuk Buleleng tetapi juga untuk Kabupaten Karangasem, Bangli, dan Klungkung dan Badung bagian utara. “Kami dari Puri Sejebag Bali memberikan saran pembangunan secara estetika dan kearifan lokal Bali. Kami setuju pembangunan di pesisir utara Kubutambahan agar tidak ada penggusuran permukiman, masyarakat, sekolah, serta yang paling penting adalah tidak ada penggusuran tempat suci dan situs sejarah,” tegasnya.

Di sisi lain, Direktur Utama PT. BIBU Panji Sakti Erwanto Sad Adiatmoko Hariwibowo mengaku masih konsisten berjuang selama 8 tahun terakhir untuk mewujudkan Bandara Bali Utara. Sebagai pemrakarsa dan calon investor Bandara Bali Utara sudah berproses secara sekala dan niskala. Lebih lanjut disampaikan, sejauh ini dengan adanya pemerintahan baru pasca Pemilu 2024, sudah melakukan komunikasi kembali. Bahkan, pada pekan lalu pihaknya sudah berkomunikasi dengan beberapa kementerian termasuk Kementerian Sekretariat Negara.
“Hasil komunikasi tersebut semuanya positif, kabar sangat menggembirakan untuk masyarakat Bali. Kita semua tahu Bandara Bali Utara ini juga salah satu janji kampanye Presiden-Wakil Presiden terpilih (Prabowo-Gibran),” ujarnya. Seperti diketahui pembangunan Bandara Bali Utara kembali digaungkan setelah terpilihnya Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai Presiden-Wakil Presiden terpilih periode 2024-2029 dalam Pilpres 2024 lalu.
“Kami mohon doa sekaligus restu serta dukungan penuh masyarakat Buleleng agar pembangunan Bandara Bali Utara ini segera dapat kita wujudnyatakan untuk kesejahteraan masyarakat Buleleng dan sekitarnya. Kami tidak membangun di Bali, tetapi kami membangun Bali umumnya dan Buleleng khususnya,” tegas Erwanto Sad Adiatmoko Hariwibowo. *** CMN=Andi.









Facebook Comments