September 10, 2026
News

Gubernur Wayan Koster Gratiskan Biaya Kuliah dan Hidup 1.450 Mahasiswa Tak Mampu, Program Revolusioner Satu Keluarga Satu Sarjana Resmi Dimulai

DENPASAR (CAHAYAMASNEWS.COM). Gubernur Bali Wayan Koster kembali meluncurkan program revolusioner di bidang pendidikan. Melalui kebijakan Satu Keluarga Satu Sarjana, Pemprov Bali akan menanggung penuh biaya pendidikan dan biaya hidup bagi 1.450 mahasiswa dari keluarga miskin yang belum memiliki lulusan sarjana. Program ini mulai berjalan Agustus 2025 dan melibatkan 28 perguruan tinggi negeri dan swasta se-Bali. Demikian disampaikan Gubernur Wayan Koster, Selasa (29/7/2025).

Gubernur Bali Wayan Koster resmi meluncurkan program pendidikan unggulan bertajuk Satu Keluarga Satu Sarjana pada Selasa, 29 Juli 2025, di Kertha Sabha, Jaya Sabha. Program ini menjadi langkah konkret Pemprov Bali untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan tinggi.

Sebanyak 1.450 mahasiswa baru dari keluarga kurang mampu dan rumah tangga yang belum memiliki lulusan sarjana akan menerima bantuan penuh. Mulai dari biaya pendidikan di perguruan tinggi negeri dan swasta hingga biaya hidup selama delapan semester ditanggung sepenuhnya oleh APBD Provinsi Bali.

“Untuk mahasiswa yang tinggal di Denpasar dan Badung akan menerima Rp. 1,4 juta per bulan. Sementara yang berdomisili di Buleleng dan Karangasem akan menerima Rp. 1,2 juta per bulan,” ujar Gubernur Wayan Koster.

Biaya pendidikan juga dijamin sepenuhnya. Tak ada pungutan biaya pendaftaran, uang pangkal, maupun biaya pembangunan dari pihak kampus. Bahkan, perguruan tinggi yang ikut serta dilarang membebankan biaya tambahan kepada peserta program.

Program ini merupakan hasil kerja sama antara Pemprov Bali dengan 28 perguruan tinggi di Bali, terdiri dari 8 perguruan tinggi negeri dan 20 swasta. Verifikasi ketat akan dilakukan untuk memastikan calon mahasiswa benar-benar berasal dari keluarga miskin dan belum memiliki sarjana di keluarganya.

Pada tahap awal, anggaran sebesar Rp. 9,7 miliar telah disiapkan dari APBD Bali untuk membiayai program dari Agustus hingga Desember 2025. Untuk tahun penuh 2026, diperkirakan biaya akan meningkat hingga Rp. 27 miliar.

“Saya ingin semua kabupaten/kota ikut serta tahun depan. Saat ini baru Kabupaten Gianyar yang sudah menjalankan. Tahun 2026, seluruh pemerintah daerah di Bali akan dilibatkan sesuai kemampuan fiskalnya,” ujar Wayan Koster.

Program ini diharapkan mampu menjadi fondasi kuat bagi pengembangan SDM Bali ke depan. Dengan semangat gotong royong, Koster optimistis program Satu Keluarga Satu Sarjana akan menjadi tonggak sejarah dalam pembangunan manusia Bali yang unggul dan berdaya saing. @@@ CMN-973 ///Hms.

Facebook Comments

error: Content is protected !!