September 10, 2026
News

Hadiri Upacara Mendak Toya, Ketua DPRD Optimis, Tahun 2021 Desa Sukadana Bebas dari Permasalahan Air Bersih

AMLAPURA (CAHAYAMASNEWS). Persoalan air minum di Desa Sukadana, erselesaikan Kabupaten Karangasem yang selama ini menjadi permasalahan bakal segera bisa terselesaikan tahun 2021 mendatang dan masyarakat bisa menikmati air bersih yang bersumber dari Telaga Waja tersebut. Demikian disampikan Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana, saat menghadiri upacara melaspas dan mendak toya reservoar Pam Desa Toya Amerta Agung Sukadana yang ditandai dengan pemotongan pita, tanda diresmikannya reservoar Pam Desa Toya Amerta Agung Sukadana, di Banjar Bukit, Desa Sukadana,  Sabtu (18/7/2020).  Peresmian tersebut  dihadiri, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Bali I Gede Darmawa, disaksikan Perbekel Sukadana, I Wayan Suardana, tokoh  masyarakat Kubu  I Nengah Suadi, dan undangan lainnya.

Reservoar air minum yang diperkirakan mampu melayani sebanyak 987 Kepala Keluarga (KK) dari tiga banjar di desa tersebut. Peresmian reservoar juga ditandai dengan penanaman pohon kelapa hibrida di lokasi reservoar. Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana, dalam sambutannya mengatakan, sangat mengapresiasi inovasi yang dimiliki Desa Sukadana, dan sudah layak untuk dijadikan contoh bagi desa-desa lainnya di Karangasem.

Pihaknya berharap di Kecamatan Kubu dan desa-desa lainnya di Karangasem bisa memanfaatkan dana desa  sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat. “Ini inovasi yang sangat bagus,  kami dari Lembaga Dewan Karangasem sangat mendukung kemandirian yang dilakukan Desa Sukadana, dalam mewujudkan pembangunan skala prioritas untuk kepentingan masyarakat desa,” ungkap Gede Dana.

Melihat semangat Pemerintahan Desa Sukadana bersama warganya, Ketua DPRD Gede Dana  mengaku optimis tahun 2021 persoalan air minum di Desa Sukadana sudah bisa diselesaikan. “Secara pribadi dan lembaga, saya siap menjembatani untuk memantau kekurangan fasilitas lainnya,” ucap Gede Dana, sekaligus menjawab aspirasi yang disampaikan Perbekel Sukadana, I Gede Suardana. Jadi proyek reservoar yang dibangun di Banjar Bukit itu, dalam pengelolaannya diserahkan kepada BUMDES. Ini dilakukan selain untuk memupuk Pendapatan Asli Desa (PADes), juga untuk meringankan beban masyarakat dalam pembelian air nantinya. *** Cahayamasnews.com-Tim-01.

Facebook Comments

error: Content is protected !!