
Sisi Lain Pameran HUT Kota Amlapura ke-381 dan Bulan Bung Karno, Stan Pameran Diramaikan Komunitas Seni Yayasan Narada Nada
AMLAPURA (CAHAYAMASNEWS). Dalam rangka HUT Kota Amlapura ke-381 dan Bulan Bung Karno Pemkab menyelenggarakan pameran bertempat di Taman Budaya Candra Buana Amlapura. Pameran ini dibuka oleh Bupati Karangasem I Gede Dana kemarin tanggal 28 Juni 2021 yang berakhir 30 Juni 2021.
Untuk stand – stand pameran itu diisi oleh usaha yang ada di Karangasem berupa sandang pangan juga berbagai macam kerajinan. Namun pada pameran kali ini ada yang unik yakni ada salah satu komunitas seni yakni Yayasan Narada Nada Karangasem, ikut terlibat memeriahkan HUT Kota Amlapura dan Bulan Bung Karno.
I Gusti Putu Ade Bayu Namo saat ditemui di standnya bersama rekan komunitasnya mengatakan, pihaknya ikut berpartisipasi memeriahkan pameran HUT Kota Amlapura ke-381 dan Bulan Bung Karno, dengan mengisi salah satu stand yang disediakan panitia pameran dari pemerintah.
“Di stand ini kami menjual pernak pernik Ir. Soekarno yang akrab dipanggil dengan sebutan Bung Karno. Ir. Soekarno merupakan presiden pertama, sekaligus Sang Proklamator RI. Selain menjual pernak-pernik Bung Karno seperti baju dan topi berisi gambar Bung Karno, juga dilengkapi pakaian adat Bali.
“Tujuan ikut pameran ini, adalah dalam rangka penggalian dana untuk keperluan kegiatan yayasan nantinya. Kami bersyukur omset mencapai Rp. 600 ribu per-harinya,” jelasnya. Gus Jun panggilan akrabnya menambahkan Yayasan Narada Nada yang dibentuk dua tahun lalu dengan anggota sebanyak 25 orang, semuanya merupakan komunitas seni yang berjiwa seni. “Kami dirikan yayasan ini yang belum pernah disentuh oleh pihak ketiga. Kegiatan yayasan kami isi dengan kegiatan social. Salah satunya ngayah di pura megambel.
I Wayan Putu selaku pembina Yayasan Narada Nada mengatakan, pihaknya berupaya terus membina generasi muda, terlebih di zaman milenial ini, agar generasi tidak lupa akan perjuangan panjang para pendiri Republik ini, salah satunya adalah Bung Karno Proklamator Republik ini, dengan hasil galiannya berupa Dasar Negara, yang masih tetap relevan walau terjadi perubahan era zaman. “Setiap generasi harus terus diajak berjuang dalam kerangka Nasionalisme dan idiologi, sehingga tidak larut dalam dasyatnya globalisme dunia, kita punya penyangga 4 pilar yang akan terus menjadi pijakan Berbangsa dan Bernegara,” ungkapnya. *** Cahayamasnews.com/Tim-01.









Facebook Comments