Pendidikan

Terganjal Kendala Lahan, Belasan Sekolah Sulit Bangun Ruang Perpustakaan

BANGLI (CAHAYAMASNEWS). Belasan sekolah di Kabupaten Bangli belum memiliki ruang perpusatakaan secara khusus. Pembangunannya belum bisa dilakukan lantaran terganjal persoalan lahan. Menyikapi hal itu, buku yang dimiliki sekolah terpaksa disimpan di ruangan lain yang sesungguhnya memiliki fungsi berbeda. Demikian dijelaskan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bangli, I Nyoman Suteja, Rabu (30/10/2019).

Dari 164 sekolah dasar, yang belum memiliki ruang perpusatakaan secara khusus sebanyak delapan sekolah. Rinciannya, Kecamatan Susut, yakni SDN 1 Abuan, SDN 1 Pengiangan dan SDN 2 Pengiangan. Kecamatan Kintamani, yakni SDN 1 Batur, SDN 2 Batur, SDN 5 Batur, SDN Subaya, SDN 3 Songan dan SDN 3 Dausa. Kecamatan Bangli dan Tembuku sudah seluruhnya memiliki. Tingkat SMP terjadi pada SMPN Satap 1 Kintamani, SMPN Satap 3 Kintamani, SMP Widya Dharma Suter, SMPN Satap 5 Kintamani dan SMPN 6 Kintamani. Sementara untuk SMK, yakni SMKN 2 Bangli, SMKN 3 Bangli dan SMKN 4 Bangli.

Pembangunan perpustakaan itu, kata dia belum bisa dilakukan. Selain terbelit persoalan anggaran, itu juga akibat luas lahan yang tak mendukung. Beberapa sekolah, lahannya juga ada yang masih berstatus milik warga atau adat. Oleh karenanya, pembangunan itu harus dilakukan secara hati-hati dan penuh kajian yang matang. “Pembangunan tidak bisa dilakukan begitu saja. Status asetnya harus jelas,” jelasnya.

Dikatakan, belum adanya ruang perpusatakaan secara khusus mengakibatkan pihak sekolah untuk sementara menyimpan buku di ruangan yang sejatinya memiliki fungsi lain. Hal ini diklaim tidak menggangu pelayanan ke siswa. “Beberapa sekolah juga ada yang menyekat ruangannya. Sebagian untuk perpustakaan. Kalau jumlah buku sudah cukup memadai,” ungkapnya. Pejabat asal Lingkungan Sidembunut, Kelurahan Cempaga, Bangli ini menambahkan, pembangunan ruang perpustakaan memungkinkan dilakukan pada mes guru yang tidak lagi ditempati. Hanya saja itu memerlukan proses penghapusan. “Mess banyak yang tak terpakai lagi. Itu bisa dijadikan solusi untuk tempat pembangunan perpustakaan,” imbuhnya.  *** Cahayamasnews.com/Agung Natha.

Facebook Comments